Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 122


__ADS_3

“Hah


yang benar saja, Aresha tak akan mengenaliku lagi. Ketika ia membuka mata


bukankah ia akan mengenali seseorang yang berada di depannya sekarang ini?”,


“Tapi


aku yakin ia akan mengingat diri kita di masa depan itu”,


“Hah,


cara merebut bukanlah cara yang baik. Kita bisa mencari cara lain,”ucap Aira


“Ya


yang lebih lembut!”,


“Benar


tapi apa?”,


“Eriska


menjadi dayang Aresha di Royal Blood”,


“Hah


yang benar saja, cara itu akan membuatku terbunuh Aira!”,


“Hanya


itu caranya, kamu bisa mengingatkannya perlahan-lahan”,


“Hah,


baiklah-baiklah akan kulakukan!”


Dua


pria itu tersenyum manis.


***


Aku


membuta mata dan merasa telah berada di tempat lain. Di sebuah kamar yang luas


nan megah dan seorang pria disampingku. Aku kaget dan bangun. Melihat pria itu


sejenak dan seperti tak asing bagiku. Pria itu pun terbangun dan langsung


memeluk erat diriku. Tapi aku merasa aneh sekali dalam pelukannya. Aku merasa


dia adalah sahabatku di sekolah dan tempat ini aneh bagiku.


“Tak


perlu khawatir, kamu baik-baik saja Aresha. Kamu hanya tidur beberapa saat”,


“Sudah


berapa lama aku tertidur?”,


“Hitungan


waktu sangat cepat saat kamu tidur, jadi tak perlu diperhitungkan”,


“Kamu


siapa?”,


Pria


itu menatap diriku, “ Aku ini Aksara, pria yang kamu cintai”,


“Benarkah?


Apa aku mencintaimu? Aku tidak tahu, sekarang perasaanku kacau sekali”,


Entah


apa, Aksara memalingkan dirinya dan memintaku naik kepungungnya. Ia membawaku


keluar dari kamar ini. Aku mulai melihat penjaga dan dayang mengiringi langkah


kami. Ia menurunkanku di bangku taman yang dihiasi banyak bunga. Duduk


disampingku, tapi aku mulai merasa aneh kembali hingga aku tak sadar bahwa aku


kembali tertidur.


Aksara


yang melihat Aresha tertidur hanya tersenyum manis, ia tahu bahwa itu adalah


efek sebelum ingatannya kembali pulih.


***

__ADS_1


Tiga


hari kemudian,


Aku


terbangun dengan pakaian yang berbeda dari hari sebelumnya yang membuatku kaget


terbangun dan cepat pergi ke luar kamar. Tapi aku malah bertemu dengan


dayang-dayang.


“Selamat


pagi Putri Aresha!”,


“Dimana


Aksara, dan bagaimana aku bisa tiba di istana ini?”,


“Tuan


Putri tak perlu cemas, Aksara membawa tuan putri kemari. Aksara lah yang telah


menyelamatkan tuan putri dari kematian”,


“Dia


lakukan itu?”,


“Ya


benar tuan putri”,


“Lalu


dia dimana?”,


“Sekarang


dia sedang bertugas sebagai raja, ia berada diistana kerajaan”,


“Lalu


ini dimana?”,


“Ini


kastil tuan putri, kastil ini tempat peristirahatan raja dan tuan putri”,


“Sebenarnya


“Benar


tuan putri, tuan putri kami telah menghidangkan makanan di ruang makan. Mari


hamba antar tuan putri!”,


Aku


pun mengikuti langkah dua dayang yang mengantarku sementara dayang lainnya


membereskan tempat tidur. Aku kaget ada banyak makanan di atas meja makan ini.


Mejanya pun panjang dan lebar, hiasannya bagaikan di sebuah kerajaan. Ya memang


ini di dunia kerajaan dan aku baru ingat itu.


Aku


pun semakin bingung dan baru menyadari ucapan mereka padaku, tuan putri. Aku


berpikir ini hanyalah mimpi dan berharap cepat terbangun dari mimpi ini.


“Dayang,


bisakah kamu membangunkan aku dari mimpi ini?”,


Dua


dayang saling menatap satu sama lain, “Maaf tuan putri”, tiba-tiba salah satu


dayang menghampiriku dan mencubit tanganku.


“Aw,


sakit!”ucapku.


“Maafkan


hamba, tuan putri!”,


“Tidak


apa, hah ini benar-benar nyata. Seharusnya waktu itu aku di Desa Flower


sekarang. Apa jangan-jangan waktu kedatangan mereka yang membuat…dan kabut itu!


Aku harus menanyakan ini pada Aksara”,

__ADS_1


Dayang


menjauh dariku, dan aku mulai sarapan pagi sendirian. Usai sarapan aku langsung


pergi ke kamar dan pergi mandi dengan wangian ribuan bunga mawar. Dalam air aku


berpikir dan saat melihat bayanganku sendiri, “ Sebenarnya apa yang telah


terjadi, kenapa ingatan aneh ada padaku. Hah buku itu juga aneh, kenapa aku


dibilang ratu sihir? Aku kan cuman manusia dan kenapa juga aku bisa ada disini?


Hah, seharusnya aku tidak harus menerima kristal biru yang berujung membawaku


kesini”.


***


Sisi


lain, Eriska berhasil menyamar menjadi dayang di kerajaan Royal Blood, tetapi


dirinya tidak menemukan Aresha. Ia hanya mendapati Aksara.


***


Kastil,


Menunggu


kedatangan Aksara itu membosankan, aku bahkan telah menyediakan beberapa


pertanyaan untuknya. Karna terlalu bosan menunggu Aksara datang akhirnya aku


memutuskan untuk pergi ke taman kastil dengan diiringi pada dayang. Duduk di


bangku taman.



Dayang, bolehkah aku bertanya padamu?”,


“Tentu


saja tuan putri, apapun akan hamba jawab”,


“Kenapa


kamu memanggilku dengan sebutan tuan putri?”,


“Itu


karena perintah Tuan Aksara”


“Aksara


itu siapa hingga bisa memerintah kalian?”,


“Dia


adalah raja dari kerajaan Royal Blood”,


“Seorang


raja?”,


“Benar


tuan putri”,


“Kalian


tahu bagaimana bisa aku sampai disini?”,


“Aksara


membawa tuan putri seorang diri”,


“Baiklah,


terima kasih telah menjawab”,


“Sudah


tugas hamba untuk membantu tuan putri”,


Aku


pun menunggu kedatangan Aksara sepanjang hari, ya memang waktu yang membosankan


tapi waktu inilah yang membuatku semakin yakin untuk bertanya pada Aksara yang


telah membawaku ke dunia aneh ini.


Kastil,


Menunggu kedatangan Aksara itu membosankan, aku bahkan telah menyediakan beberapa


pertanyaan untuknya. Karna terlalu bosan menunggu Aksara datang akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke taman kastil dengan diiringi pada dayang. Duduk di bangku taman.

__ADS_1


__ADS_2