Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 65


__ADS_3

Malam ke-2 tradisi gadis bunga mawar.


Cahaya bulan kembali bersinar menerangi, bintang berdampingan dengan dirinya. Matahari yang bersinar dengan cahaya panasnya telah pergi. Bagi vampire, malam adalah sebuah kebebasan yang tak bisa digantikan dengan apapun. Para vampire yang harus akan darah pun keluar dari tempat persembunyian mereka. Malam, adalah waktunya berburu mangsa. Malam dikuasai oleh kegelapan.


Rumah besar, kekayaan yang melimpah dan kekuasaan tiada tanding adalah impian semua manusia tapi tidak bagi penguasa malam. Mereka semua tidak menginginkan itu kecuali darah. Ya darah adalah keinginan mereka yang paling berharga.


Seorang pria duduk manis di beranda rumah lantai dua menikmati indahnya pemandangan malam. Ia dapat melihat siapa saja yang sedang melintasi wilayahnya dengan mata merah yang ia miliki. Pria itu adalah seorang pangeran yang tak diakui. Seorang anak laki-laki yang terlahir dari selir yang tak diinginkan. Kehidupannya pilu, dan penuh kebencian. Masa-masa suram itu telah ia lewati dengan penderitaan. Ia masih ingat akan kematian ibunya. Ia dan sang ibu terkepung dalam fitnahan seorang ratu yang kejam dan sadis. Hanya karna tahta, ia menjebak ibu dan dirinya. Seharusnya tahta itu menjadi miliknya sekarang, namun justru berbalik. Selir jahat telah merebut kekuasaanya.


Tetapi itu adalah masa lampau, sekarang tidak lagi. Selir jahat dan semua keturunannya tak lagi hidup. Mereka semua telah dihabisi tanpa ampun. Semua menjalani hukuman yang sama. Semua penuh air mata penyesalan bahkan istana itu kini tidak ada lagi. Semua tertinggal puing-puing.


Seorang pria berpakaian rapi datang menghampiri dirinya, ia adalah seorang pelayan yang setia.


“Tuan, apakah Tuan baik-baik saja?”


“Ya, aku baik-baik saja. Pergilah, aku hanya ingin menunggu waktu akan tiba. Aku ingin menemukan gadis itu lebih dulu. Bisakah orang kita menemukan keberadaanya?”


“Siapa gadis yang Tuan maksud?”


“Violin, ia dekat dengan Roman”,


“Tuan, saya dengar Tuan Roman adalah anak dari Pak Dir perusahaan Vampire Love. Mungkin ia tinggal di rumah Pak Dir. Rumah besar. Seperti yang Tuan lakukan sekarang”


“Hem, itu jawaban yang bagus. Baiklah, aku akan kesana sekarang. Kamu urusa saja orang kita untuk mencari manusia yang lebih banyak. Aku ingin membuat kota vampire sekarang, tapi setelah aku mendapatkan gadis penyihir yang bersembunyi di balik Violin”,


“Baik Tuan”


Ethan pun segera berdiri dari kursi, lalu berjalan menuju lantai bawah menuju mobilnya. Ia segera pergi ke rumah besar Roman. Kelelawar malam pun segera mengiringi kepergiannya. Sebagian kelelawar malam telah terbang jauh untuk mencari informasi dimana Roman tinggal. Roman adalah vampire, maka ia juga dapat mengendalikan kelelawar malam. Semua informasi dapat dengan mudah didapat hanya jika kamu adalah vampire dan Tuan Vampir.


Malam begitu cepat datang kurasa, hingga aku terbangun saja hari telah gelap. Aku pun cepat bangkit dari tempat tidur, dan bergegas ke kamar mandi. Dalam waktu 30 menit kemudian, aku telah berada di meja rias. Merias diriku dengan cantik, balutan baju dress dan celana kain panjang bewarna biru tua. Menyisir rambutku dan menatanya.

__ADS_1


Setelah selesai berdandan, aku segera kembali ke kasur dan memegang erat bukuku. Kuambil tas dan handphone. Lalu memasukan semua barang-barangku ke dalam tas, tak ada yang ketinggalan sedikit pun.


Tapi seseorang telah mengetok pintu dari luar dan memanggil namaku.


Suara Roman terdengar jelas dari luar, “Violin. Ini aku, Roman. Apa kamu sudah bangun?”


