Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 99


__ADS_3

Keheningan  telah  datang,  di  sebuah  kamar  kecil  yang gelap seseorang telah tertidur dengan lelap. Ada banyak bintang   bertaburan   di   luar   dengan   bulan   yang   telah berada di arah jarum jam dua belas. Ya, waktu telah menunjukan jam dua belas malam.


Keheningan itu mendadak membuat gadis itu terbangun setelah cahaya yang terang dari luar kamarnya masuk ke kamar ini.


“  Ah,  apa  ini?  Huh  siapa  tengah  malam  begini menyalakan lampu yang sangat terang. Aku jadi terbangun!”,


Berjalan  menuju  pintu,  tangannya  yang  lembut memegang pegangan pintu. Pintu pun perlahan-lahan dibuka tetapi begitu melangkah keluar dari kamar dirinya sudah berada di tempat lain.


Ia  diperlihatkan  dengan  konflik  keluarga,  dan  anehnya lagi mereka yang dilihatnya berpakaian kerajaan.


“Ibu,  bagaimana  jika  saya  yang  menjaga  benda  itu?,”


saran anak perempuannya,


 


Namun wanita yang mengenakan mahkota itu, Ratu atau ibu dari kedua putra dan satu putri menolaknya. “ Tidak, kamu tidak pantas. Kamu akan mendapatkannya jika waktunya telah tiba. Dan, ibu belum melihat waktu itu datang!”,


Dengan rasa kecewa gadis itu melangkah mundur, lalu salah satu putranya maju dan berucap “ Bagaimana jika aku  saja,Bu?  Aku  anak  kedua  ibu.  Ibu  sangat menyayangiku kan?”,

__ADS_1


“Tidak,  ibu  memang  menyayangimu  tetapi  tidak  untuk ini.  Ini  bukan  waktu  yang  tepat  untukmu.  Waktu  akan cepat datang jika kamu mengubah sifatmu pada orang sederhana dan biasa. Ibu melihatnya kamu membenci mereka, kenapa?”,


Dengan rasa malu, putra kedua menjawab “ Maafkan aku, Ibu. Aku akan mengubah sifatku”,


“ Berjanjilah pada ibu?”,


“Aku berjanji, Bu!”, putra kedua pun melangkah mundur. Kini putra pertama melangkah maju dengan harapan dan keyakinan yang kuat bahwa ibunya akan memilih dirinya sekarang.


“Ibu, ijinkan aku menjaganya. Benda itu memilihku!”,


 


Dengan   rasa   kecewa,   ia   melangkah   mundur.   Putra pertama tak hanya kecewa dengan keputusan sang ibu tetapi juga malu di depan adik-adiknya. Bagaimana tidak? Bukankah kakak pertama sebagai contoh yang baik dalam keluarga kerajaan.


Aku yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka akhirnya memberanikan diri juga untuk bicara, “ Bagaimana dengan diriku? Apa aku boleh mengajukan beberapa pertanyaan?”,


Seketika itu juga empat pasang mata mengarah padaku, tatapan mereka seolah-olah membuat diriku terpojok.


Ibu mereka pun menjawab dengan senyuman manis, “ Tentu saja, kau yang akan menjaga benda itu. Tentu kau juga boleh bertanya”,

__ADS_1


“Sebelumnya   ini   berada   dimana?   Mengapa   aku   bisa berada di sini? Bukankah tadi aku berada di rumahku sendiri!”,


 


Lagi-lagi wanita itu tersenyum manis, ia mengarahkan tangannya padaku lalu membuka telapak tangannya. Sebuah   cristal   biru   terbang   mengarah   padaku,   lalu kuambil cristal itu.


“Itu  adalah  jawabannya,  dia  memanggilmu  kemari  dan kau yang dipilihnya. Jadi jagalah cristal itu, ada kalanya cristal  itu  memintamu  memberikannya  pada  anak- anakku. Tapi untuk saat ia akan tetap berada padamu. Anak-anakku akan menjagamu selama kamu bersamanya, jika anak-anakku tidak menjagamu maka jangan haraplah kalian, putra-putriku mendapatkannya”,


Mendadak cristal itu mengeluarkan cahaya terang dan semuanya sirna. Aku tidak dapat melihat mereka, tidak lagi. Sekejab membuka mata dan telah berada di kamar ini lagi.


Aku pun kembali merasakan ada benda yang kupegang, dan benar apa yang kulihat itu bukan mimpi. Buktinya, cristal ini benar-benar ada padaku.


Cahayanya kembali menerangi ruangan ini, hingga dari luar pun terlihat terang.


***


 


Seorang gadis mengenakan gaun pengantin di atas bukit dengan ribuan bintang dan bulan di langit tersenyum manis.   Mendadak   semua   redup,   dan   kembali   terang. Gadis itu pun pergi menghilang.

__ADS_1


__ADS_2