
“Hani, masalahnya bukan pada pemberian pelatihan
tambahan tetapi ujian ability magie kali ini harus berkelompok setidaknya dua
orang. Ya sepertinya Xia dan Aresha yang belum punya. Hanya mereka berdua yang
tidak mengurus pengelompokan!” ucap Gisel.
“Ah, berkelompok? Bukannya dulu sendiri- sendiri
ya?”
“Ya tapi Ethan yang meminta begitu, jadi apa boleh
buat. Dia berkuasa di akademi ini, ya kerja sama itu!”
“Oh jadi pria itu datang kemari karna meminta kita
berkelompoknya!”
“Ya begitulah. Roman, apa kamu menyetujui
permintaan Ethan?”
“Ya aku menyetujuinya!”
Gisel dan Hani pun terkejut, mereka berdua tidak
menyangka akan Roman menyetujui penguasa kegelapan yang kejam itu. Hani dan
Gisel mengetahui asal pria itu dulunya, dia adalah vampir pengkhianat dan
pangeran tidak diakui.
Saat itu lah dalam suasana hening, Violin pun
bertanya dalam dirinya sendiri “Kenapa? Bukankah dia akan membunuhku?!”
Tidak lama kemudian perbincangan itu berakhir, dan
semua anggota mulai pergi meninggalkan tempat ini. Roman dan Violin berjalan
beriringan meninggalkan ruang pengawas itu. Suasana dingin segera menyelimuti
keduanya.
Orang- orang yang belajar di Akademi Yexiao juga
telah memasuki kelasnya masing- masing. Suasana hening itu mulai mengisi
Akademi Yexiao. Roman dan Violin berpisah di jalan berkelok.
“Baiklah, aku akan segera kembali ke kelas” ucap
Violin dengan pelan.
Roman berhenti melangkah, ia melihat ke arah Violin
__ADS_1
dan menjawab “Ya, baiklah. Kamu tidak perlu khawatir, meski begini aku akan
tetap menjagamu. Ethan tidak akan bisa menyakitimu!”
Violin terkejut dengan ucapan Roman, Violin tidak
terpikir akan ucapan Roman ini. Roman akan tetap melindunginya meski Ethan
mencoba mendekati kehidupannya lagi. Keraguan Violin terhadap kedatangan Ethan
pun mereda, Violin tersenyum manis bahagia.
“Ya, terima kasih Roman. Aku pikir tidak akan ada
orang yang melindungiku lagi, aku tidak akan bisa menghadapi Ethan. Aku bingung
kenapa Ethan mengejar seorang sepertiku? Apa yang ia inginkan sebenarnya?”
Roman tersenyum manis dan ia menatapi Violin dengan
senyumnya seraya menjawab “Tidak perlu khawatir, kau tahu tidak bagi klan
vampir penyihir sepertimu sangat berharga bagi kami. Kamu adalah pelindung bagi
klan kami, perisai dan kami tidak akan membiarkanmu terluka. Tapi....”
“Tapi?”
“Bagiku kamu bukan lah perisai, kamu adalah gadis
yang aku cintai. Aku akan melindungimu sampai maut memisahkan kita, aku tidak
Violin yang mendengar janji manis pria itu
membuatnya tersipu malu, ia selalu mendapat pujian manis itu dari calon
suaminya.
“Ya, akan kupegang janjimu itu!”
Roman tersenyum manis, lalu ia memeluk Violin dan
melepaskannya.
“Violin, aku harus pergi. Aku akan mengurus
sesuatu, kamu kembali ke kelas ya? Bantu aku awasi semua orang disini?!”
“Ya baiklah, kamu mau kemana?”
“Ya, aku harus menemui Ethan. Dia memintaku untuk
menemuinya”
“Hah, sebaiknya kamu tetap disini? Dia mungkin
sedang berusaha menjebakmu, aku tidak mau sesuatu terjadi padamu!”
__ADS_1
“Jangan khawatir, aku akan siaga dan berhati- hati!”
“Ya, baiklah. Sampai jumpa lagi, Roman!”
“Sampai jumpa!”
Kemudian keduanya berpisah di jalan itu, Roman mempercepat
langkahnya ia takut dirinya membuat Ethan menunggu.
Roman berjalan dan melewati aula utama, saat itu
lah ia tidak sengaja melihat ruang aula itu terbuka. Ia juga melihat ada cahaya
yang bergerak di dalam aula itu. Roman pun berjalan mendekati aula yang menarik
perhatiannya. Ia mulai mengintip di pintu aula, ia melihat ada cahaya yang
berjalan sendiri ke cermin. Cahaya itu berwarna putih adalah cahaya dari tubuh
seorang perempuan. Seorang perempuan mengenakan mahkota sebening kaca dengan
gaun biru bulan yang indah. Gaunnya tersentuh lantai, gaun yang memiliki ekor panjang
sementara bagian depan pakaian itu tampak terbuka. Roman melihat sedikit jelas
wajah perempuan itu, ia perempuan muda dan dapat dikatakan bahwa ia masih
seorang gadis. Ia memiliki paras yang cantik rupawan, wajahnya bersinar bagai
rembulan dan di tangannya ada tanda lingkaran bewarna merah dengan sebagiannya
membentuk bulan sabit bewarna biru.
Perempuan itu tersenyum manis seolah- olah
kehadiran Roman telah di ketahui olehnya, Roman pun berhenti mengintip
perempuan itu. Roman menarik napas panjang, jantungnya mulai berdetak cepat. Ia
dibuat ketakutan tetapi ia juga mencurigai kehadiran perempuan asing itu di
tempat ini. Roman kembali mengintip perempuan itu, ia melihat perempuan itu
berhenti berjalan mendekati cermin.
Perempuan itu di depan cermin, ia tersenyum manis.
Tanpa di duga dari dalam cermin, dari dunia Glasland keluar lah seorang pria
berpakaian mantel tebal dengan di bulu di leherinya. Pria dengan usia 30
tahunan itu, ia masih terlihat tampan dan gagah. Di tangannya tidak ada tanda
klan, dan juga di keningnya tidak ada tanda ia berasal dari klan mana. Pria itu
memiliki rambut yang panjang hingga ia menata rambutnya dengan cara mengikat
__ADS_1
sebagian rambutnya itu. Penampilannya layaknya seorang pria di dunia mafia
dengan aura dingin di sekitarnya.