
Sepanjang malam, aku tak bisa tidur. Entah bagaimana dengan suamiku, apa mungkin dia bisa
tidur? Sedangkan Aresha marah padanya.
Seperti biasa aku menemui Aira didepan pintu gerbang istana.
“Ratu Aresha, aku membawakan bunga untukmu” ucap Aira.
“Terima kasih banyak”
“ Hari ini kita jalan-jalan kan?”
“Ya!”
Tiba-tiba
Tagao berucap dari belakang, “ Tidak, dia akan bersamaku hari ini. Terima kasih
sudah mengantarkan pesanan istriku”. Kudengar ucapan itu dari belakang, menoleh
dan melihat Tagao berjalan mendekat.
Aira
menundukan kepalanya, memberi hormat dan berucap “ Hormat hamba pada Raja Tagao”.
“
Berdirilah, terima kasih sudah mengantarkan pesanan istriku. Tapi aku minta
maaf sebelumnya, dia tak akan jalan-jalan hari ini”.
Aira
berdiri dan berucap “ Baiklah, kalau begitu aku permisi dulu”. Aira pergi
meninggalkanku. Kuberikan bunga yang ada ditangan ke Tagao. Lalu berjalan
meninggalkannya, Tagao menyusul dan berucap “ Kamu masih marah?”.
“
Tidak!”
“
Aku marah padamu? Tidak!”
“
Aku janji tak akan pergi lagi dan jika pergi akan mengajakmu juga”
“
Janji, janji, janji, janji dan janji”
Tagao
memberikan bunga pada Aresha, lalu mengendong Aresha masuk ke istana.
“
Apa yang kamu lakukan? Turunkan aku!”. Tagao mulai menurunkan diriku.
“
Aku akan melakukannya lagi jika kamu tidak memaafkan!”
“
Ya baiklah, aku maafkan”. Tiba-tiba Tagao langsung memeluk diriku.
Takara
berjalan menuruni tangga dan berucap “ Hem, kakak. Zuya menunggu kakak lo di
taman belakang”.
Tagao
melepaskan pelukan, melihat Takara dan berucap “ Ya baiklah”, “ Aresha, aku
pergi dulu. Jangan kemana-mana!”.
“
Huh, yang ada kamu jangan kemana-mana”.
Tagao
pergi ke taman belakang menemui Zuya.
“
Kak Aresha, aku ke atas dulu. Mau menemani ibu” ucap Takara.
“
Ya!”.
Begitu
Takara pergi, dan aku sendirian. “ Ini kesempatan baik, aku harus tau apa yang
mereka bicarakan disana!” ucapku.
***
Kulihat
Tagao dan Zuya duduk dibangku. Kudengar juga apa yang mereka bicarakan.
“
Wolf, bergerak lebih cepat. Aku khawatir
mereka sampai kemari. Kita harus memenangkan perang ini Tagao, membalas
perbuatan mereka untuk kematian Kazima dan Danes”, “ Wilayah Peri semakin sempit, Raja Oishima
mencoba mempertahankan wilayahnya” ucap Zuya.
“
Apa Aresha mengetahui hal ini? Kamu cerita padanya?”
“
Tidak, aku tak bisa cerita padanya. Kamu tau jika aku cerita pada Aresha, dia
akan membunuhku. Penghianat, aku menghianatinya”
“
__ADS_1
Sebaiknya aku cepat meminta pengawal untuk menjaga wilayah ini”
“
Ya, biar aku saja kak. Aku yang akan meminta mereka. Tapi kak, aku takut lama
kelamaan Aresha mengetahui semuanya. Kalau sebenarnya aku lah penghianat
baginya, dia mencoba membunuh keluarga ini dan aku mencegahnya.”
“
Jangan khawatir Zuya, em..Yuza. Aku akan menjelaskan semuanya pada Aresha. Aku
sungguh mencintainya”
“
Aku harap kamu segera menjelaskan semuanya, aku hanya tidak ingin Aresha sampai
mengutuk tempat ini karena dia penyihir satu-satunya di bumi. Kekuatanku
melemah, entah sebab apa. Lama kelamaan akan menghilang”.
Kudengar
jelas percakapan itu, berguman dalam hati “ Jadi selama ini kegagalanku karena
Zuya menghianatiku. Racun ular bersatu dalam menu makanan, Zuya memberikan
penawarnya dalam makanan tapi kapan itu terjadi? Apa pada bubuk yang mereka
tuangkan, penyedap makanan? Mungkin!. Apa ini yang namanya cinta buta? Hingga melupakan siapa Ratu-nya? Kazima
dan Danes, mereka masih hidup. Aku yakin mereka masih hidup, mereka bohong
padaku”. Aku tak dapat menahan kesedihan, hingga aku menangis dan berlari.
Mengambil kuda, membawanya keluar dari kadang lalu menungganginya. Saat itu lah
Takara tak sengaja melihat Aresha pergi dengan kuda, “ Apa yang terjadi
padanya? Mengapa Aresha menangis? Pasti ada sesuatu yang terjadi lagi. Apa
kakak pergi lagi tanpa ijin?” tanya Takara.
Berlari sekuat-kuatnya, sejauh-jauhnya menuju
hutan Argon. Kuhapus air mataku dengan tangan dan berucap “ Aku tak menyangka,
penghianat itu adalah orang dekat denganku. Kupercaya padanya tapi dia
menghianatiku. Aku mencoba menjadi istri yang baik, mencoba memaafkannya. Tapi
apa, suamiku sendiri yang membunuh diriku. Dia tak mencintaiku, dia menghianati
cintaku. Aku harus menemui Raja Oishima meminta penjelasan darinya”.
