Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 98


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu kami lewati bersama. Hingga suatu hari waktu datang kembali menguji


kami. Perang kembali melanda negeri kami. Suamiku telah berusaha mencegah


perang untuk tak terjadi. Tetapi nampaknya ia gagal untuk berdamai sebab yang memimpin


negeri musuh adalah Yoong, Raja Yoong yang dibiarkan hidup.


Kini hanya bisa pasrah dan kami memilih untuk meminta rakyat kami pergi dari wilayah


ini ke tempat yang lebih aman. Semua memang berat akan menerima keputusan ini


tetapi ini demi kebaikan kami semua.


Di istana, awalnya Tagao tidak mengijinkan diriku ikut berperang bersamanya tetapi


aku terus membujuk dirinya hingga ia mengatakan ya padaku. Kami akan melewati


masa-masa kelam bersama hidup atau mati itulah keputusan yang kami pilih.


          Saat


malam menjelang, kami hanya menunggu waktu akan datang. Sesuatu yang besar,


akan datang pada kami. Kami meminta sebagian pasukan kami untuk menemani


kepergian rakyat sementara yang tersisa bersiaga di malam hari. Bulan telah


menyinari tempat ini.


          Tagao


memandang wilayahnya dari beranda bersamaku, matanya memerah saat aku


melihatnya.


          “Jika


aku tidak selamat, maka pergilah. Jangan kembali padaku”.


          “Aku


tidak mau pergi meninggalkanmu begitu saja. Aku sudah mendapatkan apa yang aku


cari di dunia ini. Aku akan ikut bersamamu kemana pun kamu pergi. Kita


perjuangkan bersama”.


          Tagao


menatap jauh wilayahnya untuk mencari tahu dimana sekarang musuhnya saat ini.


Saat itu juga ia melihat banyak wolf datang dari arah hutan Argon menuju


kemari.


          “Aresha,


apa kamu punya janji dengan wolf?.”


          “Tidak.”,


          “Mereka


datang kemari!.”


          “Lebih


baik kita sambut kedatangan mereka, lihat apa mereka akan menyerang atau


sebaliknya. Persiapkan pasukanmu”.


          Tagao


pun meminta pasukannya untuk siap siaga, jangan ada yang melawan sebelum ada


perintah darinya.


          Tak


lama kemudian wolf datang dan mendekat, mereka pun berubah menjadi manusia


biasa. Tepat saat kedatangan mereka, pasukan Tagao tertidur. Mereka semua


tertidur.


          Aku

__ADS_1


dan Tagao melihat kedatangan mereka dari sini secepatnya turun melompat dari


beranda. Tagao turun diiringi langkahku. Tak ada yang terluka saat melompat


turun dari beranda karena Tagao adalah vampir dan diriku penyihir.


          Air


melangkah ke depan memimpin mereka ( anggota wolf),


          “Yoong


akan datang, aku kemari untuk membantu kalian berdua.”,


          “Benarkah?


Apa yang harus kubalas untuk kebaikanmu ini?”jawab Tagao.


          “Benar


sekali, kami tidak memerlukan imbalan apapun darimu. Kami merasa jika kami


tidak bergabung wilayah kami juga akan mendapat dampak dari perang ini. Jani kenapa


kita tidak bersatu malam ini?.”


          “Benar


apa yang kamu katakan. Lalu bagaimana dengan pasukanku ini yang mendadak


tidur?”.


          “Itu


adalah pengaruh sihir, tidak baik melibatkan manusia. Dimana pasukan vampirmu


itu?.”


          “Mereka


akan datang, tenang saja!.”


          Tagao


dan Aira berjabat tangan sebagai tanda perdamaian mereka. Aku hanya menatap


Aira dengan senyuman manis. Aku senang telah mendapatkan bantuan dari mereka.


menunggu pasukan Yoong datang, benar saja saat tengah malam mereka datang menyerang.


Untung saja sebelum mereka datang kami telah menyiapkan rencana kejutan. Raja


Yoong datang dengan pasukan besar, kami yang melihat itu tidak gugup sama


sekali. Kami hanya tersenyum dan percaya bahwa kami akan menang. Meski kami


akan kalah sekalipun, kami berharap manusia bisa hidup dengan kedamaian.


