Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 211


__ADS_3

Seorang pria yang mengikuti Alecia hanya bisa berhenti tak jauh dari kamar Alecia. Pria itu hanya melihat jauh kamar dengan pintu tertutup itu. Beberapa anak perempuan yang kebetulan melintas di jalan itu pun berhenti. Mereka melihat idolanya ada disini seorang diri, mereka pun menghampiri dan mengajaknya bicara.


“Kakak, Kak Roy sedang apa disini?” sapa salah satu dari mereka.


Pria itu bernama Roy, dia hanya tersenyum manis tetapi diam- diam pandangannya mengarah ke kamar Alecia.


“Kakak, ada perlu apa kemari? Apa ada seseorang yang ingin kakak temui?”


Dengan senyum yang ramah Roy menjawab, “Ya, ada. Apakah kalian bisa memberitahuku siapa yang tinggal di kamar itu? Aku melihat seorang gadis masuk ke kamar itu. Apa dia murid baru disini?” tanya Roy sembari menunjuk kamar Alecia.


“Oh, itu. Ya dia murid baru disini. Dia baru masuk, kalau tidak salah namanya Alecia.”


“Hem, jadi benar ya dugaanku. Kalian dari mana?”


Wajah kesal yang iri akan pada Alecia karna kakak idola mereka menanyakan gadis itu pun sirna, gadis- gadis itu memasang wajah senang nan bahagia.


“Kami pergi ke taman, senangnya kakak menanyakan kami. Kami pikir kakak hanya peduli dengan gadis itu”


Dengan senyum yang ramah, Roy menjawab “Ah tidak juga! Apa aku terlalu berlebihan memperhatikannya? Dia anak baru, jadi aku harus mengawasinya” jelasnya.


Kak Roy yang ramah senyum membawa suasana bahagia bagi fansnya, gadis -gadis ini pun merasa sangat senang di perhatikan.


“Oh begitu ya, kakak benar. Maafkan kami! Kami pikir kakak tidak peduli dengan kami”


“Tidak begitu, tapi ini untuk tugas kakak. Kakak mengenal kalian dan kakak juga harus mengenal anak baru. Kalian berlatihlah dengan keras untuk mengikuti ujian ability magie. Kita akan bertemu disana kan?”

__ADS_1


Mendengar ucapan Kak Roy, gadis- gadis itu senang dan bersemangat.


“Ya, tentu. Kakak janji kan akan disana?”


“Ya tentu saja. Kami akan menjaga kalian, kami mengawasi kalian!”


“Aaaa... aku senang banget! Kak Roy, nanti kakak dukung kami ya?”


“Ah, ya tentu saja! Aku pasti akan mendukung kalian, aku juga akan melihat aksi kalian. Ya tapi.... tapi jika tidak ada masalah nanti. Kalian berlatih dengan semangat ya?!”


“Ya tentu!”.


Gadis – gadis itu memandang Roy penuh dengan cinta, mereka sangat mengidolakan Roy.


Tiba- tiba Eren datang, Eren melompat dari bawah ke atas. Kini ia berada tak jauh dari Roy yang dikelilingi gadis- gadis.


Roy pun mulai berpamitan dengan gadis- gadis itu, lalu ia melompat ke bawah dan menyusul kepergian Eren. Roy berjalan beriringan dengan Eren.


“Ada apa? Apa ada masalah?”


“Ya sebenarnya tidak ada, tapi ada tugas untuk kita. Oh ya, kamu sedang apa disana? Ini bukan waktu kita menabur pesona ketampanan!”


“Hah, ya maaf. Aku mengawasi anak baru, apa kamu tahu soal anak baru di Buniv?”


“Anak baru? Siapa? Aku belum tau!”

__ADS_1


“Hah, kamu ketinggalan informasi. Apa Pak Jimwa tidak memberitahu kamu soal anak baru?”


“Tidak. Aku tidak tahu banyak tentang anak baru itu, tapi aku pernah mendengarnya dari anggota lain. Ya bahwa ada anak baru di Buniv. Tapi Jimwa tidak memberitahuku soal anak baru itu. Ya maksudku Pak Jimwa belum memberiku tugas untuk memperkenalkan Buniv pada anak baru itu. Siapa namanya?”


“Kata gadis- gadis itu namanya adalah Alecia. Dia gadis yang cantik dan menarik”


“Alecia?” tanya Eren. Nama itu membuat Eren teringat pada gadis yang telah menikah dengan Romeo dengan hadiah pernikahan berupa kutukan yang diberikan oleh Alika.


“Ya benar”


“Ah, apa itu dia?” guman Eren mengingat diri Alecia.


“Apa? Apa kamu mengenalnya?”


“Tidak, aku tidak mengenalnya. Ya sebaiknya kamu mulai mengawasinya.”


“Apa itu sebuah tugas untukku?”


“Ya tentu, mengapa tidak. Orang sepertimu bisa bergaul dengan gadis- gadis yang lainnya di asrama itu. Jadi cari tahulah informasi yang banyak tentangnya dan beritahu aku!”


“Ya baiklah, akan segera kulaksanakan. Tapi bagaimana dengan tugas yang ingin kamu berikan padaku tadi?”


“Yang mana?”


“Kamu memintaku untuk ikut denganmu kan? Ada tugas kan? Tugas apa itu?”

__ADS_1


“Oh, itu bukan tugas yang bagus. Hanya tugas biasa. Kita harus merencanakan formasi pengamanan ujian ability magie. Nanti aku beritahu formasimu, dan kamu awasi gadis itu. Kamu tak perlu ikut rapat, awasi saja dia”


__ADS_2