
Hari-hari pun berlalu kami lewati bersama. Hingga suatu hari waktu datang kembali menguji
kami. Perang kembali melanda negeri kami. Suamiku telah berusaha mencegah
perang untuk tak terjadi. Tetapi nampaknya ia gagal untuk berdamai sebab yang memimpin
negeri musuh adalah Yoong, Raja Yoong yang dibiarkan hidup.
Kini hanya bisa pasrah dan kami memilih untuk meminta rakyat kami pergi dari wilayah
ini ke tempat yang lebih aman. Semua memang berat akan menerima keputusan ini
tetapi ini demi kebaikan kami semua.
Di istana, awalnya Tagao tidak mengijinkan diriku ikut berperang bersamanya tetapi
aku terus membujuk dirinya hingga ia mengatakan ya padaku. Kami akan melewati
masa-masa kelam bersama hidup atau mati itulah keputusan yang kami pilih.
Saat
malam menjelang, kami hanya menunggu waktu akan datang. Sesuatu yang besar,
akan datang pada kami. Kami meminta sebagian pasukan kami untuk menemani
kepergian rakyat sementara yang tersisa bersiaga di malam hari. Bulan telah
menyinari tempat ini.
Tagao
memandang wilayahnya dari beranda bersamaku, matanya memerah saat aku
melihatnya.
“Jika
aku tidak selamat, maka pergilah. Jangan kembali padaku”.
“Aku
tidak mau pergi meninggalkanmu begitu saja. Aku sudah mendapatkan apa yang aku
cari di dunia ini. Aku akan ikut bersamamu kemana pun kamu pergi. Kita
perjuangkan bersama”.
Tagao
menatap jauh wilayahnya untuk mencari tahu dimana sekarang musuhnya saat ini.
Saat itu juga ia melihat banyak wolf datang dari arah hutan Argon menuju
kemari.
“Aresha,
apa kamu punya janji dengan wolf?.”
“Tidak.”,
“Mereka
datang kemari!.”
“Lebih
baik kita sambut kedatangan mereka, lihat apa mereka akan menyerang atau
sebaliknya. Persiapkan pasukanmu”.
Tagao
pun meminta pasukannya untuk siap siaga, jangan ada yang melawan sebelum ada
perintah darinya.
Tak
lama kemudian wolf datang dan mendekat, mereka pun berubah menjadi manusia
biasa. Tepat saat kedatangan mereka, pasukan Tagao tertidur. Mereka semua
tertidur.
Aku
__ADS_1
dan Tagao melihat kedatangan mereka dari sini secepatnya turun melompat dari
beranda. Tagao turun diiringi langkahku. Tak ada yang terluka saat melompat
turun dari beranda karena Tagao adalah vampir dan diriku penyihir.
Air
melangkah ke depan memimpin mereka ( anggota wolf),
“Yoong
akan datang, aku kemari untuk membantu kalian berdua.”,
“Benarkah?
Apa yang harus kubalas untuk kebaikanmu ini?”jawab Tagao.
“Benar
sekali, kami tidak memerlukan imbalan apapun darimu. Kami merasa jika kami
tidak bergabung wilayah kami juga akan mendapat dampak dari perang ini. Jani kenapa
kita tidak bersatu malam ini?.”
“Benar
apa yang kamu katakan. Lalu bagaimana dengan pasukanku ini yang mendadak
tidur?”.
“Itu
adalah pengaruh sihir, tidak baik melibatkan manusia. Dimana pasukan vampirmu
itu?.”
“Mereka
akan datang, tenang saja!.”
Tagao
dan Aira berjabat tangan sebagai tanda perdamaian mereka. Aku hanya menatap
Aira dengan senyuman manis. Aku senang telah mendapatkan bantuan dari mereka.
menunggu pasukan Yoong datang, benar saja saat tengah malam mereka datang menyerang.
Untung saja sebelum mereka datang kami telah menyiapkan rencana kejutan. Raja
Yoong datang dengan pasukan besar, kami yang melihat itu tidak gugup sama
sekali. Kami hanya tersenyum dan percaya bahwa kami akan menang. Meski kami
akan kalah sekalipun, kami berharap manusia bisa hidup dengan kedamaian.
