Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 67


__ADS_3

Hujan turun dengan lebat membasahi negeri, angin kencang pun berhembus.


Malam ini nampak hujan akan lama berhenti. Tidak ada siapapun di luar sekarang, vampire-vampire tidak mendapatkan mangsa malam ini kecuali mereka pergi ke bar, tempat hiburan malam.


Roman mengikuti Eren dan Akira yang terhenti di sebuah jalanan yang sepi.


Jejak dan aroma itu cepat menghilang dibersihkan oleh hujan yang turun


Mereka kembali berubah wujud menjadi manusia.


Eren dan Akira dibuat kesal malam ini, mereka gagal lagi menemukan Hani dan Gisel. Ini adalah malam kedua dari tradisi gadis bunga mawar, sekarang hanya tersisa satu kesempatan lagi.


“Sial kemana dia pergi? Ini semua karna hujan yang turun. Semuanya menghilang!”ucap Akira


“Apa kita harus mengeluarkan ancaman agar dia sendiri yang datang menemui kita?”


“Ancaman seperti apa?”


“Kita katakan saja, jika dia tidak keluar dari tempat persembunyian maka kita akan menjadikan ibunya sebagai mangsa kita?”


“Itu tidak mungkin, orang-orang akan mengetahui kehidupan kita. Apa lagi


pemburu vampire, mereka masih memburu kita dan mungkin semakin kuat untuk menghabisi kita”


“Baiklah, kita tak perlu lakukan ancaman. Cari saja dia sekarang, mungkin dia tak jauh dari sini”


Kemudian mereka berdua berpencar mencari Violin dibawah derasnya hujan


yang turun.


Rumah Ethan,


Ketakutanku menjadi-jadi, detak jantung yang semakin cepat kucoba untuk tetap tenang. Aku pun harus menahan sakit di leher karena Ethan menggigit leherku. Kini aku pun tahu bahwa Ethan bukanlah manusia, melainkan seorang vampire yang sama seperti Roman.


Mata Ethan semerah darah, dan kuku yang panjang serta taring yang mencoba mengoyak kulit untuk meminum darah segar. Ia tak akan membiarkan satu tetes darah pun jatuh, ia sangat harus.


Meminum darah segar hingga rasa haus itu hilang. Dirinya pun kembali ke semula, tetapi begitu dirinya tersadar akan perbuatannya pada Violin. Violin jatuh pingsan tak sadarkan diri, karena kehabisan darah.


Ethan pun dengan cepat menolongnya, ia pun membawa Violin ke tempat tidur. Membaringkan tubuh gadis itu disana, dan menyelimutinya.


Ia sedikit menyesal karena telah melakukan kecerobohan, sekarang hanya bisa berharap Violin cepat memulihkan dirinya sendiri dengan sistem tumbuh yang dimilikinya.


Lalu Ethan pergi meninggalkan tempat ini.


Pagi hari yang cerah, hujan semalam telah reda. Namun tersisa di embun pagi. Air hujan yang masih tersisa itu melekat pada tumbuhan dan tanah yang basah. Burung-burung berkicau merdu menyambut indahnya pagi. Angin yang sejuk berhembus masuk ke kamar, dimana Violin tidur.


Angin yang sejuk dan matahari yang cerah masuk ke kamar, membuat diriku terbangun. Aku melihat ruangan ini, dan ini bukanlah kamarku. Perlahan-lahan pun ingatanku kembali, aku ingat Ethan menggigit leherku. Ia meminum darahku, dan dia adalah seorang vampire.


Aku pun cepat bangun dan berjalan mendekati meja rias. Mendekati cermin,


dan terlihatlah bayangan diriku. Aku segera melihat gigitan di leherku, lalu menutupnya dengan kedua tanganku.


Cahaya biru terselip di sela-sela jari dan tangan, mengobati luka gigitan. Luka itu sembuh seketika tanpa meninggalkan bekas luka. Setelah itu ku lepaskan tanganku, dan tersenyum manis di depan cermin.

