Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 295


__ADS_3

Sofie terkejut melihat seorang gadis yang kesal di depan cermin, ia sedikit melangkah ke samping.


“Romeo! Aku sangat kecewa sama kamu, jadi kamu tinggalkan aku hanya karena wanita lain? Kamu jahat! Kita sudah menikah, dan punya anak tapi kamu.... kamu pergi begitu saja! Kamu... apakah kamu tahu! Anak kita.... anak kita.... Romeo!” ucapku dengan lirih sedih dan air mata yang membasahi pipi.


Sofie kembali terkejut, ia baru saja mendengar nama yang sama seperti nama tunangannya. Sofie turut sedih atas yang terjadi pada perempuan ini. Sofie pun mendekat, ia terus saja melihat ke arah perempuan yang menangis ini.


 “A-aku turut sedih. Tolong tegar lah! Masih ada laki- laki lain di dunia ini kan?” ucapnya.


Mendengar ucapannya aku segera menghapus air mataku dengan kedua tangan yang berjatuhan ke pipi. Lalu melihat ke arahnya, dan berucap “Kamu! Apakah kamu, Nona Sofie?”


“Ya itu saya, ada apa?”


Spontan aku langsung berlutut di depannya, dan memohon “Nona Sofie, saya mohon padamu. Katakan pada Romeo, bahwa anak kita telah tiada. Saya sudah sangat lelah mencarinya selama ini. Saya mendengar dia bersama wanita lain dan bertunangan. Saya sangat kecewa. Hiks....!”


“Hah, apa maksudmu? Anak kita?”


“Ya, anak saya dan Romeo. Tapi saya mohon pada nona Sofie, saya mohon bukakan pintu hatinya. Dia telah mencampakkan saya, dia tidak peduli dengan anak dan saya. Anak saya di rawat di rumah sakit, dan dia pergi meninggalkan saya. Kini saya kehilangan semuanya. Saya kehilangan anak saya, dan sekarang dia bersama perempuan lain. Dahulu saya memiliki segalanya, saya sama seperti nona Sofie. Tapi semejak saya menikah dengannya, dia menghancurkan hidup saya. Saya pikir dia mencintai saya, tapi ternyata dia hanya mencintai harta saya” ucapku membuat pengakuan yang sama seperti yang dirasakan oleh Alecia.


Gadis itu tampak polos, aku dapat dengan mudah mempengaruhinya. Tetapi dia sedikit menaruh rasa curiga padaku. Ya, dia tidak polos- polos banget tetapi setidaknya aku telah menyampaikan perilaku buruk pria itu. Ya anggaplah aku ini orang jahat yang suka menghancurkan hubungan orang lain yang nyatanya Romeo dan Alecia memang tidak lagi memiliki hubungan apapun. Tetapi aku sangat tidak terima atas perilakunya terhadap Alecia, yang dia lakukan selama ini hanya lah menyakiti perasaan Alecia. Gadis itu sangat mencintai Romeo tetapi justru Romeo memanfaatkannya. Kini waktunya balas dendam, ya itu lah salah satu misiku.


“Benarkah? Kamu siapa? Apakah kamu memang benar- benar istrinya? Atau hanya mantan istri?” ucapnya tidak percaya denganku.

__ADS_1


Mendengar apa yang dikatakannya, perkataannya membuatku tersenyum. Aku merasa dia telah menyadari sesuatu atau Romeo telah memberitahunya bahwa Romeo telah bercerai dengan istrinya. Tetapi aku memiliki banyak ide, dan tidak akan membiarkan hidup pria ini bahagia.


“Nona Sofie, apakah Romeo telah mengatakan saya dan dia telah bercerai?” tanyaku.


“Ya, dia mengatakan itu pada saya. Namamu Alecia kan? Dia mengatakan banyak hal tentangmu padaku. Saya sangat prihatin atas rumah tangga kalian dulu tetapi saya juga minta maaf, karena saya merebutnya darimu!,” jawabnya dengan senyum sinis.


“Saya mengerti, tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Saya menemuimu hanya ingin menyampaikan sesuatu, saya berharap tidak akan ada lagi perempuan yang tersakiti.”


“Apakah kamu mengkhawatirkan mantan suamimu itu menyakiti perempuan lain?”


“Ya begitu lah. Saya tidak ada maksud lain, tetapi saya tidak ingin ada perempuan lain yang mengalami hal sama. Menurutmu apa perempuan yang mengalami hal seperti itu akan diam saja setelah dia diceraikan?”


“Lalu kamu ingin aku bagaimana?” ucapnya.


“Aku ingin Nona Sofie membantu saya. Dia pasti akan melakukan yang sama pada perempuan lainnya. Dia telah bersama saya dan mengalami rasa sakit, tetapi dia tidak pernah menjalani rasa sakit itu. Ia tidak pernah memperdulikan siapapun. Saya mulai memahami sikapnya ketika kami telah menikah. Dia benar- benar berubah dan mulai berpaling dari saya.”


“Jadi, kamu ingin saya memberi dia pelajaran?”


 “Ya”


“Tapi bagaimana? Dia tidak pernah menyakiti saya, dia mencintai saya sepenuhnya. Sebenarnya, apakah kamu dendam pada saya juga?”

__ADS_1


“Itu, tentu saja tidak! Untuk apa saja dendam pada Nona Sofie. Menurut saya Nona Sofie hanya tidak tahu sikapnya. Ya, dia pasti sangat memanjakan Nona Sofie kan? Apakah Nona Sofie tidak mencurigainya?”


“Hem..... tidak! Semua pria yang datang padaku, semuanya penuh kehangatan dan mereka semua sangat baik”


“Itu karena Nona Sofie adalah perempuan kaya kan?”


“Hem... entahlah.”


“Bagaimana kalau Nona Sofie menyelidiki tunangannya dulu? Ya agar Nona Sofie mengetahui mana yang baik untuk nona. Bukankah pernikahan itu bukan permainan?”


“Hah, begitu ya? Boleh juga. Baiklah, aku akan melakukannya. Aku juga tidak mau mendapatkan suami yang seperti itu.”


Aku tersenyum manis, aku merasa dia telah masuk ke dalam perangkapku sekarang.


“Nah, bagaimana kalau kita bekerja sama? Setuju?”


“Ya, setuju!”


Kemudian kami berdua berjabat tangan satu sama lainnya. Kami pun saling bertukar nomor ponsel untuk bisa saling memberi informasi satu sama lain. Kemudian kami keluar dari tempat ini, dan berpisah begitu masuk kembali ke pesta.


Siapa sangka begitu aku kembali, aku melihat pemandangan yang akan membuat Nona Sofie marah. Seorang perempuan menggoda tunangan Nona Sofie. Mereka dekat dan saling bicara, tidak menunjukan keromantisan tetapi dibalik itu semua diam- diam perempuan itu menggodanya. Perempuan itu tidak lain adalah Alecia sendiri.

__ADS_1


__ADS_2