Aku pun menjawab, “Ya sudah, ada apa?”


“Keluarlah. Ada Steven, Netta, dan Akira datang. Mereka mau bicara denganmu”,


“Bicara apa? Bukankah tidak ada yang perlu dibicarakan?”jawabku bergegas mengingkat kain selimut ke kain lainnya hingga menjadi panjang. Lalu mengikatnya ke tiang, lalu melemparkannya ke jendela hingga menjuntai. Aku pun segera turun dari lantai dua ke bawah dengan bantuan kain.


Setelah sampai ditanah, aku segera mengedap-edap keluar dari area rumah ini. Begitu berhasil keluar, aku segera berlari pergi meninggalkan tempat ini. Entah menuju arah mana, yang penting sekarang aku harus berlari.


Sambil berlari, aku berdoa dan berharap “Ya Tuhan selamatkan aku! Aku mohon, jauhkan aku dengan Roman dan teman-temannya. Aku tidak ingin membuat temanku terluka.”


Karna lelah, aku segera berhenti berlari dan mengatur napasku agar kembali normal. Saat aku beristirahat, aku tidak sengaja melihat kelelawar terbang dan hinggap di pohon. Di bawah lampu penerangan jalan ini, cukup bagiku untuk tidak berada dalam kegelapan.


Berlutut di tanah, dengan penuh harap semua akan membaik. Aku hampir menangis, namun kucoba tegar. Aku yakin akan ada jalan terbaik dari tradisi mengerikan ini.


Saat itulah Ethan datang, ia mengulurkan tangannya padaku. Ia berucap “Violin, apa kamu baik-baik saja?.”


Aku yang mendengar seseorang berucap, segera melihat ke depan. Melihat Ethan berada didepanku, spontan aku langsung memeluk erat dirinya.


Dalam pelukan, Ethan berucap “Ada apa?”tanyanya sambil melepas pelukan dan memegang kedua pundakku.


“Aku takut”jawabku dengan ekspresi sedih


“Ada apa? Ceritakan padaku, aku akan membantumu”

__ADS_1


“Roman, dan teman-temannya menjebak sahabatku. Mereka mengadakan tradisi gadis bunga mawar. Mereka membuat takut sahabatku, kini mereka mengejarku”


“Violin, lihat aku!”


Aku pun melihatnya,


“Dengar baik-baik ya, ikutlah bersamaku. Aku akan menjagamu, percayalah padaku. Aku akan membuatmu aman dan juga sahabatmu. Sekarang sahabatmu ada dimana?”


“Sahabatku dalam sebuah buku, temanku memberikannya padaku. Buku yang akan membantuku menghadapi masalah. Sekarang mereka mengejarku karna mereka ingin merebut buku yang ada padaku. Mereka ingin mengeluarkan sahabatku dari buku, dan jika itu terjadi. Untuk selamanya, aku tidak akan pernah lagi bertemu dengan mereka. Bagaimana dengan keluarga temanku nanti?”


Ethan tersenyum manis padaku, “Baiklah, ikut denganku. Kamu tinggal saja di rumahku, aku akan melindungimu selama tradisi itu masih berjalan. Setelah itu kamu bebas pergi kemana pun kamu mau”


Aku pun tersenyum manis dan menjawab, “Terima kasih, Ethan”


“Ya sama-sama, ayo ikut denganku. Kita pulang dengan menumpangi mobilku”ucapnya menunjuk ke arah mobilnya.


Sementara itu, Roman tidak mendapat jawaban dari dalam kamar. Ia segera mendobrak pintu kamar, begitu pintu di robohkan. Ia tidak melihat Violin di kamar ini. Ia pun memeriksa seisi kamar, dan melihat tali yang menjuntai ke lantai bawah.


“Sial, dia kabur!”guman Roman.


Roman pun segera pergi ke lantai bawah menemui teman-temannya. Teman-teman Roman, melihat Roman datang tidak bersama Violin.


Akira pun bertanya, “Dimana Violin?”


“Dia kabur”jawab Roman singkat


“Apa maksudmu? Apa kamu berupaya menyembunyikan dia dari kami?”tanya Eren


“Tidak, dia kabur dari jendela dengan tali”jelasnya.

__ADS_1


__ADS_2