__ADS_1


“Huh, Ethan menyebalkan! Jadi dia juga seorang vampire ya? Tapi dia siapa? Apa ia berteman dengan Roman? Jika begitu, aku harus pergi meninggalkan tempat ini”ucapku.


Tapi tiba-tiba saja, Ethan datang. Ia masuk ke kamar ini.


“Violin, syukurlah kamu sudah bangun. Kamu baik-baik saja kan?”tanyanya


Aku pun menunjukan wajah kesal padanya, tanpa menjawab pertanyaannya aku keluar dari kamar. Sementara Ethan bingung harus bagaimana menyikapi Violin yang kesal padanya.


Aku segera masuk ke kamarku, mengambil semua barang milikku termasuk buku bulan. Setelah beres, aku segera keluar dari kamar. Tapi langkahku dicegat oleh Ethan yang menghalangi jalanku.


“Mau pergi kemana?”


“Hah, kamu lagi! Kenapa sejak awal kamu tidak jujur saja padaku? Kalau kamu itu adalah vampire. Kamu bahkan tidak meminta ijin padaku atas kejadian malam tadi!”


Ethan tersenyum manis, “Ya, maaf. Aku sangat haus, aku mencoba menahan rasa hausku tapi aku tidak bisa. Maaf membuatmu takut, tapi kamu mau kemana? Bagaimana jika nanti Roman menemukanmu? Mereka bisa-bisa memaksamu menyerahkan


temanmu itu”


“Kamu juga akan melakukan itu padaku kan? Kamu teman Roman kan?”


Ethan menggelengkan kepala, “Tidak, aku adalah rivalnya. Jadi mana mungkin aku akan menyerahkanmu padanya”


“Hah, benarkah? Kamu saja begitu padaku, aku tidak percaya padamu mulai sekarang!”


“Ayolah, aku hanya haus. Aku minta maaf telah membuatmu marah. Akan kulakukan apapun yang kamu minta, tapi kamu tidak boleh marah denganku.”


“Tidak ada gunanya membaiki aku, apakah kamu serius tidak akan menyerahkanku pada Roman? Ya aku akan memaafkanmu jika kamu melindungiku darinya. Ya setidaknya hingga tradisi gadis bunga mawar selesai”


“Ya tentu saja, aku akan melindungimu darinya. Luka di lehermu hilangnya?


“Huh, mau tau saja”ucapku dengan cuek.


Tapi Ethan malah mendekatiku dengan sangat dekat, ia tersenyum manis


seraya berucap “Mau makan pagi bersamaku? Kupikir kamu sedang lapar sekarang. Aku sungguh minta maaf, malam itu aku diluar kendali. Apa kamu merasakan hal aneh padamu, Violin?”


“Tidak ada, aku malah merasa aneh padamu. Kamu seorang vampire kan? Berusia berapa sekarang?”


Dia tersenyum tak menjawab pertanyaanku, dia malah pergi menuju ruang makan lebih dulu. Aku pun mengikutinya dari belakang.


Di ruang makan, telah terjadi banyak makanan di atas meja dan minuman yang segar.


“Nah, silahkan makan yang banyak. Ini adalah bagian dari permintaan maaf dariku”senyumnya


Aku pun segera duduk di kursi, begitu juga dengan Ethan. Kuperhatikan semua makanan dan minuman yang tersaji. Pertama aku mencicipi hidangan sayuran, lalu daging, dan minuman segar. Setelah itu aku mencicipi buah sebagai makanan penutup.


Kuseka mulutku dengan tisu dan berucap “Baiklah, terima kasih untuk makananya. Setidaknya aku merasa lebih baik, wajahku tidak terlalu pucat kan?”