Pertama,
Tagao membuat kelelawar menganggu mereka hingga ketakutan. Jika itu tidak
mempan barulah rencana selanjutanya. Nampaknya penyerangan dengan kelelawar itu
berhasil membuat pasukan Yoong berhamburan.
Selanjutnya
Aira dan anggotanya menyerang mereka. Lalu diiringin Tagao, “ Aku mencintaimu,
Aresha”. Tagao melompat dan berlari cepat menyerang Yoong. Itu adalah ucapan
kata-kata terakhir darinya.
Sementara
aku berusaha membuat kabut untuk menyelimuti tempat ini hingga serangan mereka
tidak mengenai Tagao dan yang lainnya. Kubuat pula ribuan pedang tak terlihat,
anggin meniup seiringan pohon melambai-lambai. Angin itu adalah pedang yang
sangat tajam. Ia bisa mengenai musuhnya, ia seperti pasukan bagiku.
Aku
berjalan mendekati wilayah itu sembari mengarahkan kekuatan yang kumiliki.
__ADS_1
Yoong tewas di tangan Tagao dibantu oleh pasukan tak terlihat. Saat semuanya
telah berakhir, dan beberapa dari kami selamat. Kudekati Tagao dan memeluk erat
dirinya.
Kupikir
semua itu benar-benar berakhir tetapi sesuatu tak terduga telah terjadi padaku.
Tubuhku berdiri tegak sembari menarik napas panjang.
Tagao
melihat darah keluar dari tubuh belakang Aresha, sebuah pisau telah menancap
padanya. Pisau yang telah dilumuri racun. Pisau itu dilemparkan oleh Yoong
tepat mengenai tubuh belakang Aresha. Kemudian Yoong tewas.
Aku
hanya mendengar suara Tagao dan Aira yang perlahan-lahan menghilang dariku.
Semuanya terlihat gelap sekali, hingga sunyi datang padaku untuk selama-lamanya.
Untuk
kedua kalinya Tagao kehilangan Aresha, wanita yang sangat ia cintai. Napas
terakhir wanita itu telah dihembuskan. Tagao melihat hal ini marah dan membelah
tubuh Yoong dengan pedang dan mempar kedua tubuh itu ke dua arah yang berbeda.
Tagao
mendekati Aresha yang tak bernyawa dan menangisinya. Kali ini ia akan
benar-benar kehilangan Aresha untuk selama-lamanya. Aira pun membantu pemakaman
Aresha bersama Tagao.
Saat
kesedihan itu melanda, usai pemakaman malam itu juga seorang wanita datang
menemui mereka berdua. Wanita itu berucap “ Tak perlu menangisinya, dia akan
kembali hidup. Reinkarnasi yang akan dia pilih selanjutnya, cari lah dia
sepanjang hidupmu. Kamu pantas mendapatkan ini atas pengorbananmu selama ini.
Wajahnya akan tetap sama di masa depan. Aira temani dia mencari kekasihnya,
menghilanglah agar sejarah mengatakan bahwa kalian telah mati dalam perang.
Sejarah akan menyimpannya untuk kalian.”,
Kemudian
wanita itu dikelilingi kabut dan menghilang seperti angin datang menghembus
bunga-bunga di pemakaman.
Tagao
dan Aira pun memutuskan untuk mencari Aresha di generasi berikutnya. Dimana
manusia dengan teknologi modern, di masa depan. Sejarah pun mencatatnya sebagai
raja dan ratu terakhir. Dan, wolf sebagai manusia serigala dalam misteri.
Mereka dikenang dalam cerita dan sejarah yang dipercaya oleh mereka yang
percaya. Kadang kala semua orang hampir menyenangi dan berharap bertemu dengan
mereka langsung di dunia nyata. Yang sebenarnya bagi Tagao dan Aira itu adalah
hal yang pahit untuk menjadi wolf dan vampir.
Kini tahulah kalian mengapa menjadi vampir dan wolf itu menyedihkan? Meski banyak di antara kalian mengemari cerita fantasi wolf dan vampir. Itu karena cerita
dihidup kedua pria ini tak akan berhenti mencari Aresha, dan kehidupan kelam
yang pernah mereka alami bersama sebagai manusia.
Selesai…
__ADS_1
Behind the scannes akan
menemai kalian, dibalik cerita ini ada apa sih dengan tokohnya? Benar ngak ya?