          Pertama,


Tagao membuat kelelawar menganggu mereka hingga ketakutan. Jika itu tidak


mempan barulah rencana selanjutanya. Nampaknya penyerangan dengan kelelawar itu


berhasil membuat pasukan Yoong berhamburan.


          Selanjutnya


Aira dan anggotanya menyerang mereka. Lalu diiringin Tagao, “ Aku mencintaimu,


Aresha”. Tagao melompat dan berlari cepat menyerang Yoong. Itu adalah ucapan


kata-kata terakhir darinya.


          Sementara


aku berusaha membuat kabut untuk menyelimuti tempat ini hingga serangan mereka


tidak mengenai Tagao dan yang lainnya. Kubuat pula ribuan pedang tak terlihat,


anggin meniup seiringan pohon melambai-lambai. Angin itu adalah pedang yang


sangat tajam. Ia bisa mengenai musuhnya, ia seperti pasukan bagiku.


          Aku


berjalan mendekati wilayah itu sembari mengarahkan kekuatan yang kumiliki.

__ADS_1


Yoong tewas di tangan Tagao dibantu oleh pasukan tak terlihat. Saat semuanya


telah berakhir, dan beberapa dari kami selamat. Kudekati Tagao dan memeluk erat


dirinya.


          Kupikir


semua itu benar-benar berakhir tetapi sesuatu tak terduga telah terjadi padaku.


Tubuhku berdiri tegak sembari menarik napas panjang.


          Tagao


melihat darah keluar dari tubuh belakang Aresha, sebuah pisau telah menancap


padanya. Pisau yang telah dilumuri racun. Pisau itu dilemparkan oleh Yoong


tepat mengenai tubuh belakang Aresha. Kemudian Yoong tewas.


          Aku


hanya mendengar suara Tagao dan Aira yang perlahan-lahan menghilang dariku.


Semuanya terlihat gelap sekali, hingga sunyi datang padaku untuk selama-lamanya.


          Untuk


kedua kalinya Tagao kehilangan Aresha, wanita yang sangat ia cintai. Napas


terakhir wanita itu telah dihembuskan. Tagao melihat hal ini marah dan membelah


tubuh Yoong dengan pedang dan mempar kedua tubuh itu ke dua arah yang berbeda.


          Tagao


mendekati Aresha yang tak bernyawa dan menangisinya. Kali ini ia akan


benar-benar kehilangan Aresha untuk selama-lamanya. Aira pun membantu pemakaman


Aresha bersama Tagao.


          Saat


kesedihan itu melanda, usai pemakaman malam itu juga seorang wanita datang


menemui mereka berdua. Wanita itu berucap “ Tak perlu menangisinya, dia akan


kembali hidup. Reinkarnasi yang akan dia pilih selanjutnya, cari lah dia


sepanjang hidupmu. Kamu pantas mendapatkan ini atas pengorbananmu selama ini.


Wajahnya akan tetap sama di masa depan. Aira temani dia mencari kekasihnya,


menghilanglah agar sejarah mengatakan bahwa kalian telah mati dalam perang.


Sejarah akan menyimpannya untuk kalian.”,


          Kemudian


wanita itu dikelilingi kabut dan menghilang seperti angin datang menghembus


bunga-bunga di pemakaman.


          Tagao


dan Aira pun memutuskan untuk mencari Aresha di generasi berikutnya. Dimana


manusia dengan teknologi modern, di masa depan. Sejarah pun mencatatnya sebagai


raja dan ratu terakhir. Dan, wolf sebagai manusia serigala dalam misteri.


Mereka dikenang dalam cerita dan sejarah yang dipercaya oleh mereka yang


percaya. Kadang kala semua orang hampir menyenangi dan berharap bertemu dengan


mereka langsung di dunia nyata. Yang sebenarnya bagi Tagao dan Aira itu adalah


hal yang pahit untuk menjadi wolf dan vampir.


          Kini tahulah kalian mengapa menjadi vampir dan wolf itu menyedihkan? Meski banyak di antara kalian mengemari cerita fantasi wolf dan vampir. Itu karena cerita


dihidup kedua pria ini tak akan berhenti mencari Aresha, dan kehidupan kelam


yang pernah mereka alami bersama sebagai manusia.


Selesai…

__ADS_1


Behind the scannes akan


menemai kalian, dibalik cerita ini ada apa sih dengan tokohnya? Benar ngak ya?


__ADS_2