Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 217


__ADS_3

“Baiklah! Apa kamu tidak ingin bersenang- senang dulu dengan mereka? Mereka terlihat sama dengan pengecut itu!”


“Hah, aku rasa tidak. Ada orang besar disini, penyihir bulan!” jawabnya segera menggenadalikan pasir. Pasir – pasir yang ada di sekitar pun mulai mengarah padanya mengelilingi mereka berdua, dan seketika itu lah mereka lenyap menghilang.


Roman dan yang lain telah kehilangan jejaknya. Roman dan yang lain tidak pergi begitu saja. Mereka mendekati hancuran lapangan ujian ability magie. Tidak ada yang tersisa disini, semuanya telah hancur rata dengan tanah. Tidak ada barang yang berharga dari semua ini tetapi bukan berarti tidak penting. Lapangan ini akan digunakan dalam beberapa hari ke depan, tetapi sekarang telah rata dengan tanah.


“Ah, bagaimana ini? Apa kita akan ujian seperti ini? Awas saja kau, wanita sialan!” keluh Violin dengan emosinya.


“Yah, sepertinya tidak ada yang tersisa. Bagaimana kita bisa melaporkan ini ke kepala akademi? Kurasa Buniv juga tidak akan menerima alasan kita!” ucap Zanko sembari melihat semua lapangan ujian ability magie telah rata dengan tanah.


Tanpa disangka, Roman bergegas pergi. Ia pergi dengan kecepatan seperti vampir. Ia berlari mengejar dua pelaku yang telah menghancurkan lapangan ini. Violin tidak mengejarnya, tapi Zanko tidak akan membiarkan temannya pergi seorang diri. Zanko berlari dan mengejar Roman.


Roman yakin jika orang itu tidak pergi jauh dari sini, mereka tetap disini dan tidak bisa melarikan diri dari Glasland. Zanko berupaya tetap berada di belakang Roman.


“Roman, kamu mau kemana?” tanya Zanko berupaya menyusul Roman agar tetap berada selakah di belakang Roman.


“Aku ingin mengejar mereka, mereka harus bertanggung jawab dengan apa yang telah mereka lakukan. Aku yakin mereka tidak lari secepat itu, mereka tidak akan bisa keluar dari Glasland” jawab Roman terus bergerak cepat.


Lagi- lagi Zanko legah dan ketinggalan, ia pun kembali sekuat tenaganya untuk menyusul Roman.

__ADS_1


“Itu tidak mungkin Roman! Glasland sangat luas, ini sama seperti bumi. Kamu mau mencarinya kemana?”


Langkah Roman pun terhenti, ia tidak bisa melanjutkan langkahnya lagi dan tidak bisa menjawab ucapan temannya itu. Apa yang dikatakan oleh Zanko benar sekali, Glasland sama seperti bumi hanya saja Glasland sedikit menyatu dengan bumi.


Tanpa menjawab perkataan Zanko, Roman berlari ke arah berlawanan. Ia kembali ke tempat dimana lapangan ujian ability magie rata menjadi tanah.


Lagi, lagi dan lagi Zanko harus menyusul Roman. Ya Roman adalah vampir dengan kecepatan lari yang luar biasa. Zanko berusaha keras menyusulnya.


Tidak beberapa lama kemudian, Roman dan Zanko telah tiba di lapangan ujian ability magie yang telah rata dengan tanah. Disini masih ada Violin yang terus melihat ke langit.


Zanko berjalan dengan tenang di belakang Roman, ia mencoba mengatur napasnya sebaikmungkin. Tubuhnya sudah sangat lelah karna terus berlari mengejar Roman. Hingga beberapa langkah ke depan dirinya ambruk seketika. Zanko terjatuh tak sadarkan diri.


Violin dan Roman terkejut mendengar suara itu, mereka melihat Zanko telah jatuh pingsan. Violin dan Roman pun mendekatinya.


“Hah, kenapa jadi begini? Hei, Zanko! Ada apa denganmu?” tanya Roman sembari merangkul Zanko.


“Ya sepertinya dia kelelahan mengejarmu! Memang kamu pergi kemana tadi?” jawab Violin.


“Aku pergi berlari, menurutmu?!” ucapnya terus merangkul Zanko hingga keluar dari Glasland.

__ADS_1


Kedatangan mereka telah di tunggu oleh anggota pengawas yang lain. Anggota pengawas lainnya pun segera memberikan pertolongan pada Zanko. Mereka membawa Zanko ke ruang kesehatan.


Sementara Roman dan Violin diminta untuk menemui kepala sekolah di ruangannya.


Ruang aula ini kemudian di segel oleh pengawas, memberikan peringatan pada yang lain agar tidak ke Glasland sekarang ini.


“Kepala seluruh klan, Akademi Yexiao. Harap perhatiannya! Tidak boleh memasuki Glasland sampai ada pemberitahuan yang lebih lanjut dan pernyataan aman dari kepala sekolah. Harap menjauh dari sini!” teriak seorang pengawas.


Keberadaan Aresha.


Aku mendengar dan melihat semua itu. Tidak ada yang terluka, tapi Zanko terlihat sangat kelelahan. Entah apa yang terjadi disana. Tetapi ini adalah awal permulaan dari sebuah rencana besar.


Violin dan Roman terkejut mendengar suara itu, mereka melihat Zanko telah jatuh pingsan. Violin dan Roman pun mendekatinya.


“Hah, kenapa jadi begini? Hei, Zanko! Ada apa denganmu?” tanya Roman sembari merangkul Zanko.


“Ya sepertinya dia kelelahan mengejarmu! Memang kamu pergi kemana tadi?” jawab Violin.


“Aku pergi berlari, menurutmu?!” ucapnya terus merangkul Zanko hingga keluar dari Glasland.

__ADS_1


Kedatangan mereka telah di tunggu oleh anggota pengawas yang lain. Anggota pengawas lainnya pun segera memberikan pertolongan pada Zanko. Mereka membawa Zanko ke ruang kesehatan.


__ADS_2