Ethan tersenyum manis, “Ya tidak juga, tapi jika kamu merasakan hal aneh padamu temui aku atau hubungi aku. Aku akan segera datang untukmu”


“Hah, aku lebih baik tidak menemuimu nanti yang ada kamu melakukannya lagi”


“Ayolah, aku tidak sengaja dan percayalah padaku. Aku akan membantumu”

__ADS_1


“Baiklah, tapi bukankah biasanya sebuah bantuan ada alasan lain dibalik


semuanya. Apa yang kamu mau?”


“Kamu pintar sekali, aku hanya ingin tahu dimanakah gadis yang memberikanmu barangnya itu?”


“Maksudmu?”


“Buku bulan, dan kamu yang mengambil kotak berisi barang itu di kastil drakula, masih ingat?”


“Ya tentu”


“Itu semua adalah milik Alika. Sekarang dia dimana?”


“Huh, kupikir semua orang tidak akan menanyakan keberadaannya. Dia pernah


meninggalkan catatan untukku, dia bilang aku harus menjauhi orang-orang yang ada di kehidupannya. Jadi aku tidak akan menjawab pertanyaanmu itu”


“Ayolah, sekali saja katakan dia dimana? Jika kau sudah bertemu dengannya aku tidak akan melibatkanmu dalam hal apapun”


“Tapi sayangnya gadis itu sudah mati”


“Alika telah mati?”


“Ya, gadis itu telah tiada. Bukankah perjanjian pembangkitan itu yang menjelaskan semuanya, apa kamu lupa? Dia bilang hidupnya tidak ada artinya, jadi menyelamatkan seseorang lebih berarti dibanding hidupnya. Memang apa yang


terjadi padanya, Ethan?”


Ethan menatap tajam diriku, ia mencoba membaca pikiran Violin untuk memastikan apakah ucapannya benar atau sedang berbohong.


Tapi senyum ku lebih mematikan, aku tak akan membiarkan siapapun tahu tentang gadis ini dan aku.


Ethan membaca pikiran Violin, “Pertanyaan macam apa itu? Apa itu yang kamu inginkan setelah meminum darahku? Hah yang besar saja, sekarang kamu jadi pria yang menyebalkan. Alika itu sudah tidak ada, mengapa kamu mencarinya? Alika, Alika, Alika. Huh, sebenarnya kenapa sih kamu harus melibatkanku? Aku bukan siapa-siapa!.”


Ethan tersenyum manis, “Baiklah tidak masalah jika kamu tidak berkata jujur padaku. Tidak masalah. Hari ini kamu mau kemana?”


“Di rumah saja, aku takut Roman menemukanku. Kamu sendiri mau kemana?”


“Aku mau mencari Alika”


“Mencarinya? Menurutku sampai kapan pun kamu gak akan bisa menemukannya. Memang jika kamu menemukannya apa yang akan kamu lakukan?”


“Aku akan meminta dia membantuku mengalahkan Roman”


“Mengalahkan Roman, maksudmu?”


“Ya, aku adalah rivalnya. Jadi mengertilah”


“Hah, sayang sekali ya sepertinya kamu lebih tertarik dengan Alika. Ya baiklah, terima kasih atas makanannya. Aku akan kembali ke kamar dan mengurung diriku.”ucapku segera berdiri dan pergi. Namun aku berhenti dan berpaling melihat Ethan seraya berucap “Ethan, mengapa kamu memusuhinya? Aku Melihatmu telah memiliki semuanya, Roman tidak sebanding denganmu. Tapi aku yakin kalian memiliki sisi yang berbeda sebagai seorang vampire.” Lalu aku pergi menuju


kamarku.


Ethan tersenyum manis, ia berucap “Apakah kamu baru saja tertarik padaku? Ya aku bisa menjadi pria yang bisa memanjakan kamu. Aku rasa hidupmu lebih menarik, apa yang kamu simpan sayang? Darahmu bahkan lebih segar dari gadis biasanya”senyumnya.

__ADS_1


*Hallo, mohon dukungannya. Beri rate, dan tambahkan ke koleksi buku kalian. Jangan lupa tinggalkan jejak, semangat! Mohon bantuannya, terima kasih"


__ADS_2