Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 103


__ADS_3

“Tunggu


saja!”, Aksara pergi sementara aku hanya melihat rumput di kaki. Warna hijau


tua dan cerah. Dalam hatiku berucap “ Kakak kemana ya? Kenapa kakak belum beri


kabar padaku? Ini sudah hampir sebulan yang seharusnya kakak mengirimkan uang


padaku. Di rumah sekarang hanya tinggal beras, hah….sedikit lagi. Mungkin hari


ini terakhir makanku. Aku harus cari kerja pulang sekolah nanti”.


 


 


Tak lama


kemudian Aksara datang dengan membawa burger dan minuman.


 


 


“Ini


untukmu, makan!”,


 


 


Kuambil


pemberian Aksara lalu memakannya, “ Terima kasih”.


 


 


“Sama-sama”,


Aksara pun memakan makanan juga.


 


 


“Aku


sengaja membelikan dua tadi, kupikir kamu lapar dan menyembunyikannya dariku.


Tapi kenapa? Aku kan temanmu!”,


 


 


Melihat


Aksara sebentar, lalu meminum minuman pemberiannya. Membuang sampah.


 


 


“Jika aku


ngomong seperti itu dan teman-teman mendengarnya pasti mereka akan mengejekku.


Mereka tak hanya akan mengejek tetapi juga akan mencoba mengeluarkanku. Selama


ini aku menyembunyikan yang sebenarnya, aku bukanlah orang kaya dan aku sekolah


disini pun itu karena kakaku. Ia berusaha keras untuk semua ini”


 


 


Aksara


terdiam sejenak, “ Apa itu memang berlaku disini?”,


 


 


“Apa kamu


melihat anak-anak elite? Penampilan mereka yang mewah, semua orang berangkat


dengan motor dan mobil. Atau diantar jemput sopir pribadi sementara aku hanya


dengan sepeda. Itu pun sepeda satu-satunya. Rumahku sederhana dan kecil. Dimata


mereka, mereka tidak akan menerima orang sepertiku di sekolah ini. Sekarang aku


tanya padamu, apa kamu akan menceritakan tentangku ini pada mereka?”,


 


 


“Tidak,


aku tidak akan menceritakannya pada mereka. Lagi pula aku berteman tidak


memandang fisik atau kekayaan. Aku membenci orang-orang yang baik tapi di dalam


hati mereka busuk. Aku sangat membencinya!”,


 


 


“Hah,


kupikir cuman aku saja seperti ini”,


 


 


“Ya aku


juga”,


 


 


“Dan


ternyata tidak!”,


 


 


“Benar”


 


 


***


 


 


Jam pulang


sekolah,


 


 


Aku


mendapati sepedaku di rusak oleh seseorang, ban sepeda lepas dan dibuang entah


kemana, keranjang sepeda pun sampai penyok. Kini aku hanya bisa melihat


kerangkanya saja. Diam membisu, lalu berjalan menuju pintu keluar gerbang

__ADS_1


sekolah.


 


 


Aksara


berjalan menuju parkir sekolah dan masuk ke mobil mewahnya. Lalu melaju menuju


gerbang sekolah dan berhenti tepat di samping Aresha.


 


 


“ Mel,


masuk yuk! Aku antar pulang”,


 


 


Aku pun


masuk ke dalam mobil Aksara, sambil menundukan kepala dan terus diam.


 


 


“Sepedamu


ya! Tega sekali mereka padamu, menurutmu siapa yang melakukannya?”,


 


 


Terus


diam dan berpikir pada sekolompok wanita yang menatapku di jalan tadi dengan


penampilan mewah mereka.


 


 


“Ya


sudah, aku akan mengantarmu pulang. Dimana rumahmu? Sudah jangan menangis lagi.


