
“Tunggu
saja!”, Aksara pergi sementara aku hanya melihat rumput di kaki. Warna hijau
tua dan cerah. Dalam hatiku berucap “ Kakak kemana ya? Kenapa kakak belum beri
kabar padaku? Ini sudah hampir sebulan yang seharusnya kakak mengirimkan uang
padaku. Di rumah sekarang hanya tinggal beras, hah….sedikit lagi. Mungkin hari
ini terakhir makanku. Aku harus cari kerja pulang sekolah nanti”.
Tak lama
kemudian Aksara datang dengan membawa burger dan minuman.
“Ini
untukmu, makan!”,
Kuambil
pemberian Aksara lalu memakannya, “ Terima kasih”.
“Sama-sama”,
Aksara pun memakan makanan juga.
“Aku
sengaja membelikan dua tadi, kupikir kamu lapar dan menyembunyikannya dariku.
Tapi kenapa? Aku kan temanmu!”,
Melihat
Aksara sebentar, lalu meminum minuman pemberiannya. Membuang sampah.
“Jika aku
ngomong seperti itu dan teman-teman mendengarnya pasti mereka akan mengejekku.
Mereka tak hanya akan mengejek tetapi juga akan mencoba mengeluarkanku. Selama
ini aku menyembunyikan yang sebenarnya, aku bukanlah orang kaya dan aku sekolah
disini pun itu karena kakaku. Ia berusaha keras untuk semua ini”
Aksara
terdiam sejenak, “ Apa itu memang berlaku disini?”,
“Apa kamu
melihat anak-anak elite? Penampilan mereka yang mewah, semua orang berangkat
dengan motor dan mobil. Atau diantar jemput sopir pribadi sementara aku hanya
dengan sepeda. Itu pun sepeda satu-satunya. Rumahku sederhana dan kecil. Dimata
mereka, mereka tidak akan menerima orang sepertiku di sekolah ini. Sekarang aku
tanya padamu, apa kamu akan menceritakan tentangku ini pada mereka?”,
“Tidak,
aku tidak akan menceritakannya pada mereka. Lagi pula aku berteman tidak
memandang fisik atau kekayaan. Aku membenci orang-orang yang baik tapi di dalam
hati mereka busuk. Aku sangat membencinya!”,
“Hah,
kupikir cuman aku saja seperti ini”,
“Ya aku
juga”,
“Dan
ternyata tidak!”,
“Benar”
***
Jam pulang
sekolah,
Aku
mendapati sepedaku di rusak oleh seseorang, ban sepeda lepas dan dibuang entah
kemana, keranjang sepeda pun sampai penyok. Kini aku hanya bisa melihat
kerangkanya saja. Diam membisu, lalu berjalan menuju pintu keluar gerbang
__ADS_1
sekolah.
Aksara
berjalan menuju parkir sekolah dan masuk ke mobil mewahnya. Lalu melaju menuju
gerbang sekolah dan berhenti tepat di samping Aresha.
“ Mel,
masuk yuk! Aku antar pulang”,
Aku pun
masuk ke dalam mobil Aksara, sambil menundukan kepala dan terus diam.
“Sepedamu
ya! Tega sekali mereka padamu, menurutmu siapa yang melakukannya?”,
Terus
diam dan berpikir pada sekolompok wanita yang menatapku di jalan tadi dengan
penampilan mewah mereka.
“Ya
sudah, aku akan mengantarmu pulang. Dimana rumahmu? Sudah jangan menangis lagi.
Besok aku akan menjemputmu, jadi kita akan berangkat ke sekolah bersama-sama”,
“Tapi itu
sepeda pemberian kakaku, aku tidak menjaga pemberian kakaku dengan benar. Aku
memang tidak bisa di percaya!”,
“Sudahlah
jangan menangis! Itu bukan salahmu tapi salah mereka. Mereka tidak tahu diri!”,
***
Sekelompak
Aresha yang sedih. Mereka berempat sengaja melakukannya.
Lalu
mereka pulang dengan sepeda motor, mobil dan di jemput sopir pribadi. Mereka
senang telah menjahili anak itu.
***
Setiba di
depan rumah, aku turun dari mobil Aksara. “ Terima kasih sudah mengantarku
pulang”,
“Sama-sama
jadi besok aku akan menjemputmu!”,
“Iya”,
“Berikan
nomor handphonemu padaku!”,
Aku pun
memberikan nomor handphoneku padanya, “ Ini!”
“Oke,
nanti aku chat kamu. Aku pergi dulu ya!”,
“Ya
hati-hati di jalan”,
Aksara
memutar balik mobil dan pergi. Berjalan masuk ke rumah dengan rasa legah telah
__ADS_1
pulang dan menyelesaikan jam sekolah.
***
Aksara
menatap tajam ke depan sambil mengemudikan mobil dengan cepat. Ia pulang ke
rumah besarnya dan mendapati pelayan-pelayan di rumah.
“Apa
kalian sudah tahu dimana cristal biru itu berada?”,
“Maaf
Tuan Aksara, kami kehilangan jejak. Kami kehilangan cristal itu, tapi kami
menduga bahwa cristal itu masih berada pada wanita itu dan disembunyikannya
pada tempat yang sulit kami ketahui”,
“Kalau
begitu terus cari, tapi kali ini jangan sampai kehilangan lagi! Atau nyawa
kalian akan jadi taruhannya”,
“Baik
Tuan Aksara!”,
Beberapa
orang pergi keluar rumah besar itu dan pergi mencari cristal biru yang
menghilang.
Jangan
lupa klik bintang dan rate ya!
Aksara
pergi ke ruang kerjanya dan mencoba berpikir dimana cristal itu sekarang.
“Aku
harus secepatnya mendapatkan beda itu, tapi dimana dia sekarang? Aku sudah
meminta anak buahku untuk terus mengikuti wanita itu, tapi kenapa bisa
kehilangan jejak? Aku yakin pasti ada sihir dan kekuatan tersembunyi. Aku harus
mencari tahunya sekarang!,”ucap Aksara.
***
Emelia
pergi menemui seseorang di sebuah rumah misterius. Ia menemui seorang pria.
“Kenapa
lama sekali, Bu?,”tanya pria itu
“Maafkan
aku putraku, tapi ibu menetapi janji ibu padamu kan? Ibu harap kamu berubah,
semua manusia itu berhak untuk menentukan hidup mereka. Ibu sudah melakukan
semuanya untukmu, sekarang ibu harap kamu memperbaiki hidupmu di dunia ini”,
“Ibu, aku
kan sudah janji padamu bahwa aku akan memperbaiki hidupku. Aku tidak akan
menyakiti mereka, Bu!”,
“Bagus,
sekarang apa kamu ingin pergi keluar? Tapi ibu harap di malam hari saja, ibu
takut kamu melakukan hal di luar dugaan. Dengar Yoong, di luar sana banyak
manusia yang suka mengoda. Jadi ibu harap kamu tidak tergoda oleh mereka
apalagi dengan darah segar itu”,
“Ya bu
aku mengerti!”, Lalu Emelia pergi meninggalkan tempat itu. Sementara Yoong
hanya tersenyum manis. Ia mulai mempersiapkan dirinya untuk menyambut malam.
__ADS_1