Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 140


__ADS_3

“Kamu boleh masuk, dan mulailah berbaur dengan yang


lain. Semoga harimu menyenangkan, Aresha”


“Ya Ibu Oshaberi, terima kasih sudah membantu saja”


“Tidak masalah” jawabnya yang kemudian pergi


meninggalkanku.


Ibu Oshaberi mulai mengelilingi Akademi Yexiao ini,


ia memastikan semua muridnya mengikuti aturan Akademi Yexiao. Aku pun segera


masuk ke dalam kelas, melihat semua orang yang ada di kelas ini. Kelas ini


rata- rata muridnya adalah perempuan. Guru mengajar pun menyambut kedatanganku.


Guru mengajar berucap, “Selamat datang, baiklah


sebagai perkenalan di hari pertamamu di Akademi Yexiao ini. Perkenalkan nama


saya Sora Bai. Kamu boleh memanggil saya Pak Bai. Saya adalah wali kelasmu dan


sekaligus orang yang akan mengajarimu tentang elemen air. Nah sekarang


giliranmu, perkenalkan dirimu di depan kami semua?”


“Ya baiklah, terima kasih Pak Bai. Perkenalkan nama


saya Aresha. Terima kasih” ucapku memperkenalkan diri.


Seketika itu juga terdengar suara protes dari siswa


siswi dalam kelas ini.


“Ah, apa- apaan itu? Apa ia tidak bisa


memperkenalkan dirinya?”


“Huh, sepertinya dia anak kampungan!”


“Ah apa benar begitu?”


“Lihat saja penampilannya, kuno sekali!”


Suara- suara yang memprotes diriku itu akhirnya menjadi


suara kegaduhan. Pak Bai pun segera menghentikan suara gaduh itu.


“Tenang.... tenang... harap tenang!” ucap Pak Bai.


Mendengar ucapan Pak Bai, semua muridnya pun


terdiam.


“Baiklah Aresha, silahkan duduk. Sesuai nomor


absenmu ya! Karna kamu murid baru maka absenmu nomor terakhir, ada di paling


belakang. Silahkan duduk!”


“Ya, terima kasih Pak Bai” ucapku segera duduk di


kursi paling belakang.


Berjalan


melewati beberapa murid laki- laki dan perempuan. Sebagian dari mereka ada yang

__ADS_1


melihatku dengan tatapan dingin hingga aku tiba di bangkuku. Aku pun segera


duduk, lalu mengeluarkan buku dan polpen yang kemudian mendengarkan penjelasan


Pak Bai mengenai pelajaran hari ini.


“Elemen air pada dasarkan akan membentuk elemen-


elemen baru jika kita menguasi beberapa sihir dasar elemen air. Kalian harus


mampu mengendalikan air secara murni, misalnya menjadikan air segai senjata.


Jika sudah menguasi elemen dasar air kalian bisa mengubahnya menjadi elemen es,


pengendali darah, cuaca, pengendalikan dasar tanaman dan hal terpenting elemen


air ini juga termasuk elemen bagian dari kegelapan. Dunia sihir kegelapan itu


sangat gelap. Orang- orang menyebutnya sebagai sihir kegelapan yang kejam. Tapi


dunia ini telah berbeda. Kita bersama- sama menyatukan kehidupan yang damai dan


lebih baik. Tetapi ingatlah satu hal akan kejahatan, kejahatan dalam dunia


sihir bukan hanya di sebabkan oleh penguasa kegelapan tetapi bisa juga di


sebabkan oleh beberapa elemen lain. Untuk menghindarai kejadian ini, saya


harapkan kalian tidak saling bermusuhan. Baiklah, kembali ke pelajaran awal.


Elemen air sangat diperlukan dan sangat penting di dunia ini. Pada dasarnya air


adalah kebutuhan pokok manusia bahkan kita sendiri. Tetapi di negeri sihir


tanpa elemen air maka dunia ini tidak akan seimbang” jelas Pak Bai panjang


lebar.


Pak Bai menutup pelajarannya hari ini, lalu kami


memberi hormat dan salam. Pak Bai segera keluar. Kami semua pun keluar dari


kelas ini, begitu juga dengan diriku. Aku tidak mau membuat hari pertamaku di


sini dinilai buruk.


Aku pun berjalan- jalan melihat lingkungan Akademi


Yexiao. Di jam istirahat ini seperti sekolah biasa lainnya, semua orang juga


melakukan aktivitas layaknya murid sekolah biasa. Ya seperti bermain baskes,


membaca buku bahkan pacaran atau sedang pendekatan sama orang yang di suka


disini juga ada.


Tetapi ada yang berbeda disini, yakni pengawas.


Mungkin pengawasnya sama seperti di Buniv tetapi disini mereka sedikit beda.


Bedanya adalah pengawasnya bukan dari kalangan vampir saja tetapi dari


penyihir, hybird bahkan wolf sekali pun.


Seperti dugaanku, bahwa Violin juga berada disini.


Ya seperti kejadian tadi siang, orang- orang yang mendugaku sebagai Violin. Aku


dan dia pun berselisihan tetapi tidak saling menyapa. Aku tidak mau berurusan

__ADS_1


dengannya lagi, semuanya memang sudah selesai dan menjalani kehidupan masing-


masing.


Saat itu lah mereka yang melihat kemiripan kami


mulai membicarakannya. Teligaku ini tidak akan mendengarkan ocehan mereka. Aku


datang kemari bukan tanpa alasan tetapi karna sebuah alasan.


Berjalan mendekati mading sekolah, dan mulai


membaca beberapa informasi. Aku mendapatkan informasi yang akan membantuku


dalam menjalankan misi.


“Ujian Ability Magie dilaksanakan pada


tanggal....., ah itu beberapa minggu lagi! Huh... artinya aku harus


mengumpulkan kemampuanku untuk bertanding. Ini melelahkan!” ucapku.


Tiba- tiba seorang perempuan berucap, “Ya, semua


orang juga akan lelah hari itu. Sebaiknya kamu mulai pergi ke perpustakaan


membaca beberapa buku yang sesuai dengan elemenmu. Lalu mulailah berlatih”


“Ya, terima kasih atas sarannya. Perkenalkan namaku


Aresha, siapa nammu?”


“Namaku Xia, aku elemen air. Aku rasa kita satu


kelas”


“Ya, senang berkenalan denganmu”


Mulai saling berjabat tangan lalu melepaskannya.


“Jadi, kamu berasal dari kalangan mana Aresha?”


“Aku hanya rakyat biasa, bagaimana denganmu?”


“Aku dari keluarga biasa juga. Apa kau yakin  kamu ini dari kalangan biasa?” ucapnya


mencurigaiku.


“Ah ya, lumayan lah. Apa ada masalah jika aku mengatakannya


dari keluarga biasa?”


“Ya tidak ada, apa kamu sudah bertemu dengan bagian


keamanan Akademi Yexiao ini?”


“Belum, aku belum bertemu dengan mereka!”


“Oh ya semoga saja kamu bertemu dengan mereka


secepatnya. Nanti jika sudah bertemu katakan padamu siapa idolamu di antara


mereka ya?”


“Idolaku?”


“Ya tentu saja, hampir semua anak perempuan


memiliki idolanya. Semeskinya kamu juga punya!”

__ADS_1


“Ah ya, akan saya usahakan punya”


__ADS_2