Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 196


__ADS_3

Suami dari perempuan itu duduk di kursi menemani anak perempuannya yang terbaring lemah. Sementara perempuan itu duduk di kursi ruang tamu. Ia membuka kantong belanjaan yang dibeli oleh suaminya. Mengeluarkan beberapa makanan, ya seperti yang di ucapan dirinya tadi makan dengan roti lagi.


Semejak menjadi manusia, hidupnya berubah drastis bahkan dari segi ekonomi. Harta, rumah dan uang yang selama ini mereka miliki telah habis untuk membiayai pengobatan putri mereka. Tak ada yang tersisa, dan kini mereka hanya tinggal di rumah yang kecil. Suaminya pun tak lagi bekerja di kantor perusahaan besar, dia di pecat dan sekarang hanya bisa bekerja sebagai petani.


Kehidupan yang dulu penuh bergelimang harta, hanya bisa menjadi kenangan dan sekarang semuanya telah hilang. Ya, menjadi manusia dan merasakan kesedihan yang dirasakan oleh gadis yang mengutuk dirinya.


 


Perempuan itu pun melahap makanan yang ada di atas meja, ia makan sembari melihat putri kecilnya. Perasaanya terus saja tercabik- cabik, hidupnya tak lagi bahagia sejak pernikahan itu. Makan makanan yang rasanya enak tapi lagi berasa, semua terasa hambar tanpa putrinya.


Saat perempuan itu makan, ia mendapat panggilan telpon dari nomor tak di kenal. Ia pun tidak menerima panggilan dari nomor tak di kenal itu. Ia melanjutkan makannya hingga pesan singkat telah diterima di ponselnya.


Ia membaca pesan singkat itu yang membuatnya terkejut, “Alecia, apa kabar? Aku mau mengundangmu ke ujian ability magie. Aku harap kamu datang. Aku ingin membicarakan sesuatu padamu. Aku yakin kamu sedang dalam kesulitan menghadapi kutukan itu. Tetapi kutukan itu masih dapat di cegah. Ingin menghilangkannya? Temui aku!”


Perempuan itu bernama Alecia, ia adalah alumni Buniv. Ia tidak mendapatkan gelar apapun di Buniv. Pendidikannya berakhirnya di pernikahan yang membawanya ke sebuah kutukan yang harus ia terima seumur hidupnya.


Ia pun berhenti makan, dan segera membalas pesan itu sembari pikirannya memikirkan isi pesan itu. Ia mencoba menebak- nebak siapa yang telah mengirimkan pesan padanya.

__ADS_1


Alecia berguman dalam hatinya, ia berkata “Siapa yang telah mengirimiku pesan? Mungkinkah Netta? Tapi.... ini bukan dia! Dia membenciku. Tapi siapa? Mungkinkah Ethan?”.


Alecia pun mulai membalas pesan itu, “Ya aku ingin mencegahnya, apa kutukan itu benar- benar dapat di cegah?”


Tidak perlu menunggu lama, Alecia segera mendapatkan pesan balasan.


“Ya tentu, asal kamu mau berusaha dan memperbaiki kutukan itu. Gadis yang mengutukmu itu memiliki kembaran. Kembarannya bisa membantumu menghapus kutukan itu. Tapi kita punya masalah. Aku ingin membicarakan hal ini padamu, jadi temui aku.”


Alecia memikirkan pesan itu, ia membalas pesannya.


“Bagaimana aku bisa percaya padamu bahwa kutukan ini bisa di cegah? Kutukan ini telah terjadi.”


“Temui aku. Aku akan menjelaskan semuanya padamu”


Alecia membalas pesan itu lagi, “Dimana? Kapan?”


Tidak perlu menunggu lama, pesan balasan kembali di terima.

__ADS_1


“Besok pagi jam 08.00, datang lah di cafe tak jauh dari tempatmu. Pastikan kamu datang sendirian. Karna ini rahasia. Aku hanya sekali saja membantumu, setelahnya aku tidak akan membantumu lagi.”


Alecia mulai membalas pesan itu, “Ya, baiklah aku akan datang”.


Pesan itu berakhir disana, Alecia menyetujui tawaran orang tak di kenal itu. Ia pun melihat ke arah suaminya yang menemani putri kecilnya. Alecia tersenyum manis sementara hatinya tercabik- cabik akan kutukan yang menimpa dirinya dan suaminya itu, dan pikirannya memikirkan pesan yang telah di terimanya. Tawaran mencegah kutukan yang telah terjadi, membuat dirinya terus bertanya- tanya bagaimana mungkin kutukan itu bisa di cegah sementara kutukan itu telah menimpa keluarganya.


Arunika mulai menampakan dirinya memberikan kehidupan di bumi yang penuh misteri. Cahanya yang hangat membuat kehangatan dan kehidupan. Perlahan- lahan kehadirannya telah mengusir kegelapan.


Makhluk bumi pun mulai terbangun dari mimpi indahnya. Semua orang menyambut pagi penuh dengan kehangatan dan semangat. Bunga- bunga indah di taman telah bermekaran, burung- burung berkicau merdu dan langit mulai berwarna biru.


Rumah sakit Kota Malvado,


Seseorang membuka matanya perlahan- lahan, ia engan sekali bangun dari tidurnya. Ia berharap dirinya bisa tertidur untuk selama- lamanya. Hidupnya kacau sejak pernikahan dan cinta yang ia paksakan sendiri. Akibatnya seperti inilah, hidupnya hancur berantakan.


Suaminya terbangun dari tidurnya, ia langsung mendekap istrinya penuh kehangatan. Tetapi perasaan pria itu, ia sedang menahan luka yang sangat dalam. Ia tidak bisa menyalahkan siapa pun, ini lah jalan yang ia pilih meski penyesalan selalu menghampiri. Pria itu mengecup kening istrinya, lalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata yang terucap.


Tidak lama kepergian suaminya, ia memaksa dirinya untuk bangun dan menerima kenyataan hidupnya yang pahit. Ia segera pergi menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya.

__ADS_1


Setiap langkahnya, ia merasakan betapa beratnya beban hidup yang dipikul. Ia merasakan pernikahan dirinya dengan Romeo bukanlah pernikahan yang baik. Ia mempersiapkan dirinya untuk pergi bertemu dengan seseorang yang telah saling berjanji untuk bertemu pagi ini di cafe tak jauh dari rumah sakit ini.


__ADS_2