
“Hah
yang benar saja, Aresha tak akan mengenaliku lagi. Ketika ia membuka mata
bukankah ia akan mengenali seseorang yang berada di depannya sekarang ini?”,
“Tapi
aku yakin ia akan mengingat diri kita di masa depan itu”,
“Hah,
cara merebut bukanlah cara yang baik. Kita bisa mencari cara lain,”ucap Aira
“Ya
yang lebih lembut!”,
“Benar
tapi apa?”,
“Eriska
menjadi dayang Aresha di Royal Blood”,
“Hah
yang benar saja, cara itu akan membuatku terbunuh Aira!”,
“Hanya
itu caranya, kamu bisa mengingatkannya perlahan-lahan”,
“Hah,
baiklah-baiklah akan kulakukan!”
Dua
pria itu tersenyum manis.
***
Aku
membuta mata dan merasa telah berada di tempat lain. Di sebuah kamar yang luas
nan megah dan seorang pria disampingku. Aku kaget dan bangun. Melihat pria itu
sejenak dan seperti tak asing bagiku. Pria itu pun terbangun dan langsung
memeluk erat diriku. Tapi aku merasa aneh sekali dalam pelukannya. Aku merasa
dia adalah sahabatku di sekolah dan tempat ini aneh bagiku.
“Tak
perlu khawatir, kamu baik-baik saja Aresha. Kamu hanya tidur beberapa saat”,
“Sudah
berapa lama aku tertidur?”,
“Hitungan
waktu sangat cepat saat kamu tidur, jadi tak perlu diperhitungkan”,
“Kamu
siapa?”,
Pria
itu menatap diriku, “ Aku ini Aksara, pria yang kamu cintai”,
“Benarkah?
Apa aku mencintaimu? Aku tidak tahu, sekarang perasaanku kacau sekali”,
Entah
apa, Aksara memalingkan dirinya dan memintaku naik kepungungnya. Ia membawaku
keluar dari kamar ini. Aku mulai melihat penjaga dan dayang mengiringi langkah
kami. Ia menurunkanku di bangku taman yang dihiasi banyak bunga. Duduk
disampingku, tapi aku mulai merasa aneh kembali hingga aku tak sadar bahwa aku
kembali tertidur.
Aksara
yang melihat Aresha tertidur hanya tersenyum manis, ia tahu bahwa itu adalah
efek sebelum ingatannya kembali pulih.
***
__ADS_1
Tiga
hari kemudian,
Aku
terbangun dengan pakaian yang berbeda dari hari sebelumnya yang membuatku kaget
terbangun dan cepat pergi ke luar kamar. Tapi aku malah bertemu dengan
dayang-dayang.
“Selamat
pagi Putri Aresha!”,
“Dimana
Aksara, dan bagaimana aku bisa tiba di istana ini?”,
“Tuan
Putri tak perlu cemas, Aksara membawa tuan putri kemari. Aksara lah yang telah
menyelamatkan tuan putri dari kematian”,
“Dia
lakukan itu?”,
“Ya
benar tuan putri”,
“Lalu
dia dimana?”,
“Sekarang
dia sedang bertugas sebagai raja, ia berada diistana kerajaan”,
“Lalu
ini dimana?”,
“Ini
kastil tuan putri, kastil ini tempat peristirahatan raja dan tuan putri”,
“Sebenarnya
“Benar
tuan putri, tuan putri kami telah menghidangkan makanan di ruang makan. Mari
hamba antar tuan putri!”,
Aku
pun mengikuti langkah dua dayang yang mengantarku sementara dayang lainnya
membereskan tempat tidur. Aku kaget ada banyak makanan di atas meja makan ini.
Mejanya pun panjang dan lebar, hiasannya bagaikan di sebuah kerajaan. Ya memang
ini di dunia kerajaan dan aku baru ingat itu.
Aku
pun semakin bingung dan baru menyadari ucapan mereka padaku, tuan putri. Aku
berpikir ini hanyalah mimpi dan berharap cepat terbangun dari mimpi ini.
“Dayang,
bisakah kamu membangunkan aku dari mimpi ini?”,
Dua
dayang saling menatap satu sama lain, “Maaf tuan putri”, tiba-tiba salah satu
dayang menghampiriku dan mencubit tanganku.
“Aw,
sakit!”ucapku.
“Maafkan
hamba, tuan putri!”,
“Tidak
apa, hah ini benar-benar nyata. Seharusnya waktu itu aku di Desa Flower
sekarang. Apa jangan-jangan waktu kedatangan mereka yang membuat…dan kabut itu!
Aku harus menanyakan ini pada Aksara”,
__ADS_1
Dayang
menjauh dariku, dan aku mulai sarapan pagi sendirian. Usai sarapan aku langsung
pergi ke kamar dan pergi mandi dengan wangian ribuan bunga mawar. Dalam air aku
berpikir dan saat melihat bayanganku sendiri, “ Sebenarnya apa yang telah
terjadi, kenapa ingatan aneh ada padaku. Hah buku itu juga aneh, kenapa aku
dibilang ratu sihir? Aku kan cuman manusia dan kenapa juga aku bisa ada disini?
Hah, seharusnya aku tidak harus menerima kristal biru yang berujung membawaku
kesini”.
***
Sisi
lain, Eriska berhasil menyamar menjadi dayang di kerajaan Royal Blood, tetapi
dirinya tidak menemukan Aresha. Ia hanya mendapati Aksara.
***
Kastil,
Menunggu
kedatangan Aksara itu membosankan, aku bahkan telah menyediakan beberapa
pertanyaan untuknya. Karna terlalu bosan menunggu Aksara datang akhirnya aku
memutuskan untuk pergi ke taman kastil dengan diiringi pada dayang. Duduk di
bangku taman.
“
Dayang, bolehkah aku bertanya padamu?”,
“Tentu
saja tuan putri, apapun akan hamba jawab”,
“Kenapa
kamu memanggilku dengan sebutan tuan putri?”,
“Itu
karena perintah Tuan Aksara”
“Aksara
itu siapa hingga bisa memerintah kalian?”,
“Dia
adalah raja dari kerajaan Royal Blood”,
“Seorang
raja?”,
“Benar
tuan putri”,
“Kalian
tahu bagaimana bisa aku sampai disini?”,
“Aksara
membawa tuan putri seorang diri”,
“Baiklah,
terima kasih telah menjawab”,
“Sudah
tugas hamba untuk membantu tuan putri”,
Aku
pun menunggu kedatangan Aksara sepanjang hari, ya memang waktu yang membosankan
tapi waktu inilah yang membuatku semakin yakin untuk bertanya pada Aksara yang
telah membawaku ke dunia aneh ini.
Kastil,
Menunggu kedatangan Aksara itu membosankan, aku bahkan telah menyediakan beberapa
pertanyaan untuknya. Karna terlalu bosan menunggu Aksara datang akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke taman kastil dengan diiringi pada dayang. Duduk di bangku taman.
__ADS_1