Takara
yang melihat Aresha cepat-cepat menemui Tagao. Ketika itu Tagao telah usai
bicara pada Zuya. Takara menghampiri kakaknya dan berucap “ Kakak, apa kakak
berkelahi lagi dengan Aresha?”.
“
Tidak, kakak tak berkelahi. Memang apa yang terjadi pada Aresha?”
“
melihatnya menangis, dia sangat sedih”
Tagao
mulai berpikir mengapa Aresha seperti itu, dipikirannya ingatlah yang baru saja
dia bicarakan dengan Zuya. “ Aku akan segera mencarinya. Aku tau apa sebabnya
Aresha pergi. Dia akan pergi meninggalkanku selamanya”.
“
Apa yang kakak maksdu? Memang kakak salah apa padanya?”
“
Dia tau semuanya, dia telah tau. Mungkin dia mengikutiku tadi, dia telah
mendengar semuanya”
“
Ini gawat kakak, bagaimana kalau Aresha bunuh diri”
“
Biar aku bantu Tagao, aku yakin Aresha belum jauh”
“
Ya, ya Zuya!”.
Kemudian
Zuya dan Tagao berserta pasukan mencari Aresha di mana-mana.
***
Dengan
kekuatan yang kumiliki, aku dapat dengan cepat sampai ke wilayah peri. Tanpa
basa-basi dengan cepat diriku menemui Raja Oishima. Raja Oishima duduk di kursi
singgasananya, dirinya nampak melamun.
“
Dimana putramu? Apa yang kamu lakukan setelah pewaris tahtamu telah mati?
Semuanya begitu indah dan sempurna bukan?” ucapku.
Raja
Oishima melihat kedepan, kaget bukan main, mencoba menenangkan diri didepan
Aresha dan berucap “ Aresha! Selamat datang Aresha. Ada yang bisa aku bantu
untukmu?”.
“
Ada, ya! Katakan padaku tentang semuanya dengan jujur”.
“
__ADS_1
Tentang apa?”
“
Terus berpura-pura saja. Ya, setelah kematian putramu. Semuanya tak ada lagi,
tak ada harapan. Mengapa kamu menyembunyikan semuanya dariku? Kau juga
menghianati ibuku?”.
Raja
Oishima mendekati Aresha dan berucap “ Aku tidak menghianati Ratu Mora, kau
harus ingat itu!”.
“
Lalu bagaimana dengan putri kecilnya?”
“
Aresha, aku sungguh minta maaf. Aku tidak bermaksud membohongimu tapi…”
“
Tapi apa?”
“
Karena Tagao sangat mencintaimu. Yuza sangat mencintai Takara, Takara
mengetahui kalau kakaknya mencintai Aresha. Takara tau kalau orang yang membawa
pergi tahanan yang sebentar lagi menjalani hukuman matinya adalah wanita yang
dicintai Tagao. Dalam kesempatan ini, Takara mengajukan syarat pada Yuza. Jika
Yuza ingin meminangnya, dia harus membuat dirimu menikah dengan kakaknya. Yuza
merencakan semua ini dengan matang. Dengan bantuan unggur biru, Yuza
menciptakan pemburuan. Tagao, dan dua temannya menyerang. Kami mencoba
melindungi dan menjauhkanmu dari mereka. Lalu Yuza mengajakmu menikah dengan
siasat balas dendam. semuanya berjalan lancar disusul dengan Takara menepati
janjinya”
“ Lalu bagaimana dengan kematian Kazima dan Danes? Apa juga dalam rencana?”
“Tidak, tidak. Wolf semakin berkuasa dengan bantuan penyihir. Mereka menyerang
wilayah vampire. Tagao dan Zuya mencoba membantu kami. Namun kami kalah. Kazima dan Danes mengorbankan diri mereka”
“Lalu kau diam saja disana?”, menunjuk ke kursi singgasana.
“Aku mencoba berpikir bagaimana caranya mengalahkan mereka”
“
Sudahlah, tak ada lagi yang bisa aku percaya. Lupakan saja semuanya!”.
Kemudian
aku pergi meninggalkan tempat ini menuju rumah ( istana) kelahiranku.
***
Tagao
dan Zuya mencari Aresha sampai ke wilayah peri, menemui Raja Oishima.
“
Apa Aresha datang kemari?”
“
Ya, dia datang lalu pergi”
“
Kemana dia pergi?”
“
Dia tak bilang, dia begitu kecewa padaku. Pergilah dari sini, tempat ini sudah
tak ada gunanya lagi”
Kemudian
Zuya dan Tagao pergi meninggalkan tempat itu dan mencari Aresha kembali.
Sementara itu, Raja Oishima mempersiapkan pasukannya untuk mempertahankan
tempat ini dari serangan wolf. Tagao dan Zuya terus mencari Aresha, mereka
pulang dengan kekecewaan.
***
3
Minggu kemudian….
Aku
pulang ke istana, tempat suamiku tinggal. Tagao sangat senang atas
kedatanganku. Dia memeluk diriku begitu erat lalu melepaskannya kembali.
“
Kamu kemana saja? Aku mengkhawatirkanmu?”
“Aku
hanya perlu sendiri, aku kekamar dulu. Jangan cemaskan aku”.
Melangkah
masuk kamar, menutup pintu dan menguncinya. Kemudian kugunakan kekuatanku
mengubah kamar ini menjadi menara, aku berharap Tagao tak lagi bicara dan menemuiku.
Tagao,
Zuya dan Takara melihat kamar berubah menjadi menara hanya diam. Lalu Takara
berucap “ Aresha masih marah padamu, kakak”.
“Aku akan berusaha bicara padanya meski aku harus tidur di depan pintu. Aku
sangat di butakan oleh cintanya”
__ADS_1
“Menunggulah, dia akan membuka hatinya ketika melihatmu menunggunya membuka
pintu”ucap Zuya.