Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 138


__ADS_3

Kedatanganku di tempat ini membuat perhatian beberapa


siswa- siswi. Penampilan mereka semua disini adalah berpakaian bebas. Entah mereka


terlahir dari kalangan mana, yang jelas mereka hanyalah murid biasa. Bukan


akademi seperti ini yang ingin aku masuki, tetapi Akademi Yexiao ( Akademi malam


) yang di khususkan untuk manusia memiliki kekuatan lebih. Aku pun segera


berjalan menuju ruang kepala akademi. Berjalan dengan tenang tanpa harus


memperhatikan mereka yang memperhatikan diriku.


Berjalan entah menuju arah mana, aku baru datang


kemari dan tentu saja tidak tahu ruangan kepala akademi itu dimana. Tetapi


sebuah keberuntungan datang padaku. Seorang gadis menyapaku.


“Violin! Kamu sedang apa disini? Bukannya aku ijin


ya hari ini?” ucapnya menyapaku.


“Violin? Siapa? Maaf, dimana ruang kepala akademi? Saya


ingin bertemu dengannya”


“Eh, ruang kepala akademi ya? Terus saja, lalu


belok kiri”


“Terima kasih, sampai jumpa lagi” ucapku bergegas


berjalan meninggalkannya.


Ya sesuai yang dia katakan aku harus berjalan lurus


lalu belok kiri, dan aku akhirnya menemukan ruang kepala akademi. Aku pun


segera mengetok pintunya. Begitu terdengar sebuah jawaban dari dalam. Aku pun


segera masuk.


“Violin, kamu kenapa kemari? Bukannya sudah ijin


pada saya untuk pergi!”


“Maaf, boleh saya duduk? Pak kepala akademi!”


“Ah, ya silahkan!”


Aku pun segera duduk, aku tidak merespon apa yang


di ucapkannya tadi. Jelas, itu bukan diriku.


“Maaf Pak, saya kemari mau mendaftar sebagai murid


baru disini. Tapi saya mau mendaftar di bagian kelas malam. Apa masih menerima


murid?”


“Kelas malam ya? Disini tidak ada kelas malam.”


“Ah ya maaf, tapi saya mendengarnya begitu”


“Nona, siapa yang mengatakan pada nona soal kelas


malam itu? Hah, saya harap tidak seorang pun mendengar berita bohong itu lagi”

__ADS_1


“Ah, begitu ya? Jadi itu berita bohong? Maaf kalau


saya sudah salah. Saya ucapkan terima kasih, saya permisi dulu”


“Nona, tunggulah. Ah, ya karna nona tamu. Saya punya


sesuatu untuk nona!” ucapnya sambil memperlihatkan bola kecil padaku. Lalu ia


berucap lagi, “Letakan tangan nona disini!”


Aku pun segera meletakan tanganku di atas bola kecil


itu seperti perintahnya. Seketika itu bola kecil itu mengeluarkan cahaya


bewarna biru. Cahaya yang indah. Seketika itu juga kepala akademi itu menarik


bolanya kembali.


“Maaf, ini ambillah!” ucapnya memberikan amplop bewarna


putih kepala.


Aku pun segera mengambilnya dan berucap “Terima


kasih banyak!”


“Ya sama- sama”


Kemudian aku pergi keluar, aku pergi meninggalkan


tempat ini. Seperti yang kulewati sebelumnya, pandangan beberapa orang yang


mengarah padaku. Namun sempat kudengar apa yang mereka bicarakan.


“Apa itu Violin? Gadis itu, sedang apa ia disini?”


“Hah, bukannya ia tidak masuk ya hari ini?”


berbuat pamer disini!”


“Ya benar, orang kaya!”


Aku yang mendengar itu hanya tersenyum manis saat


melintasi mereka, dan aku pergi meninggalkan akademi ini. Ya aku tersenyum


karna aku telah mendapatkan yang aku mau.


Hari pertama di Akademi Yexiao


Malam hari yang cerah di bawah sinar rembulan yang


indah. Sebuah mobil taksi berhenti di depan Akademi Yexiao.


Aku pun segera keluar dari taksi, dan sopir ini


segera membantuku mengeluarkan koper dari bagasi mobil.


Aku segera membayar biaya taksi, dan mengambil


koperku.


Sopir taksi memperhatikan tempat ini, Akademi


Yexiao. Tidak ada seorang pun disini, kecuali kesunyian yang terus datang


menghampiri.


“Nona, apa ini benar tujuan nona? Disini tidak ada

__ADS_1


siapapun?” ucapnya melihat keadaan yang begitu sunyi.


“Ah ya benar, tapi tempat ini memiliki asrama kan?”


“Ya tentu, maaf nona aku hanya mengkhawatikan


penumpangku saja”


“Ya tidak apa, terima kasih”


“Ya, sama- sama. Ah ya, jika ada sesuatu nona bisa


menghubungiku. Ini nomor telpon dan identitasku” ucapnya sembari memberikan


kartu namanya padaku.


Aku pun segera mengambilnya dan menyimpannya dalam


saku mantel seraya berucap “Terima kasih, nanti aku pasti akan menghubungimu


jika aku perlu bantuan!”


“Ah ya, semoga bermanfaat. Saya pergi misi dulu”


“Ya”


Sopir taksi itu mulai masuk ke mobil, dan aku


segera masuk ke Akademi Yexiao. Begitu sunyi dan sepi tempat ini. Tetapi sebuah


keajaiban terjadi. Ini adalah sihir.


Melewatai pintu gerbang, bersamaan dengan melewati


batas dunia. Cahaya putih telah melindungi tempat ini, itu adalah sihir sebagai


pembatas dunia bisa dengan dunia sihir. Begitu indah tempat ini. Ini adalah


malam hari dan ini sama seperti siang hari. Ya semuanya ramai sekali. Semua


siswa siswi terlihat sedang beraktifitas disini.


Tetapi jika kamu melihatnya dari luar Akademi


Yexiao, kamu hanya akan melihat kesunyian dan sepi. Tetapi jika kamu memiliki


elemen yang berkaitan dengan sihir lalu memasuki Akademi Yexiao, kamu akan


mendapati hal yang sama sepertiku.


Kedatanganku di sambut oleh seorang perempuan, dia


terlihat galak tetapi penampilannya sangat sopan. Kupikir dia adalah guru


pengawas di tempat ini, setelah aku melihatnya memarahi beberapa murid yang


duduk manis di depan kelas. Beberapa orang yang melihat kehadirannya pun segera


mengambil langkah seribu. Ia tampak menakutkan bagi murid yang lainnya.


Perempuan paruh baya itu segera mendekatiku, dia memegang buku dan polpen di


tangannya. Ia sepertinya suka mencatat tingkah laku muridnya disini.


“Hey, kamu sedang apa disini? Ini sudah masuk jam


pelajaran? Mengapa kamu disini?......” memperhatikanku, lalu kembali berucap


“Oh apakah kamu murid baru? Perkenalkan nama saya Oshaberi, panggil saja Ibu

__ADS_1


Oshaberi. Siapa namamu, Nak? Dari elemen mana kamu?” ucapnya padaku sembari memandangiku


terus.


__ADS_2