Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 76- Prolog


__ADS_3

Sambil menunggu cerita season 2 Bride Of Vampire kembali. Saya post dulu buku pertama kehidupan Aresha. Mohon maaf, cerita ini khusus dewasa dan mohon tidak baperan. Terima kasih.


Saat perdamaian datang, peri, manusia, sihir dan vampire. Kehidupan yang tentram dan sejahtera. Kerajaan


peri dan kegelapan bersatu. Manusia di takdirkan untuk bersama mereka. Raja


Oishima adalah seorang raja dari peri. Dia memimpin negerinya dengan bijaksana.


Negeri peri memiliki peraturannya sendiri begitu juga dengan raja vampire, Raja


Arkares dan yang lain. Raja Affesta, adalah raja manusia. Ratu Mora, adalah ratu


sihir. Sebuah pertemuan rahasia di adakan di Bukit Semangi.Mereka membicarakan tentang


pewaris tahta selanjutnya di wilayah masing-masing.


            “Istriku belum memberiku seorang putra atau pun putri.


Aku tidak bisa melepaskan tahtaku begitu saja, tapi aku juga ingin lepas dari semua


ini. Hanya untuK anak-anakku, apakah diantara kalian bisa memberi solusi padaku!”


ucap Raja Affesta.


            “ Aku rasa aku bisa, mengapa tak mencari wanita lain”


saran Raja Oishima.


            “ Tidak begitu mudah, lihat usiaku sudah tua renta” jawab


Raja Affesta.


            “ Maka begitu jadilah bagian dari kami” ajak Raja


Arkares.


            “Di dunia kami, mati itu adalah karunia dan suatu kehormatan.


Putriku sudah meranjak dewasa, dia yang akan mewarisi semua tahtaku. Aku punya


saran baik untukmu, carilah orang yang kau percaya untuk menjadi raja” ucapRatu


Mora.


            “ Ada tapi aku khawatir sekali jika dia menjadi raja apa mungkin


dia ingat akan siapa dirinya” ucap Raja Affesta.


            “ Tak ada salahnya jika kita mencoba percaya pada orang


lain. Bukankah perbedaan itu indah, jika setelah dia menjabat sebagai seorang


raja ingkar janji. Maka kau bisa menurunkan dia lebih rendah dari pada


sebelumnya.” Ucap Raja Oishima.


            Setelah pertemuan itu mereka kembali ke istana


masing-masing. Namun dalam perjalanan pulang, Raja Affesta bertemu dengan Ratu


Mora.


            “ Aku tidak bisa membantumu, tetapi mungkin ramuan ajaib


ini bisa. Awet muda untuk 3 tahun mendatang, setelah itu aku tidak akan


membantumu lagi kecuali masalah yang lain. Ramuan ajaib ini sebenarnya


terlarang bagiku untuk memberikannya padamu walau kau juga sahabatku. Tapi


untuk kali ini saja, aku perbolehkan” ucap Ratu Mora menyerahkan ramuannya.


            “ Terima kasih banyak Ratu Mora, aku akan selalu ingat


kebaikanmu dan aku berhutang budi padamu” jawab Raja Affesta mengambil ramuan


dan meminumnya.


            “ Efeknya hanya besok Raja Affesta, jadi silahkan


lanjutkan perjalananmu” ucap Ratu Mora.


            Raja Affesta dan rombongan kembali berjalan menuju


istananya. Begitu juga dengan Ratu Mora.


***


Di


istana Ratu Mora terlihat Putri Aresha sedang berlatih keras dengan sihir.


            “ Putriku sudah cukup latihannya, kamu bagus sekali hari


ini. Ibu bangga padamu. Kelak kau akan menjadi seorang ratu yang hebat dan


bijaksana” ucap Ratu Mora.

__ADS_1


            “ Ibu, kapan ibu tiba di istana? Maafkan aku tidak


menyambut kedatangan ibu” jawab Aresha.


            “ Tidak apa, tak perlu. Ibu sudah senang melihatmu terus


latihan hari ini. Mau makan apa sayang? Ibu yakin kau belum makan?”


            “ Ah, ibu sepertinya tau banyak tentang putrinya”.


            “ Ya jelas, ibu tau kamu belum makan bukankah kamu


seperti itu. Jika ibu belum datang pun kamu engan makan sebelum ibu yang


mengajakmu makan bersama atau menegur kamu”. Ratu Mora dan Aresha berjalan


menuju ruang makan, mereka makan bersama.


***


            Besok hari kemudian, Raja Affesta kaget bukan pelang


dirinya terlihat lebih muda di depan cermin. “ Mungkin ini adalah efeknya,


tetapi dia bilang hanya tiga tahun ya! Cukup juga, semoga begitu” ucap Raja


Affesta.


            Setahun kemudian Raja Affesta memiliki seorang putra.


Sahabat-sahabat Raja Affesta begitu senang. Ratu Mora datang ke istana Raja Affesta.


Ia melihat anak pertama Raja Affesta. Anak pertama Raja Affesta diberi nama


Pangeran Tagao.


            Tahun ke-2, Raja Affestka kembali memiliki seorang anak,


anak kedua Raja Affesta adalah perempuan dan diberi nama Putri Takara.


Kebahagian menyelimuti keluarga Raja Affesta.


            Tahun terakhir, afek ramuan awet muda. Wajah Raja Affesta


terlihat kembali kesemula. Di depan cermin Raja Affesta berucap “ Aku tua, aku


ingin muda lagi. Anak-anakku belum cukup umur untuk memimpin. Aku harus


menemuimu”.


            Raja Affesta pergi menemui Ratu Mora di istana sihir.


            “ Apa tujuanmu kemari, Raja Affesta?” tanya Ratu Mora.


