Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 227


__ADS_3

“Ya, aku ingat. Ah, apa jangan- jangan kamu....!”


“Ya benar!”


Spontan Xia berdiri, ia menari dengan perasaan senang. Memutar mutar hingga “Brukkk!” tubuhnya menghantam tembok. Xia pun terjatuh dan membuatku tertawa.


“Hahaha.... apa kamu baik- baik saja? Tidak perlu sesenang itu kan?!”


Xia berdiri, dan ia menahan malunya.


“Ya maaf. Oh ya, bagaimana lapangan ujian ability magie? Apa sudah selesai di buat?”


“Ya aku rasa sudah!”


“Itu tidak menyakinkan tau!”


“Ya mau gimana ya?! Soalnya kudengar lapangan ujian ability magie telah selesai di buat tapi ada orang jahat yang menghancurkannya. Lalu pengawas harus membuatnya lagi, jadi aku rasa sudah selesai!”


“Hah, ada orang yang menghancurkannya? Kenapa? Siapa? Apa orang itu sudah di tangkap?”


“Aku tidak tahu, tidak ada kabar soal itu. Mengapa kamu tidak bertanya pada Violin saja?”


“Hah, aku tidak akan bertanya. Hari ini kita jalan- jalan yuk? Semua orang di asrama pasti ke Glasland atau bahkan jalan- jalan. Kalau terus berlatih juga tidak akan berhasil jika kita memaksakan diri.”


“Ya baiklah, kamu ada benarnya. Kita mau kemana hari ini?”


“Bagaimana kalau ke mall?”


“Boleh, memang mau beli apa disana?”


“Cuman jalan- jalan, ngak usah beli!”

__ADS_1


“Hah, lebih baik ke perpustakaan kota!”


“Yah, tapi disana cuman ada buku yang membosankan!”


“Tapi disana ada buku mengenai sihir, buku yang luar biasa. Apa kamu pernah membaca buku yang menabjubkan. Ya seperti kamu hanya perlu membuka bukunya saja, lalu muncullah sihir yang akan menceritakan seluruh isi buku. Kamu hanya perlu mendengarkannya saja!”


“Hah, itu terdengar menabjubkan tapi juga membosankan”


“Taman kota?”


“Aku setuju!”


“Baiklah, aku bersiap- siap dulu! Pagi ini pasti banyak orang disana untuk jalan- jalan”


“Ya benar juga!”


Aku pun segera mempersiapkan diri, begitu juga dengan Xia. Gadis itu tak memperlihatkan lelahnya padaku setelah perjalanan panjangnya kemari. Ya apa boleh buat, walau pun sebenarnya aku males banget untuk jalan- jalan pagi ini. Tapi kedatangan temanku yang datang dari jauh ke asrama Akademi Yexio ini membuatku tidak bisa menolak permintaannya. Ya dia yang mengajakku jadi aku tidak bisa menolaknya.


Tak pernah terpikir olehku, aku pikir Xia memang mengajakku jalan- jalan tetapi ternyata ada tujuan lain. Sebuah mobil mewah dengan seorang pemuda tampan dari klan pengendali air sedang menunggu disini.


“Maaf ya lama, kenalkan ini temanku namanya Aresha. Aresha, kenalkan ini Eun. Dia....” ucap Xia memperkenalkan kami berdua.


Aku pun berjabat tangan dengannya. Ia memperkenalkan dirinya padaku.


“Eun, siapa namamu?”


“Namaku Aresha, kamu pacarnya Xia kan? Hah, ya ampun! Apa kamu orang baru di kota ini hingga harus mengajakku juga dalam kencan kalian berdua?”


Xia tertawa kecil, lalu ia menjelaskan tujuannya mengajakku jalan- jalan.


“Hahaha.... ya sebenarnya aku mengajakmu itu karna tidak ingin kamu sendirian di asrama. Ini juga bukan kencan kami, jadi tidak perlu khawatir. Kita hanya jalan- jalan saja kok!”

__ADS_1


“Oh begitu, menarik! Ya baiklah tidak apa terserah saja lah”


“Ya kalau begitu mari masuk ke mobil!” ucap Eun sembari tersenyum manis padaku.


Aku dan Xia pun segera masuk ke mobil. Xia duduk di depan, di samping Eun sebagai pengemudi. Aku duduk di belakang sendirian. Ya ini memang menyebalkan tapi aku harus menahan diri. Tidak ada yang salah disini, jadi tidak ada alasan bagiku untuk marah.


Mobil ini pun mulai berjalan menuju tempat tujuannya, yakni taman kota.


Taman kota.


Suasana keramaian tampak terlihat, ada banyak orang disini yang sedang menghabiskan waktu paginya disini.


Memparkirkan mobil di tempat parkir. Aku, Xia dan Eun segera keluar dari mobil setelah mobil ini berhenti, lalu kami berjalan menuju taman kota.


Angin sejuk pun menerpa kami, memberikan kesejukan hingga terasa sampai ke hati. Kami berjalan mengelilingi taman di bawah rindangnya pohon- pohon.


“Jadi ini taman Kota Malvado ya?” tanya Eun.


“Ya benar, disini lah tempat semua orang berkumpul” jawab Xia sembari tersenyum pada Eun.


Yah tampaknya mereka adalah pasangan yang cocok dan serasi. Jadi aku tidak akan mengganggu mereka atau pun menjawab pertanyaan Eun atau Xia, kecuali pertanyaan itu memang di tunjukan untukku.


Berjalan- jalan mengelilingi taman, Xia menjelaskan beberapa hal mengenai kota dan Akademi Yexio.


Taman kota.


Suasana keramaian tampak terlihat, ada banyak orang disini yang sedang menghabiskan waktu paginya disini.


Memparkirkan mobil di tempat parkir. Aku, Xia dan Eun segera keluar dari mobil setelah mobil ini berhenti, lalu kami berjalan menuju taman kota.


Angin sejuk pun menerpa kami, memberikan kesejukan hingga terasa sampai ke hati. Kami berjalan mengelilingi taman di bawah rindangnya pohon- pohon.

__ADS_1


__ADS_2