
“Apa aku harus menjawabnya? Aku tidak akan memberitahumu sedikit pun mengenai hal ini, tapi nanti ada waktunya untuk mengatakan yang sebenarnya. Oh ya, apakah kamu sudah bertemu dengan Violin?”
“Violin? Siapa dia?”
“Orang yang lahir dalam rahim ibumu!”
“Maksudmu, dia adalah Alecia?”
“Ya benar, dia menjadi diriku yang dulu. Sekarang dia adalah Violin, dia diakui sebagai penyihir bulan dan dia bahagia bersama Roman. Kita akan pergi melihat Romeo sekarang, apa kamu siap?.”
Alecia terdiam, ia menatap lesu. Hatinya masih sedikit terluka dan kecewa dengan Romeo. Dirinya tidak menyangka Romeo meninggalkannya. Ia tidak bisa menjawab, hatinya dipenuhi oleh luka yang digoreskan oleh laki- laki yang dicintainya.
__ADS_1
Aku melihatnya, ia menahan air matanya. Aku merasakan gadis ini bersedih sekarang, aku pun tersenyum manis dengan harapan ia melupakan apa yang terjadi.
“Alecia, aku mengerti perasaanmu. Tapi setidaknya sebelum kita pergi, kita harus mengucapkan salam perpisahan dari kita kan? Aku akan pergi menemui orang yang harus kusampaikan salam perpisahan. Kamu juga akan pergi kan? Mereka bertiga akan membantumu. Untuk itu lah mereka akan mengantarkanku ke tempat yang aku tuju dulu.”
“Apakah itu harus?”
“Ya itu terserah kamu saja, ini memang sedikit aneh tetapi aku hanya tidak ingin terus melihatmu terluka. Jika kamu sudah merasa baikan, maka persiapkan dirimu. Sebelum pergi, kita juga harus membuat sedikit kejutan untuk beberapa orang. Ikutlah dengan Lady Dandelion, dia akan memberitahumu apa saja yang harus dilakukan”
“Ya maafkan aku, aku janji tidak akan seperti ini lagi. Aku akan mengikuti perintahmu.”
“Ya serahkan padaku, aku akan menjaganya!” jawab Lady Dandelion.
__ADS_1
Aku pun segera keluar dari mobil dan berdiri di tepi jalan. Memperhatikan mobil ini sesaat hingga tidak lagi terlihat olehku. Mobil itu pergi melaju ke tempat tujuan berikutnya.
Kini mobil itu telah pergi, dan aku seorang disini di tempat ini. Kulihat ada beberapa orang yang juga datang ke tempat ini, mereka sedang memakamkan seseorang. Mereka semua mengenakan pakaian hitam.
Aku pun bergegas masuk ke area pemakaman, berjalan menuju makam seseorang. Langkahku terhenti di sebuah makam yang tergores namanya, nama yang tidak asing bagiku. Makam seorang perempuan dan seorang laki- laki yang pernah ada dikehidupanku.
Aku pun mendekati batu nisan, dan merendahkan diriku. Memegang batu nisan yang membuatku teringat dengan wajah- wajah dua orang ini. Makam ini adalah makam ayahku dan makam adik dari ayahku.
*Telah direvisi, naskah akan berbeda dari sebelumnya.
*Terima kasih sudah membaca, komentar dan share. jangan lupa rate. Mohon untuk tidak plagiat karya orang lain dan silahkan berkomentar di bab. karena saya jika ada waktu luang akan mampir. terima kasih. setiap bab akan saya revisi sedikit demi sedikit. jangan lupa baca Vampire Lovers ya, terima kasih banyak sudah mampir. Mohon untuk berkomentar sepantasnya. Kamu menghargai orang lain maka orang lain juga menghargaimu, boleh beri kritik dan saran tetapi menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta gunakanlah bahasamu sebagai manusia.
__ADS_1
( ulang:
*Terima kasih sudah membaca, komentar dan share. jangan lupa rate. Mohon untuk tidak plagiat karya orang lain dan silahkan berkomentar di bab. karena saya jika ada waktu luang akan mampir. terima kasih. setiap bab akan saya revisi sedikit demi sedikit. jangan lupa baca Vampire Lovers ya, terima kasih banyak sudah mampir. Mohon untuk berkomentar sepantasnya. Kamu menghargai orang lain maka orang lain juga menghargaimu, boleh beri kritik dan saran tetapi menggunakan bahasa yang baik dan sopan serta gunakanlah bahasamu sebagai manusia.)