
Xia berusaha memperbaiki sel tanaman yang kekeringan akibat kehilangan air dalam tanaman ini. Ia mulai menggunakan air sebagai media pengobatan, memberikan air ke tanaman saja terlihat tidak cukup. Ya jika kita hanya memberinya air tanaman yang telah mengalami kerusakan sel itu akan sulit menyerap dan mentransfer air ke seluruh tubuhnya. Ia tidak akan mampu bertahan lebih lama. Xia menyadari hal itu, ia mengetahui airnya tidak cepat di serap oleh tanaman ini.
“Xia, jika hanya diam dan mencari tahu kenapa dia tidak bisa cepat sembuh itu! Yang kamu lakukan hanyalah kesalahan, tanaman itu cepat atau lambat akan mati! Jadi percepatlah keputusanmu" ucapku sembari memperhatikan dirinya.
"Ah ya maaf! Aku tidak tahu harus bagaimana!" ucapnya terus memperhatikan tanaman yang perlahan- lahan menjadi layu itu.
Xia yang tidak tahu harus bagaimana menyikapi latihannya ini pun bergegas mengambilkan air dan menyiram tanamannya seperti biasa. Ia terus saja memperhatikan tanaman yang hampir mati itu. Wajahnya yang polos akan kekurangan ilmu pengetahuan itu sangat tampak bagiku.
Detik- detik kematian tanaman itu pun semakin dekat, daun -daunnya mulai mengerting dan jatuh. Xia mulai panik dan ia berusaha keras mengembalikan tanaman itu. Xia mulai menggunakan kemampuannya sebagai pengendali elemen air. Ia berupaya memberikan pengobatan kehidupan pada tanaman itu. Air pun secepatnya mengelilingi tanaman itu, berupaya menyerap ke tanaman. Xia pun teringat akan sesuatu yang penting dalam sebuah tanaman, Xia tersenyum manis setelah menyadarinya. Ia pun mulai memperbaiki akar tanaman, ya akar tanaman adalah awal kehidupan sebuah tanaman dan kemudian Xia memperbaiki sel- sel tanaman yang rusak hingga akhirnya tanaman itu hidup kembali.
Aku tersenyum manis setelah melihat Xia melakukan itu semua, ia pun menoleh ke arahku dengan tatapan wajah yang manis.
"Yah baiklah, kuakui kamu berhasil. Anak pintar, sekarang apa yang kamu sadari?"
"Ah ya, aku bodoh! Seharusnya aku lebih banyak lagi belajar. Aku pikir jika aku setiap hari ke perpustakaan dan membaca banyak buku maka aku akan dipenuhi ilmu pengetahuan yang luar biasa. Ya, ternyata aku salah. Aku memang membaca tetapi aku tidak begitu memperlajarinya dengan benar. Ya, seharusnya aku menyerang akar tanaman dan memperbaiki sel- sel tanaman itu sebelum melihatnya layu dengan daun yang jatuh!"
"Ya, setidaknya dengan latihan hari ini kamu mengingat apa yang telah kamu dapatkan!"
__ADS_1
"Ya, tentu saja. Lalu aku akan mendapatkan latihan apa lagi hari ini?"
"Ah, ya karna kita disini maka latihannya cukup disini saja. Aku punya saran untukmu, jadi dengarkan baik- baik!"
"Ya tentu" ucapnya sembari menganggukan kepala.
"Saranku adalah lakukan latihan ini berulang kali, aku harap kamu melakukannya dengan cepat dan juga ketepatan. Latihan yang kemarin gabungkan dengan latihan ini. Kamu bisa menjadikan dua latihan ini menjadi serangan pada musuh. Kamu mengerti?"
Xia tidak menjawab, ia mencoba berpikir menjadikan latihan ini sebagai serangan sementara yang ia hadapi ini adalah menyelamatkan kehidupan. Bagaimana mungkin bisa menjadikan kehidupan ini sebagai serangan?.
"Xia, apa kamu pikir latihan ini percuma dan aneh?"
Xia terdiam, ia pun memperhatikan tanaman yang telah hidup dengan subur itu. Lalu berucap "Ya tentu, kenapa bisa menjadi begitu?"
Xia yang mendengar ucapanku itu hanya tersenyum manis, ia bahkan menatapku dengan tatapan manis. lalu menjawab, "Ya aku lebih banyak membaca tentang elemen air, tetapi tidak seperti ini!"
"Huh, ya ya.... baiklah! Kamu pikirkan sendiri saja ya? Aku mau keluar!"
"Aaa.... kamu mau kemana? Kamu tidak meninggalkan aku sendirian disini kan?"
Aku segera berdiri dan mempersiapkan diriku, lalu setelah itu mengambil kaca persegi empat dan memberikannya pada Xia.
__ADS_1
"Ini ambilah!" ucapku memberikan kaca pada Xia.
Xia mengambil kaca dari tanganku, dan menjawab "Ya, ini untuk apa?"
"Untuk menjaga dirimu! Jika kamu dalam bahaya, kamu langsung saja masuk ke cermin itu"
"Ah, tapi bagaimana caranya? Cermin ini kecil tidak akan muat untuk tubuhku yang besar!"
"Hah, dengar ya Xia! Cermin itu menyerap tubuhnya, dekati dia dan pejamkan matamu. Kamu akan tertuju padaku, kamu akan berada di tempat yang aman. Tetapi setelah kamu berada di tempat yang aman, pecahkan kacanya! Ingat ya pecahkan kacanya, jika tidak kamu akan berada dalam bahaya besar!"
"Oh, baiklah. Akan kuingat pesanmu! Baiklah, selamat bersenang- senang!"
"Ya, sebaiknya kamu juga mulai berlatih, dan siagakan dirimu untuk pergi!"
"Hem, tentu! Kamu akan pergi kemana?"
"Mengurus urusan yang penting!"
"Ya, baiklah. Semoga harimu menyenangkan!"
"Ya!" ucapku segera mengakhiri perbincanagan ini.
__ADS_1
Aku mulai membuka pintu, dan melangkah keluar dari kamar ini. Lalu berjalan meninggalkan asrama ini menuju tempat tujuanku. Saat aku berjalan meninggalkan asrama, aku sempat orang- orang yang pernah menyakiti Xia. Gadis- gadis itu bersembunyi dan mereka pikir aku tidak menyadari kehadiran mereka. Ya, hanya orang bodoh yang seperti itu. Ya mungkin mereka pikir gadis ini adalah gadis lemah yang tidak menyadari kehadiran mereka.
Aku mulai membuka pintu, dan melangkah keluar dari kamar ini. Lalu berjalan meninggalkan asrama ini menuju tempat tujuanku. Saat aku berjalan meninggalkan asrama, aku sempat orang- orang yang pernah menyakiti Xia. Gadis- gadis itu bersembunyi dan mereka pikir aku tidak menyadari kehadiran mereka. Ya, hanya orang bodoh yang seperti itu. Ya mungkin mereka pikir gadis ini adalah gadis lemah yang tidak menyadari kehadiran mereka.