
Malam hari setelah acara resepsi pernikahan selesai, di ruang tamu masih terlihat sisa dekorasi pernikahan. Mama telah pergi bersama Briand, hanya ada aku dan Roman disini. Tak beberapa lama kemudian, beberapa orang datang untuk membersihkan rumah. Ya orang-orang itu telah dibayar mama untuk merapikan rumah ini. Hanya perlu beberapa menit saja mereka telah membersihkan dan merapikan rumah ini. Setelah itu mereka pergi. Kututup pintu depan dan menguncinya lalu masuk ke kamar. Kumendapati pesan singkat dari Pangeran Rahasia di handphone. Duduk di meja belajar dan mulai membaca pesan.
“Hay, mungkin kehadiranku tidak kamu sukai saat ini. Tapi aku ingin bertemu denganmu lagi. Jika kamu tak keberataan temui aku di taman danau jam 08.00 malam. Aku juga mengajak dua sahabatmu untuk datang”,
Mengetik pesan singkat namun menghapusnya kembali, “ Aku….”. Pikiranku bingung lalu pesan itu kujawab dengan mantap, “ Ya aku akan datang. Kenapa kamu mengajak sahabatku? Aku tidak suka mereka ada dikehidupan vampir, mereka lugu!”,
Tak lama kemudian aku mendapatkan balasan, “ Aku akan menjaga mereka, Violin. Aku Akira, aku telah berjanji akan menjaga sahabatmu dengan baik dan tak akan menyakiti mereka”,
“Apa jaminanmu?”
“Nyawaku!”
“Bagaimana dengan Gisel?”
“Eren akan menjaganya dan akan melakukan hal yang sama”,
Tiba-tiba Hani dan Gisel mengirim pesan dalam grup,
Hani, “ Violin, jangan terlalu khawatir dengan kami. Kami baik-baik saja dan sekarang kami sedang bersama mereka”,
“Emoticon kesal, apa kau terlalu egois? Aku khawatir karena aku tidak mau kedua sahabatku celaka”
Gisel, “ Tidak, kamu hanya terlalu khawatir. Mereka vampir yang baik, Eren telah mengatakan padaku yang sebenarnya. Ia juga berjanji tak akan menyakitiku dan akan menjagaku”,
“Kalau begitu jangan libatakan aku dalam kehidupan kalian mulai sekarang, aku pikir hubungan persahabatan kita cukup sampai disini” tulisku mengakhiri percakapan.
Lalu aku berkemas, memasukan dua botol minuman, sedikit makanan, dua sintar, power bank, mantel, pakaian dan make up ke dalam tas. Aku mulai mengenakan mantel, memasukan hendphone ke dalam saku mantel, dan memakai tas. Kemudian pergi meninggalkan rumah, mengunci pintu rumah dari luar. Berjalan menyusuri malam menuju halte bus.
Menunggu bus datang, tiba-tiba handphoneku berbunyi. Segera kuambil handphone dalam saku dan melihat ada pesan. Pesan dari Gisel dan Hani. Bus datang dan segera kusimpan handphoneku dalam saku mantel lalu masuk ke bus.
Sopir bus bertanya padaku, “ Mau kemana Nona?”
“Tolong antar aku ke Buniv!”
“Itu tempat yang jauh jadi memerlukan waktu yang lama, silahkan duduk Nonya!” senyumnya,
Kemudian aku duduk di kursi dekat jendela, dan kembali melihat pesan di handphone. Bus kembali berjalan menuju tujuannya.
__ADS_1
Hani, “ Aku sungguh minta maaf jika telah menyakiti perasaanmu, tapi aku sangat mencintai Eren. Aku tidak mau persahabatan kita berakhir”,
Gisel, “ Aku mencintai Akira, kenapa kamu begitu? Apa kita mencintai pria yang sama hingga kamu mengakhiri persahabatan kita?”
Hani, “ Kamu mencintai Eren?”
Gisel, “Tolong jawab Violin!”
Hani, “ Kenapa kamu mengakhiri persahabatan kita?”
Gisel, “ Kamu tak seriuskan?”
Hani, “ Kumohon Violin, tolong jawab!”
Chat itu semakin lama semakin banyak, bahkan emotikon sedih pun berdatangan. Lalu pesan masuk dari Pangeran Rahasia.
“Aku didepan rumah, bukain pintu!”
Aku tak membalas hingga beberapa menit kemudian pesan dari Pangeran Rahasia masuk, “ Kamu pergi ya? Kemana? Ini sudah malam. Ayo pulang!”
Aku tak memperdulikan pesan itu hingga kuputuskan menyimpan handphone dalam saku mantel. Lalu aku mulai memperhatikan jalanan. Lampu-lampu menerangi gelapnya jalan, bus berhenti beberapa kali menaikan penumpang. Salah satu penumpang duduk disampingku. Aku melihat ke samping dan ternyata penumpang itu adalah Ethan.
“Ethan, aku mau menemui bibiku”,
Bus kembali berjalan,
“Hem, aku duduk disampingmu tak masalahkan? Atau…”,
“Tidak, silahkan duduk. Tapi kamu tak akan melakukan hal itu lagi kan?”
