
“Jika begitu, ada hal lain yang harus kita lakukan?”
“Kita hanya punya kesempatan sebelum pelakunya mengunci diri kita dalam kristal ini. Siapapun mereka, mereka tidak main- main dengan semua ini” ucap Roman.
“Kita harus mencarinya kan? Selagi mencarinya, kita harus mengamankan semua klan. Apa itu artinya kita harus mengasingkan diri dari manusia? Tidak semua orang akan menyetujui hal ini!”
“Ya benar, tapi ini kita lakukan demi kebaikan semua orang. Oh, ya ampun! Apakah kita punya waktu untuk keluar dari sini sebelum di kunci? Menyelesaikan ujian ability magie tanpa kepanikan!”
“Ya, rahasiakan semua ini agar tidak ada yang panik saat ujian ability magie masih berlangsung. Setelah semuanya selesai, perintahkan semua orang kembali ke dunia. Jangan ada yang ke Glasland, kita tidak tahu apa rencana orang jahat itu!” ucap Kepala Akademi Yexiao.
Semua orang yang ada disini pun menyetujui sarannya. Semua orang mulai kembali ke lapangan ujian ability magie. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi atas kesepakatan itu. Semua orang di landa ke khawatirkan dalam lubuk hati mereka.
__ADS_1
Sementara itu keberadaan Alecia.
Dirinya terus mengamati gerak- gerik semua orang yang ada di ujian ability magie. Sesekali ia melaporkan situasi disini. Ia tidak akan menyia- nyiakan sesuatu yang sangat berharga bagi dirinya. Tidak akan lama lagi dirinya akan terbebas dari kutukan itu. Tetapi ketika dirinya hendak pergi, dirinya telah di lihat oleh pengawas Akademi Yexiao.
Alecia mulai ketakutan, ia pun secepatnya berlari kemana pun. Alecia melihat orang itu terus mengejar dirinya. Orang itu tidak lain adalah Zanko.
Alecia ketakutan, ia mempercepat larinya dan berusaha bersembunyi dari kejaran Zanko. Tetapi sesuatu yang aneh menghalanginya. Ya, Zanko menggunakan kemampuannya untuk menghalangi langkah Alecia.
Zanko pun berjalan mendekatinya, ia terkejut karna melihat Violin ada disini. Ia pun melepaskan sihir yang menghalangi langkah Alecia. Zanko berpikir Alecia adalah Violin.
“Hah, ya ampun. Violin! Aku pikir siapa, kenapa kamu lari? Bukannya kita harus mengikuti ujian ability magie ya?” ucap Zanko sembari melepaskan sihir yang menghalangi langkah Alecia.
__ADS_1
Alecia tidak menjawab, ia hanya tersenyum manis. Sorot mata Zanko pun menaburkan ke khawatiran bagi Alecia. Dirinya takut ketahuan, dan akhirnya memutuskan untuk bicara.
“Ya maaf. Aku harus kembali, aku kebelet!” ucap Alecia sembari berlari menjauhi Zanko.
Zanko yang melihat tingkah Violin itu hanya diam saja, lalu tanpa berpikir panjang lagi Zanko segera kembali ke lapangan ujian ability magie.
Alecia berhenti berlari, dan segera menggunakan cermin untuk kembali ke dunia nyata. Cahaya putih segera menyelimuti tubuhnya dan membawanya ke dunia nyata, meninggalkan Glasland.
Alecia menarik napas panjang, kini ia berada di asrama dan berada di kamarnya. Alecia membaringkan tubuhnya di kasur, ia hanya seorang diri di kamar ini. Teman sekamarnya telah pergi untuk mengikuti ujian ability magie.
“Hah, ya ampun hampir saja ketahuan! Oh, tadi di bilang Violin kan? Apa jangan- jangan gadis itu mirip denganku? Apa mungkin itu adalah Alika? Tapi, ah tidak mungkin! Gadis itu.... mungkin kah gadis itu kembali setelah kejadian itu? Jika begitu, aku harus mencari tahu siapa gadis itu. Tapi bagaimana caranya? Jika di lihat dari seragam pria itu, ia tidak lain dari Akademi Yexiao. Maka, gadis yang mirip denganku ada disana. Ya! Tidak salah lagi, aku harus mencari tahu tentang gadis itu. Jika ia memang Alika, aku harus membalas perbuatannya selama ini padaku. Aku tidak akan membiarkannya bahagia bersama pria pilihannya, tidak akan!” gerutunya mengingat kejadian yang baru saja terjadi padanya.
__ADS_1