            “ Aku ingin meminta ramuan awet muda, tolonglah aku.


Anak-anakku belum cukup umur untuk memimpin kerajaan”.


            “ Itu bukan urusanku, sudah kukatakan padamu. Ramuan awet


muda itu terlarang di duniaku. Kami tidak boleh mengunakannya. Aku tidak bisa


membantumu. Kamu bisa menyerahkan tahtamu pada istrimu, bukankah kamu


mencintainya!”jawab Ratu Mora.


            “ Ya aku sangat mencintainya, tetapi dia tak terlatih


untuk memimpin. Berikan saja ramuannya padaku, dan aku berjanji tak akan


memberitahu ke siapa pun tentang ramuan ini”.


            “ Pergilah Raja Affesta, dan jangan kembali untuk meminta


ramuan awet muda ini lagi padaku. Aku seorang ratu dan sudah kubilang aku hanya


membantumu sekali saja”.


            Raja Affesta keluar dari ruangan tersebut dan pergi dari


istana Ratu Mora. Setiba di istana, Raja Affesta langsung memerintahkan


pasukannya untuk menyerang Ratu Mora secara diam-diam. Raja Affesta dan


pasukannya berangkat, dan menyerang istana Ratu Mora di malam hari. Ratu Mora


meninggal di ruang singasananya. Sementara Putri Aresha melarikan diri dari


istana. Kerajaan sihir kacau balau tak terkendali. Di ruang kerja Ratu Mora,


Raja Affesta menemukan ramuan awet muda dan meminumnya.


            Setelah mendapatkan apa yang di inginkannya, Raja Affesta


berserta pasukannya meninggalkan tempat itu dengan kekacauan.


***

__ADS_1


            Putri Aresha menyaksikan dan menjadi saksi atas kematian


ibunya dan kejadian di istana. Penyerbuan secara diam-diam dan atas


penghianatan. Putri Aresha memandang jauh wilayahnya dan berucap “ Aku


bersumpah, ketika aku telah dewasa. Aku kembali dengan duka dan luka, membalas


semua ini. Semua akan di balas dengan nyawa dan penghianatan”.


***


            Penyerangan secara mendadak di istana dan meninggalnya


Ratu Mora menjadi bahan pembicaraan ketiga raja. Raja Affesta menyembunyikan


kebenaran dan hanya diam bersandiwara di depan dua raja. Melihat tingkah Raja


Affesta mencurigakan, dua raja diam-diam pergi ke istana Ratu Mora. Raja


Oishima dan Raja Arkares bersedih setiba di sana. Mereka melihat merasakan


adanya manusia menyerang istana Ratu Mora.


            “ Aku bersumpah jika aku melihat manusia, akan kubunuh.


Mulai sejak saat ini hubungan persahabatan ini telah terputus karena


penghianatan. Dan aku bersumpah akan menjaga Putri Aresha dari Ratu Mora


sebagaimana anakku”ucap Raja Arkares.


            “ Aku bersumpah akan membunuh manusia jika bertemu


dengannya. Atas penghianatan ini persahabatan terputus. Dan Putri Aresha dari


Ratu Mora akanku jaga seperti anakku sendiri” ucap Raja Oishima. Kemudian


mereka pergi meninggalkan istana Ratu Mora dan menengelamkannya. Mereka pulang


masing-masing ke istana dan membuat sepucuk surat untuk Raja Affesta.


            “ Sumpah kuucapkan dan kutepati. Apa daya jika


persahabatan ini dihianati, aku sungguh malu memutuskan persahabatan denganmu.


Perang lah yang akan mengantikan persahabatan ini. Hormatku,


Raja Arkares”. Tulis Raja


Arkares dalam selembar kertas dan menandatanganinya. Setelah itu memberikannya


pada bawahannya untuk memberikan surat tersebut pada Raja Affesta.


            “ Sumpah dan janji akan selalu kutepati. Aku tidak akan


mengingkari janji. Dengan ini aku memutuskan persahabatan kerajaan menjadi


perang”. Tulis Raja Oishima dalam selembar kertas dan mengirimkannya pada Raja


Affesta.


            Setelah itu mereka berdua mengumumkan pada rakyatnya


tentang terputusnya persahabatan pada kerajaan manusia.


            “ Selamat sore rakyatku, senang bisa melihat kalian semua


di sini. Hari ini dan sejak ini aku umumkan bahwa kita tidak lagi bersahabat


dengan kerajaan manusia. Dan mulai sekarang kita adalah musuh manusia, bunuh


mereka jika kalian melihatnya. Akan tetapi untuk hari ini mereka yang ada di


negeri kita, kita bebaskan dengan catatan tidak boleh datang lagi kenegeri ini.


Tetapi kita masih bersahabat dengan Raja Arkares dan Ratu Mora” ucap Raja


Oishima pada rakyatnya. Begitu juga dengan Raja Arkares dalam menyampaikan


berita pada rakyatnya.


            Raja Affesta menerima surat dari Raja Oishima dan Arkares.


Dirinya langsung mengumumkan terputusnya persahabatan pada rakyat. “ Hari ini


dan mulai sekarang Raja Oishima, Raja Arkares dan Ratu Mora adalah musuh kita.


Bersiaplah berperang rakyatku, mereka menghianati kita” ucap Raja Affesta di


depan rakyatnya. Raja Affesta menyimpan kebenaran pada rakyatnya.


            Pembunuhan terjadi di mana-mana mulai sejak itu. Saling


menyalahkan dan hasutan. Vampir dan Peri mulai menyingkir dari manusia.


Menghilang dalam sejarah, menjauh. Sejauh-jauhnya menghilang dengan di iringi

__ADS_1


langkah Putri Aresha yang juga ikut menghilang.


__ADS_2