Besok aku akan menjemputmu, jadi kita akan berangkat ke sekolah bersama-sama”,


 


 


“Tapi itu


sepeda pemberian kakaku, aku tidak menjaga pemberian kakaku dengan benar. Aku


memang tidak bisa di percaya!”,


 


 


“Sudahlah


jangan menangis! Itu bukan salahmu tapi salah mereka. Mereka tidak tahu diri!”,


 


 


***


 


 


Sekelompak


Aresha yang sedih. Mereka berempat sengaja melakukannya.


 


 


Lalu


mereka pulang dengan sepeda motor, mobil dan di jemput sopir pribadi. Mereka


senang telah menjahili anak itu.


 


 


***


 


 


Setiba di


depan rumah, aku turun dari mobil Aksara. “ Terima kasih sudah mengantarku


pulang”,


 


 


“Sama-sama


jadi besok aku akan menjemputmu!”,


 


 


“Iya”,


 


 


“Berikan


nomor handphonemu padaku!”,


 


 


Aku pun


memberikan nomor handphoneku padanya, “ Ini!”


 


 


“Oke,


nanti aku chat kamu. Aku pergi dulu ya!”,


 


 


“Ya


hati-hati di jalan”,


 


 


Aksara


memutar balik mobil dan pergi. Berjalan masuk ke rumah dengan rasa legah telah

__ADS_1


pulang dan menyelesaikan jam sekolah.


 


 


***


 


 


Aksara


menatap tajam ke depan sambil mengemudikan mobil dengan cepat. Ia pulang ke


rumah besarnya dan mendapati pelayan-pelayan di rumah.


 


 


“Apa


kalian sudah tahu dimana cristal biru itu berada?”,


 


 


“Maaf


Tuan Aksara, kami kehilangan jejak. Kami kehilangan cristal itu, tapi kami


menduga bahwa cristal itu masih berada pada wanita itu dan disembunyikannya


pada tempat yang sulit kami ketahui”,


 


 


“Kalau


begitu terus cari, tapi kali ini jangan sampai kehilangan lagi! Atau nyawa


kalian akan jadi taruhannya”,


 


 


“Baik


Tuan Aksara!”,


 


 


Beberapa


orang pergi keluar rumah besar itu dan pergi mencari cristal biru yang


menghilang.


 


 


Jangan


lupa klik bintang dan rate ya!


 


 


Aksara


pergi ke ruang kerjanya dan mencoba berpikir dimana cristal itu sekarang.


 


 


“Aku


harus secepatnya mendapatkan beda itu, tapi dimana dia sekarang? Aku sudah


meminta anak buahku untuk terus mengikuti wanita itu, tapi kenapa bisa


kehilangan jejak? Aku yakin pasti ada sihir dan kekuatan tersembunyi. Aku harus


mencari tahunya sekarang!,”ucap Aksara.


 


 


***


 


 


Emelia


pergi menemui seseorang di sebuah rumah misterius. Ia menemui seorang pria.


 


 


“Kenapa


lama sekali, Bu?,”tanya pria itu


 


 


“Maafkan


aku putraku, tapi ibu menetapi janji ibu padamu kan? Ibu harap kamu berubah,


semua manusia itu berhak untuk menentukan hidup mereka. Ibu sudah melakukan


semuanya untukmu, sekarang ibu harap kamu memperbaiki hidupmu di dunia ini”,


 


 


“Ibu, aku


kan sudah janji padamu bahwa aku akan memperbaiki hidupku. Aku tidak akan


menyakiti mereka, Bu!”,


 


 


“Bagus,


sekarang apa kamu ingin pergi keluar? Tapi ibu harap di malam hari saja, ibu


takut kamu melakukan hal di luar dugaan. Dengar Yoong, di luar sana banyak


manusia yang suka mengoda. Jadi ibu harap kamu tidak tergoda oleh mereka


apalagi dengan darah segar itu”,


 


 


“Ya bu


aku mengerti!”, Lalu Emelia pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Yoong


hanya tersenyum manis. Ia mulai mempersiapkan dirinya untuk menyambut malam.


 


 

__ADS_1


__ADS_2