
Kedatanganku di tempat ini membuat perhatian beberapa
siswa- siswi. Penampilan mereka semua disini adalah berpakaian bebas. Entah mereka
terlahir dari kalangan mana, yang jelas mereka hanyalah murid biasa. Bukan
akademi seperti ini yang ingin aku masuki, tetapi Akademi Yexiao ( Akademi malam
) yang di khususkan untuk manusia memiliki kekuatan lebih. Aku pun segera
berjalan menuju ruang kepala akademi. Berjalan dengan tenang tanpa harus
memperhatikan mereka yang memperhatikan diriku.
Berjalan entah menuju arah mana, aku baru datang
kemari dan tentu saja tidak tahu ruangan kepala akademi itu dimana. Tetapi
sebuah keberuntungan datang padaku. Seorang gadis menyapaku.
“Violin! Kamu sedang apa disini? Bukannya aku ijin
ya hari ini?” ucapnya menyapaku.
“Violin? Siapa? Maaf, dimana ruang kepala akademi? Saya
ingin bertemu dengannya”
“Eh, ruang kepala akademi ya? Terus saja, lalu
belok kiri”
“Terima kasih, sampai jumpa lagi” ucapku bergegas
berjalan meninggalkannya.
Ya sesuai yang dia katakan aku harus berjalan lurus
lalu belok kiri, dan aku akhirnya menemukan ruang kepala akademi. Aku pun
segera mengetok pintunya. Begitu terdengar sebuah jawaban dari dalam. Aku pun
segera masuk.
“Violin, kamu kenapa kemari? Bukannya sudah ijin
pada saya untuk pergi!”
“Maaf, boleh saya duduk? Pak kepala akademi!”
“Ah, ya silahkan!”
Aku pun segera duduk, aku tidak merespon apa yang
di ucapkannya tadi. Jelas, itu bukan diriku.
“Maaf Pak, saya kemari mau mendaftar sebagai murid
baru disini. Tapi saya mau mendaftar di bagian kelas malam. Apa masih menerima
murid?”
“Kelas malam ya? Disini tidak ada kelas malam.”
“Ah ya maaf, tapi saya mendengarnya begitu”
“Nona, siapa yang mengatakan pada nona soal kelas
malam itu? Hah, saya harap tidak seorang pun mendengar berita bohong itu lagi”
__ADS_1
“Ah, begitu ya? Jadi itu berita bohong? Maaf kalau
saya sudah salah. Saya ucapkan terima kasih, saya permisi dulu”
“Nona, tunggulah. Ah, ya karna nona tamu. Saya punya
sesuatu untuk nona!” ucapnya sambil memperlihatkan bola kecil padaku. Lalu ia
berucap lagi, “Letakan tangan nona disini!”
Aku pun segera meletakan tanganku di atas bola kecil
itu seperti perintahnya. Seketika itu bola kecil itu mengeluarkan cahaya
bewarna biru. Cahaya yang indah. Seketika itu juga kepala akademi itu menarik
bolanya kembali.
“Maaf, ini ambillah!” ucapnya memberikan amplop bewarna
putih kepala.
Aku pun segera mengambilnya dan berucap “Terima
kasih banyak!”
“Ya sama- sama”
Kemudian aku pergi keluar, aku pergi meninggalkan
tempat ini. Seperti yang kulewati sebelumnya, pandangan beberapa orang yang
mengarah padaku. Namun sempat kudengar apa yang mereka bicarakan.
“Apa itu Violin? Gadis itu, sedang apa ia disini?”
“Hah, bukannya ia tidak masuk ya hari ini?”
berbuat pamer disini!”
“Ya benar, orang kaya!”
Aku yang mendengar itu hanya tersenyum manis saat
melintasi mereka, dan aku pergi meninggalkan akademi ini. Ya aku tersenyum
karna aku telah mendapatkan yang aku mau.
Hari pertama di Akademi Yexiao
Malam hari yang cerah di bawah sinar rembulan yang
indah. Sebuah mobil taksi berhenti di depan Akademi Yexiao.
Aku pun segera keluar dari taksi, dan sopir ini
segera membantuku mengeluarkan koper dari bagasi mobil.
Aku segera membayar biaya taksi, dan mengambil
koperku.
Sopir taksi memperhatikan tempat ini, Akademi
Yexiao. Tidak ada seorang pun disini, kecuali kesunyian yang terus datang
menghampiri.
“Nona, apa ini benar tujuan nona? Disini tidak ada
__ADS_1
siapapun?” ucapnya melihat keadaan yang begitu sunyi.
“Ah ya benar, tapi tempat ini memiliki asrama kan?”
“Ya tentu, maaf nona aku hanya mengkhawatikan
penumpangku saja”
“Ya tidak apa, terima kasih”
“Ya, sama- sama. Ah ya, jika ada sesuatu nona bisa
menghubungiku. Ini nomor telpon dan identitasku” ucapnya sembari memberikan
kartu namanya padaku.
Aku pun segera mengambilnya dan menyimpannya dalam
saku mantel seraya berucap “Terima kasih, nanti aku pasti akan menghubungimu
jika aku perlu bantuan!”
“Ah ya, semoga bermanfaat. Saya pergi misi dulu”
“Ya”
Sopir taksi itu mulai masuk ke mobil, dan aku
segera masuk ke Akademi Yexiao. Begitu sunyi dan sepi tempat ini. Tetapi sebuah
keajaiban terjadi. Ini adalah sihir.
Melewatai pintu gerbang, bersamaan dengan melewati
batas dunia. Cahaya putih telah melindungi tempat ini, itu adalah sihir sebagai
pembatas dunia bisa dengan dunia sihir. Begitu indah tempat ini. Ini adalah
malam hari dan ini sama seperti siang hari. Ya semuanya ramai sekali. Semua
siswa siswi terlihat sedang beraktifitas disini.
Tetapi jika kamu melihatnya dari luar Akademi
Yexiao, kamu hanya akan melihat kesunyian dan sepi. Tetapi jika kamu memiliki
elemen yang berkaitan dengan sihir lalu memasuki Akademi Yexiao, kamu akan
mendapati hal yang sama sepertiku.
Kedatanganku di sambut oleh seorang perempuan, dia
terlihat galak tetapi penampilannya sangat sopan. Kupikir dia adalah guru
pengawas di tempat ini, setelah aku melihatnya memarahi beberapa murid yang
duduk manis di depan kelas. Beberapa orang yang melihat kehadirannya pun segera
mengambil langkah seribu. Ia tampak menakutkan bagi murid yang lainnya.
Perempuan paruh baya itu segera mendekatiku, dia memegang buku dan polpen di
tangannya. Ia sepertinya suka mencatat tingkah laku muridnya disini.
“Hey, kamu sedang apa disini? Ini sudah masuk jam
pelajaran? Mengapa kamu disini?......” memperhatikanku, lalu kembali berucap
“Oh apakah kamu murid baru? Perkenalkan nama saya Oshaberi, panggil saja Ibu
__ADS_1
Oshaberi. Siapa namamu, Nak? Dari elemen mana kamu?” ucapnya padaku sembari memandangiku
terus.