Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 126


__ADS_3

“Tuan Aksara ada di kamarnya, Tuan putri”,


“Hah, terima kasih!”,


Mendengar Aksara berada di kamarnya, secepatnya aku pergi keluar kantil ini. Berjalan seperti biasa agar dayang dan penjaga tak curiga. Begitu di luar, aku melihat bintang-bintang bertaburan di angkasa. Berjalan menuju taman dan duduk di bangku. Taman kastil ini menghadap hutan belantara yang gelap. Aku bahkan tak melihat satu cahaya pun masuk ke dalam hutan. Semuanya terlihat gelap. Duduk memandang bunga yang layu dan mekar.


“Kenapa jadi begini? Aku seharusnya sedang tidur di penginapan dan berada di Desa Flower. Kenapa aku berada disini sekarang?”,


“Hah, kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi padaku? Hah, ingatan bodoh apa ini! Apa salahku? Kenapa aku! Ini menyebalkan sekali”,geruntuku.


Tiba-tiba aku melihat sepasang bota mata merah dibalik pohon besar yang membuatku takut. Tetapi ia menghilang beberapa saat kemudian. Hal itulah yang membuatku penasaran siapa dibalik pohon besar itu. Aku berjalan dan mendekati pohon besar itu, tapi tiba-tiba saja ada seseorang yang menyerangku di kegelapan untungnya aku cepat menghindar.


Kini di bawah cahaya bulan aku dapat melihat orang itu, ia adalah seorang perempuan dengan pedang ditangannya. Ia menyerangku, aku pun tak bisa berbuat apa-apa. Saat itulah Aksara muncul di depanku, entah bagaimana dia melakukan itu. Ia melindungiku hingga perkelahian terjadi. Aksara berhasil mengusir wanita itu pergi.


“Kamu baik-baik saja?,”tanya Aksara


“Ya aku baik, terima kasih telah melindungiku. Wanita itu siapa?”,


“Aku tidak tahu, tapi ia bisa saja suruhan Eriska untuk membunuhmu. Kenapa kamu keluar kastil malam-malam?”


“Aku tak bisa tidur!”,

__ADS_1


“Hah, ayo naik ke pungungku! Aku akan membuatmu nyaman dan tidur”,


Aku tersenyum manis, lalu naik ke pungungnya. Aksara menggendongku hingga ke kamar. Ia membaringkanku di kasur.


“Ingin aku membacakan buku cerita untukmu, tuan putri?”,


“Tidak!”


“Apa ada sesuatu yang ingin kamu tanyakan padaku?”,


“Kapan aku bisa pulang?”,


“Setelah Eriska tidak akan menyakitimu, aku tak bisa melepaskanmu karena aku mencintaimu juga!”,


“Tidak, tapi aku punya calon ratu”,


“Benarkah? Kenalkan dia padaku?”


“Dia ada didepanku!”,senyum Aksara


“Bagaimana dia akan meminangku, aku berterima kasih dia telah menyelamatkanku malam ini!”

__ADS_1


“Menerimaku sebagai suamimu!”


“Akan kupikirkan bagaimana aku bisa mencintai pria yang membawaku ke negeri ini”,


Aksara tersenyum manis lalu keluar kamar ini. Aku pun mulai tidur.


***


Entah bagaimana sebuah ingatan muncul dalam mimpiku. Aku bermimpi melihat seorang wanita memakai gaun pengantin yang berjalan ke atas bukit lalu dirinya disambut oleh seorang pria. Perlahan-lahan wajah mereka berdua terlihat, mereka adalah diriku sendiri dan Aksara. Lalu kami berdua disambut oleh rakyat dengan senang hati. Rakyar bersorak ria, tetapi dari gerombunan raykat muncul Eriska yang langsung menyerang diriku hingga aku terjatuh. “Maaf putri tempatmu bukan disini!”ucapnya yang langsung menyerangku dengan pisau dan membuatku terbangun.


Jantungku berdetak kencang, dan aku ketakutkan bukan main. Segera saja aku meminum air yang ada disampingku. Mengambil air di meja dan meminumnya. “ Hah, ini cuman mimpi biruk saja. Tapi kenapa begitu guat? Semoga saja aku akan baik-baik saja di negeri ini dan Aksara cepat memulangkan diriku”, meletakan gelas ke meja lalu pergi tidur lagi.


Sebuah mimpi kembala datang kali ini sangat aneh. Sebuah mimpi romantis aku bersama seorang pria, Tagao. Berjalan ditaman beriringan. Di sebuah tempat dipenuhi tanaman yang menjalar dan membentu sebuah dinding. Kami berada di tengahnya, sebuah tempat kosong dengan hamparan rumput hijau. Duduk disamping pria itu, dan anehnya aku melakukan cumbuan mesra bersamanya. Entah siapa yang memulai lebih dulu. Semua nampak menikmatinya tapi mendadak saat itu Aksara datang dan menjauhkanku dengan Tagao. Ia memisahkanku dengannya hingga membuatku kembali terbangun dari tidur.


Menghela napas panjang dan ternyata hari telah pagi. Kembali kuminum air digelas dekat denganku. Mengambilnya dan meminum, “ Hah, ini mimpi yang sangat aneh! Entah apa artinya yang jelas pria yang sama dalam dua mimpi sekaligus itu mengganggu”gumanku yang bergegas pergi mandi.


***


Kejadian malam itu,


Amber menyerang Aresha dan terluka karena serangan Aksara. Ia bergegas melaporkan keberadaan Aresha. Eriska yang telah mendapat kabar itu sangat senang, selanjutnya ia hanya perlu membuat rencana membunuh Aresha. Tapi Eriska yakin Aksara akan melindungi gadis itu, jadi Eriska pun menyuruh orang lain untuk membunuh Aresha tanpa mengotori tangannya sendiri.

__ADS_1


Sebagai musuh berselimut dalam persahabatan, Eriska juga memberitahukan kabar ini pada Tagao dan Aira. Eriska tahu dua pria ini sangat mencintai Aresha. Eriska yakin mereka berdua akan berusaha membuat gadis itu memilih salah satu dari mereka berdua.


“Saat dalam kebingungan memilih, aku akan menawarkan sebuah keputusan yang amat langka. Keputusan yang hanya datang sekali seumur hidupmu yaitu mati!”ucap Eriska yang duduk dikursi singgasana. Ia akan tetap menjadi seorang putri sebelum Aresha mati.


__ADS_2