Ethan tersenyum, “ Tidak!”
“Kamu sendiri akan kemana?”
“Ke kastil drakula jadi aku naik bus. Kupikir akan menyenangkan dari pada mengemudikan mobil sendirian meski lebih cepat”
Aku hanya tersenyum lalu kembali melihat jalanan, aku pun mulai berpikir “ Hah ya ampun, aku yakin sekali akan banyak orang yang kukenal disana. Tapi aku harus tetap kesana untuk mengambil barang itu. Semoga saja aku tidak bertemu dua sahabatku itu”.
__ADS_1
Perjalanan yang panjang dimulai, saat jam 12 malam sopir bus menghentikan busnya di pinggir jalan. Ya kami mulai beristirahat dan besok akan kembali melanjutkan perjalanan meski aku tahu jarak ke Buniv tak jauh lagi tapi sopir bus lelah dan harus beristirahat.
***
Jam 05.00 pagi, aku sengaja membangunkan sopir bus. Ia membuka mata dengan kantuk yang masih ada.
“Ya ada apa?”
“Aku turun disini saja, ini bayarannya”ucapku sambil memberikan uang padanya,
“Terima kasih, kau mau kemana? Buniv masih agak jauh”
“Aku disini saja, terima kasih” jawabku segera turun dari bus dan berjalan menuju jalan gelapnya malam. Kuambil sintar dalam tas untuk menerangi jalanku. Aku berharap akan segera menemukan barang-barang dalam peti itu dan segera pulang ke rumah. Udara dingin mulai datang untung saja aku lebih dulu memakai mantel hingga tubuhku tetap hangat
Entah berapa menit sudah aku dijalanan ini, bus yang kutumpangi pun telah berlalu. Saat aku melihat gedung Buniv berdiri, aku segera mengambil jalan pintas ke kastil drakula. Matahari pun mulai memancarkan sinarnya menerangi hutan yang kulalui. Masih ada embun di daun-daun, dan burung-burung mulai berkicau merdu. Tapi tiba-tiba aku mendengar suara auman serigala di pagi hari. Auman itu terdengar begitu dekatnya diriku dengan serigala. Aku pun mempercepat langkahku untuk tiba di kastil drakula.
Seseorang melintas dengan cepat di atas pohon lalu berlari disekitarku, ia cepat sekali. Aku pun merasa yakin itu adalah vampir. Aku harus segera melangkah dibawah cahaya matahari. Kupikir hanya satu tetapi nampaknya ada yang datang lagi. Mereka mengintariku dengan kecepatan lari. Namun mereka tak bisa menangkapku karena aku berada dibawah cahaya matahari.
Tak selamanya dibawah cahaya matahari, ada rimbunan pohon menyimpan kegelapan yang membuatku terkepung. Dalam waktu singkat seseorang telah menerkam tubuhku, ia membuatku tak dapat bergerak. Orang itu adalah sahabatku sendiri. Aku kaget bukan main ketika dua sahabatku telah berubah menjadi vampir. Entah kenapa pula air mataku menetes sementara dua sahabatku ingin menghisap darahku. Tapi saat mereka ingin melakukan itu, Ethan datang menyelamatkan diriku. Ethan membawaku pergi dari sana menuju kastil drakula.
***
Kedatanganku dan Ethan membuat kaget yang lainnya. Dua sahabatku itu ternyata mengejarku juga hingga kemari. Haus mereka terhenti ketika berada di kastil ini. Mereka berdua sadar dan aku hanya melihat mereka semua dengan tetapan kosong. Ethan menurunkanku. Roman dan sahabatnya datang, lalu diringi dua wanita.
Salah satu wanita memeluk erat diriku, aku hanya diam saja. Ia melepaskan pelukan itu dan berucap, “ Kamu kemana saja selama ini? Aku mencarimu. Aku juga berhasil menjaga Roman untukmu”,
“Apa maksudmu? Aku tak mengenalmu”
“Jangan bohong! Aku Martha, aku ibu angkatmu. Kamu adalah Alika. Apa kamu lupa denganku?”
“Martha, ibu angkatku? Hah, kau salah orang. Mungkin yang kamu maksud sahabatku itu, ia sedang pergi entah kemana dan aku kemari untuk mengambil barang milik temanku itu”,
Salah satu wanita memberikan barang-barang milik sahabatku itu dalam kota peti, aku pun mengambilnya.
“Terima kasih”jawabku,
“Kamu bukan Alika? Lalu ia dimana?”
__ADS_1
“Aku tidak tahu, aku mengambil barang milik sahabatku. Sahabatku bilang barang itu juga miliku dan aku harus menjaganya. Dan kupikir aku bisa percaya akan menjaga dua sahabatku. Tapi mereka menjadi seperti orang lain sekarang dan dugaanku benar. Aku sungguh minta maaf, dan akan lebih baik memutuskan mengakhiri semua ini”,
“Violin, aku sungguh minta maaf!” ucap Hani dan Gisel. Namun aku tak memperdulikan mereka dan pergi dari sini menuju pulang ke rumah.