Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 154


__ADS_3

“Hani, masalahnya bukan pada pemberian pelatihan


tambahan tetapi ujian ability magie kali ini harus berkelompok setidaknya dua


orang. Ya sepertinya Xia dan Aresha yang belum punya. Hanya mereka berdua yang


tidak mengurus pengelompokan!” ucap Gisel.


“Ah, berkelompok? Bukannya dulu sendiri- sendiri


ya?”


“Ya tapi Ethan yang meminta begitu, jadi apa boleh


buat. Dia berkuasa di akademi ini, ya kerja sama itu!”


“Oh jadi pria itu datang kemari karna meminta kita


berkelompoknya!”


“Ya begitulah. Roman, apa kamu menyetujui


permintaan Ethan?”


“Ya aku menyetujuinya!”


Gisel dan Hani pun terkejut, mereka berdua tidak


menyangka akan Roman menyetujui penguasa kegelapan yang kejam itu. Hani dan


Gisel mengetahui asal pria itu dulunya, dia adalah vampir pengkhianat dan


pangeran tidak diakui.


Saat itu lah dalam suasana hening, Violin pun


bertanya dalam dirinya sendiri “Kenapa? Bukankah dia akan membunuhku?!”


Tidak lama kemudian perbincangan itu berakhir, dan


semua anggota mulai pergi meninggalkan tempat ini. Roman dan Violin berjalan


beriringan meninggalkan ruang pengawas itu. Suasana dingin segera menyelimuti


keduanya.


Orang- orang yang belajar di Akademi Yexiao juga


telah memasuki kelasnya masing- masing. Suasana hening itu mulai mengisi


Akademi Yexiao. Roman dan Violin berpisah di jalan berkelok.


“Baiklah, aku akan segera kembali ke kelas” ucap


Violin dengan pelan.


Roman berhenti melangkah, ia melihat ke arah Violin

__ADS_1


dan menjawab “Ya, baiklah. Kamu tidak perlu khawatir, meski begini aku akan


tetap menjagamu. Ethan tidak akan bisa menyakitimu!”


Violin terkejut dengan ucapan Roman, Violin tidak


terpikir akan ucapan Roman ini. Roman akan tetap melindunginya meski Ethan


mencoba mendekati kehidupannya lagi. Keraguan Violin terhadap kedatangan Ethan


pun mereda, Violin tersenyum manis bahagia.


“Ya, terima kasih Roman. Aku pikir tidak akan ada


orang yang melindungiku lagi, aku tidak akan bisa menghadapi Ethan. Aku bingung


kenapa Ethan mengejar seorang sepertiku? Apa yang ia inginkan sebenarnya?”


Roman tersenyum manis dan ia menatapi Violin dengan


senyumnya seraya menjawab “Tidak perlu khawatir, kau tahu tidak bagi klan


vampir penyihir sepertimu sangat berharga bagi kami. Kamu adalah pelindung bagi


klan kami, perisai dan kami tidak akan membiarkanmu terluka. Tapi....”


“Tapi?”


“Bagiku kamu bukan lah perisai, kamu adalah gadis


yang aku cintai. Aku akan melindungimu sampai maut memisahkan kita, aku tidak


Violin yang mendengar janji manis pria itu


membuatnya tersipu malu, ia selalu mendapat pujian manis itu dari calon


suaminya.


“Ya, akan kupegang janjimu itu!”


Roman tersenyum manis, lalu ia memeluk Violin dan


melepaskannya.


“Violin, aku harus pergi. Aku akan mengurus


sesuatu, kamu kembali ke kelas ya? Bantu aku awasi semua orang disini?!”


“Ya baiklah, kamu mau kemana?”


“Ya, aku harus menemui Ethan. Dia memintaku untuk


menemuinya”


“Hah, sebaiknya kamu tetap disini? Dia mungkin


sedang berusaha menjebakmu, aku tidak mau sesuatu terjadi padamu!”

__ADS_1


“Jangan khawatir, aku akan siaga dan berhati- hati!”


“Ya, baiklah. Sampai jumpa lagi, Roman!”


“Sampai jumpa!”


Kemudian keduanya berpisah di jalan itu, Roman mempercepat


langkahnya ia takut dirinya membuat Ethan menunggu.


Roman berjalan dan melewati aula utama, saat itu


lah ia tidak sengaja melihat ruang aula itu terbuka. Ia juga melihat ada cahaya


yang bergerak di dalam aula itu. Roman pun berjalan mendekati aula yang menarik


perhatiannya. Ia mulai mengintip di pintu aula, ia melihat ada cahaya yang


berjalan sendiri ke cermin. Cahaya itu berwarna putih adalah cahaya dari tubuh


seorang perempuan. Seorang perempuan mengenakan mahkota sebening kaca dengan


gaun biru bulan yang indah. Gaunnya tersentuh lantai, gaun yang memiliki ekor panjang


sementara bagian depan pakaian itu tampak terbuka. Roman melihat sedikit jelas


wajah perempuan itu, ia perempuan muda dan dapat dikatakan bahwa ia masih


seorang gadis. Ia memiliki paras yang cantik rupawan, wajahnya bersinar bagai


rembulan dan di tangannya ada tanda lingkaran bewarna merah dengan sebagiannya


membentuk bulan sabit bewarna biru.


Perempuan itu tersenyum manis seolah- olah


kehadiran Roman telah di ketahui olehnya, Roman pun berhenti mengintip


perempuan itu. Roman menarik napas panjang, jantungnya mulai berdetak cepat. Ia


dibuat ketakutan tetapi ia juga mencurigai kehadiran perempuan asing itu di


tempat ini. Roman kembali mengintip perempuan itu, ia melihat perempuan itu


berhenti berjalan mendekati cermin.


Perempuan itu di depan cermin, ia tersenyum manis.


Tanpa di duga dari dalam cermin, dari dunia Glasland keluar lah seorang pria


berpakaian mantel tebal dengan di bulu di leherinya. Pria dengan usia 30


tahunan itu, ia masih terlihat tampan dan gagah. Di tangannya tidak ada tanda


klan, dan juga di keningnya tidak ada tanda ia berasal dari klan mana. Pria itu


memiliki rambut yang panjang hingga ia menata rambutnya dengan cara mengikat

__ADS_1


sebagian rambutnya itu. Penampilannya layaknya seorang pria di dunia mafia


dengan aura dingin di sekitarnya.


__ADS_2