
Berjalan keluar ruangan ini, dan kedatanganku menjadi pusat perhatian. Aku hanya bisa menghena napas setelah keluar dari ruangan Ibu Oshaberi. Aku berjalan melawati tiap pengawas yang sedikit menghalangi jalanku, mereka tetap disini karna tugas mereka. Aku dikit memikirkan ucapan Ibu Oshaberi tadi padaku.
“Apa maksudnya berterima kasih padaku? Bukankah tindakanku jahat? Tapi tidak masalah, mungkin masalalu sebelum kedatanganku kemari, semua orang punya masalah yang sama” gumanku sembari berjalan menuju asrama.
Sementara itu ruang pengawas Ibu Oshaberi.
Ibu Oshaberi tersenyum manis, ia melihat foto di mejanya. Foto dirinya bersama seseorang, foto itu menunjukan kedekatan dirinya dengan seorang gadis yang usianya sebaya dengannya.
“Yah, dia gadis yang sama kan? Dia sama sepertimu! Dia tidak akan membiarkan temannya terluka sedikit pun. Dia gadis yang baik, tapi aku tahu sekarang kita hanya tinggal kenangan. Tapi aku tidak akan pernah melupakanmu sedikit pun, dan akan kubuat kamu bangga padaku, teman!” ucapnya yang kemudian bangkit dari kursinya lalu menemui pengawas yang telah menunggu di luar ruangan ini.
Asrama Akademi Yexiao,
Asrama kelas khusus berdiri dengan megah dan dengan perlindungan sihir. Bangunan yang sungguh menabjubkan dan mampu melindungi semua orang dari serangan.
Langkah seorang gadis yang berjalan dengan pelan, ia sedikit menundukan kepalanya ke bawah.
Entah ada apa asrama ini hening sekali, ini tidak biasanya terjadi. Disini seperti tidak ada seorang pun, suasana yang benar- benar hening seperti gedung tak berpenghuni. Gadis itu pun berhenti tepat di depan kamarnya. Ia pelan- lahan membuka pintu kamarnya.
“Srekkkk!” suara pintu terbuka.
Ibu Oshaberi tersenyum manis, ia melihat foto di mejanya. Foto dirinya bersama seseorang, foto itu menunjukan kedekatan dirinya dengan seorang gadis yang usianya sebaya dengannya.
__ADS_1
“Yah, dia gadis yang sama kan? Dia sama sepertimu! Dia tidak akan membiarkan temannya terluka sedikit pun. Dia gadis yang baik, tapi aku tahu sekarang kita hanya tinggal kenangan. Tapi aku tidak akan pernah melupakanmu sedikit pun, dan akan kubuat kamu bangga padaku, teman!” ucapnya yang kemudian bangkit dari kursinya lalu menemui pengawas yang telah menunggu di luar ruangan ini.
Asrama Akademi Yexiao,
Asrama kelas khusus berdiri dengan megah dan dengan perlindungan sihir. Bangunan yang sungguh menabjubkan dan mampu melindungi semua orang dari serangan.
Langkah seorang gadis yang berjalan dengan pelan, ia sedikit menundukan kepalanya ke bawah.
Entah ada apa asrama ini hening sekali, ini tidak biasanya terjadi. Disini seperti tidak ada seorang pun, suasana yang benar- benar hening seperti gedung tak berpenghuni. Gadis itu pun berhenti tepat di depan kamarnya. Ia pelan- lahan membuka pintu kamarnya.
“Srekkkk!” suara pintu terbuka.
Tiba- tiba saat itulah semua orang keluar dari kamarnya, semua orang menuju ke arahnya. Mereka berlari dan berhenti tepat di depan gadis itu. Gadis itu di buat kaget oleh kehadiran semua orang.
“Ya benar, ada apa? Apa aku melakukan kesalahan lagi?”
Dia tersenyum padaku, dan spontan mereka serentak menundukan kepala mereka.
Serentak mereka semua berucap, “Terima kasih!”
Ucapan mereka itu membuatku terkejut dan panik.
__ADS_1
“Hah, apa yang kalian lakukan? Berdiri lah!” ucapku.
Mereka pun berhenti menundukan kepala, mereka tampak tersenyum padaku.
Salah satu dari mereka pun menjelaskan tindakan mereka padaku ini.
“Aresha, terima kasih. Kudengar kamu berhasil mengalahkan Vera dan teman- temannya”
“A... apa maksudmu Vare?”
“Ya benar, Vare dan teman- temannya. Kami ucapkan terima kasih, karna kamu kami terbebas dari mereka. Selama ini tidak ada yang berani melawan mereka, akhirnya kami menemukan seseorang yang berani membuat mereka keluar dari tempat ini. Kami akhirnya terbebas dari mereka. Maafkan kami juga yang tidak bisa membantumu, tapi kami akan membantumu suatu saat nanti jika kamu punya masalah katakan saja pada kami. Kami pasti akan membantumu. Kami sungguh minta maaf dan terima kasih”
“Apa maksud kalian? Kalian tidak perlu berlebihan. Aku tidak melakukan hal yang besar kok!”
“Ya, tapi bagaimana.... bagaimana pun juga kami akan mengucapkan terima kasih padamu. Karna kamu sudah menyelesaikan masalah yang kami hadapi”
“Hah, masalah ya? Bukankah kalian juga sering mengunjing Xia, apa itu bukan masalah?”
Mendengar ucapan itu, mereka semua saling tatap satu sama lain.
“Maaf soal itu, kami hanya melakukan yang mereka perintahkan. Klan vampir adalah yang terkuat jadi kami akan melakukan apa yang mereka perintahkan. Kami tahu apa yang telah kami lakukan adalah kesalahan. Maaf kan kami, kami tidak akan melakukan itu lagi. Kami benar- benar minta maaf!”
__ADS_1
“Ya terserah kalian saja, aku tidak punya masalah dengan kalian. Tapi kalian punya masalah dengan Xia, bukan aku!” ucapku segera masuk ke kamar dan mengunci pintunya.