
Keheningan telah datang, di sebuah kamar kecil yang gelap seseorang telah tertidur dengan lelap. Ada banyak bintang bertaburan di luar dengan bulan yang telah berada di arah jarum jam dua belas. Ya, waktu telah menunjukan jam dua belas malam.
Keheningan itu mendadak membuat gadis itu terbangun setelah cahaya yang terang dari luar kamarnya masuk ke kamar ini.
“ Ah, apa ini? Huh siapa tengah malam begini menyalakan lampu yang sangat terang. Aku jadi terbangun!”,
Berjalan menuju pintu, tangannya yang lembut memegang pegangan pintu. Pintu pun perlahan-lahan dibuka tetapi begitu melangkah keluar dari kamar dirinya sudah berada di tempat lain.
Ia diperlihatkan dengan konflik keluarga, dan anehnya lagi mereka yang dilihatnya berpakaian kerajaan.
“Ibu, bagaimana jika saya yang menjaga benda itu?,”
saran anak perempuannya,
Namun wanita yang mengenakan mahkota itu, Ratu atau ibu dari kedua putra dan satu putri menolaknya. “ Tidak, kamu tidak pantas. Kamu akan mendapatkannya jika waktunya telah tiba. Dan, ibu belum melihat waktu itu datang!”,
Dengan rasa kecewa gadis itu melangkah mundur, lalu salah satu putranya maju dan berucap “ Bagaimana jika aku saja,Bu? Aku anak kedua ibu. Ibu sangat menyayangiku kan?”,
__ADS_1
“Tidak, ibu memang menyayangimu tetapi tidak untuk ini. Ini bukan waktu yang tepat untukmu. Waktu akan cepat datang jika kamu mengubah sifatmu pada orang sederhana dan biasa. Ibu melihatnya kamu membenci mereka, kenapa?”,
Dengan rasa malu, putra kedua menjawab “ Maafkan aku, Ibu. Aku akan mengubah sifatku”,
“ Berjanjilah pada ibu?”,
“Aku berjanji, Bu!”, putra kedua pun melangkah mundur. Kini putra pertama melangkah maju dengan harapan dan keyakinan yang kuat bahwa ibunya akan memilih dirinya sekarang.
“Ibu, ijinkan aku menjaganya. Benda itu memilihku!”,
Dengan rasa kecewa, ia melangkah mundur. Putra pertama tak hanya kecewa dengan keputusan sang ibu tetapi juga malu di depan adik-adiknya. Bagaimana tidak? Bukankah kakak pertama sebagai contoh yang baik dalam keluarga kerajaan.
Aku yang sejak tadi mendengarkan percakapan mereka akhirnya memberanikan diri juga untuk bicara, “ Bagaimana dengan diriku? Apa aku boleh mengajukan beberapa pertanyaan?”,
Seketika itu juga empat pasang mata mengarah padaku, tatapan mereka seolah-olah membuat diriku terpojok.
Ibu mereka pun menjawab dengan senyuman manis, “ Tentu saja, kau yang akan menjaga benda itu. Tentu kau juga boleh bertanya”,
__ADS_1
“Sebelumnya ini berada dimana? Mengapa aku bisa berada di sini? Bukankah tadi aku berada di rumahku sendiri!”,
Lagi-lagi wanita itu tersenyum manis, ia mengarahkan tangannya padaku lalu membuka telapak tangannya. Sebuah cristal biru terbang mengarah padaku, lalu kuambil cristal itu.
“Itu adalah jawabannya, dia memanggilmu kemari dan kau yang dipilihnya. Jadi jagalah cristal itu, ada kalanya cristal itu memintamu memberikannya pada anak- anakku. Tapi untuk saat ia akan tetap berada padamu. Anak-anakku akan menjagamu selama kamu bersamanya, jika anak-anakku tidak menjagamu maka jangan haraplah kalian, putra-putriku mendapatkannya”,
Mendadak cristal itu mengeluarkan cahaya terang dan semuanya sirna. Aku tidak dapat melihat mereka, tidak lagi. Sekejab membuka mata dan telah berada di kamar ini lagi.
Aku pun kembali merasakan ada benda yang kupegang, dan benar apa yang kulihat itu bukan mimpi. Buktinya, cristal ini benar-benar ada padaku.
Cahayanya kembali menerangi ruangan ini, hingga dari luar pun terlihat terang.
***
Seorang gadis mengenakan gaun pengantin di atas bukit dengan ribuan bintang dan bulan di langit tersenyum manis. Mendadak semua redup, dan kembali terang. Gadis itu pun pergi menghilang.
__ADS_1