Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 273


__ADS_3

Tetapi tak ada jawaban. Zanko memperhatikan api yang membayar dedaunan di labirin ini sebelum padam, ia melihat api itu bukanlah api biasa melainkan api sihir. Tidak ada api yang mudah paham begitu saja kecuali api sihir yang telah dikendalikan oleh seseorang. Disini juga tidak ada hujan dan angin.


“Sebaiknya tetap bersama. Jangan ada yang berpencar!” ucap Zanko menyarankan.


“Bagaimana dengan Zhe?”


“Yunan! Dia tidak menjawab, bagaimana dengan Yunan?”


“Jangan khawatir, mereka berdua pasti baik- baik saja!”


“Baik- baik saja, katamu? Apa kamu tidak lihat apa yang baru saja terjadi? Mereka berdua berteriak, dengusan binatang buas dan api yang membakar teman ini! Dan kamu mengatakan ini baik- baik saja?” ucap teman Zhe yang mulai marah.


“Tenang lah! Kau lihat sendiri kan? Jika mereka terluka, bukankah sekarang mereka ada disini?”


“Tenanglah, kami akan membantumu menemukan Zhe dan Yunan. Kami tidak akan membiarkan seorang pun melukai kalian. Jadi tetaplah bersama!” sambung Eun.


“Sebenarnya apa yang telah menyerang tempat ini? Dengusan yang hangat!” tanya Xia.


“Menurut kalian apa? Ini terdengar gila tetapi ini seperti dengusan naga!” ucap Zanko membuat semua orang kaget dan mengkhawatirkan dua sahabat mereka yang hilang.


“Zhe!”


“Yunan!”

__ADS_1


Beberapa orang mulai menangis mengalirkan air mata karna kehilangan dua sahabat mereka.


“Hei apa yang kalian sedihkan? Bukan berarti Yunan dan Zhe itu telah tiada. Mereka pasti sedang berlari sekarang. Sebaiknya kita mulai mencari mereka sebelum terlambat!”


Mereka yang menangis pun berhenti, dan segera mencari dua sahabat mereka bersama-sama.


Salah satu dari mereka menemukan syal yang dikenalan oleh Zhe, temannya mengenali syal itu.


“Hei, aku menemukan syal. Apakah kalian ada yang mengenal pemilik syal ini?” ucap salah satu dari mereka yang membawanya ke tengah- tengah.


“Oh, ini! Ini bukankah milik Zhe. Kamu mendapatkannya dimana?” ucap teman Zhe sembari mengambil syal dari tangan orang yang telah menemukan syalnya.


“Di tanaman itu, tadi ada disana!” tunjuknya pada tanaman yang membentuk labirin.


“Zhe! Sebenarnya siapa yang melakukan ini pada Zhe?” ucapnya sembari melihat syal.


Tiba- tiba saat sedang sedih, dan memikirkan hilangnya dua sahabat mereka. Di langit yang terang dan tenang, burung- burung berterbangkan menuju arah mereka.


“Lihat! Mengapa burung- burungnya terbang ke arah kemari?” tunjuk seseorang ke langit.


“Sepertinya ada yang tidak beres disana!”


“Kita pergi kesana sekarang! Ayo kita keluar dari sini!” ucap Zanko.

__ADS_1


“Tapi bagaimana kalau itu bahaya?”


“Bagaimana kalau itu Zhe dan Yunan?!”


Tiba- tiba saat sedang sedih, dan memikirkan hilangnya dua sahabat mereka. Di langit yang terang dan tenang, burung- burung berterbangkan menuju arah mereka.


“Lihat! Mengapa burung- burungnya terbang ke arah kemari?” tunjuk seseorang ke langit.


“Sepertinya ada yang tidak beres disana!”


“Kita pergi kesana sekarang! Ayo kita keluar dari sini!” ucap Zanko.


“Tapi bagaimana kalau itu bahaya?”


“Bagaimana kalau itu Zhe dan Yunan?!”


Perdebatan kecil terjadi antara orang yang menolak untuk pergi ke hutan dengan pergi untuk melihat apa yang telah terjadi disana. Tetapi Zanko penasaran dengan apa yang telah terjadi. Eun pun segera pergi menemaninya begitu juga dengan Xia.


Mereka yang tertinggal di labirin pun tidak mau diam begitu saja, mereka juga ikut pergi menyusul Zanko, Eun dan Xia. Mereka semua pergi dengan kekuatan yang mereka miliki hingga lebih mudah untuk keluar dari labirin ini.


Eun dan Xia tidak bisa terbang tetapi dengan elemen yang mereka miliki tetapi mereka dapat menggunakan air untuk pijakan hingga pergerakan mereka cepat dan tinggi untuk melihat jalan keluar dari labirin.


Zanko yang dapat terbang dengan elemen api sebentar lagi akan segera keluar dari labirin. Ia hanya perlu melewati tiga pembatas labirin lagi. Zanko semakin dekat untuk keluar labirin. Tetapi diirinya mendadak dapat penghalang dari labirin. Satu pembatas pembentuk labirin itu meninggi dan tanaman itu merambat hingga menyerang Zanko. Eun dan Xia serta yang lainnya kaget melihat serangan mendadak ini. Mereka pun berupaya menghindarinya. Tetapi tak pernah mereka sadari, semakin banyak mereka bergerak semakin besar pula gerakan tanaman rambat itu.

__ADS_1


Mereka pun terkepung dalam labirin, tanaman rambat itu telah mengepung mereka semua. Beberapa teman mereka telah di lilit oleh tanaman labirin, hingga membuat mereka harus menggunakan kemampuan untuk memotong tanaman rambat yang mengikat tangan dan kaki mereka.


“Hah, mereka semakin banyak saja! Ini gawat, kita harus lari!” teriak salah satu dari mereka.


__ADS_2