
“Kamu boleh masuk, dan mulailah berbaur dengan yang
lain. Semoga harimu menyenangkan, Aresha”
“Ya Ibu Oshaberi, terima kasih sudah membantu saja”
“Tidak masalah” jawabnya yang kemudian pergi
meninggalkanku.
Ibu Oshaberi mulai mengelilingi Akademi Yexiao ini,
ia memastikan semua muridnya mengikuti aturan Akademi Yexiao. Aku pun segera
masuk ke dalam kelas, melihat semua orang yang ada di kelas ini. Kelas ini
rata- rata muridnya adalah perempuan. Guru mengajar pun menyambut kedatanganku.
Guru mengajar berucap, “Selamat datang, baiklah
sebagai perkenalan di hari pertamamu di Akademi Yexiao ini. Perkenalkan nama
saya Sora Bai. Kamu boleh memanggil saya Pak Bai. Saya adalah wali kelasmu dan
sekaligus orang yang akan mengajarimu tentang elemen air. Nah sekarang
giliranmu, perkenalkan dirimu di depan kami semua?”
“Ya baiklah, terima kasih Pak Bai. Perkenalkan nama
saya Aresha. Terima kasih” ucapku memperkenalkan diri.
Seketika itu juga terdengar suara protes dari siswa
siswi dalam kelas ini.
“Ah, apa- apaan itu? Apa ia tidak bisa
memperkenalkan dirinya?”
“Huh, sepertinya dia anak kampungan!”
“Ah apa benar begitu?”
“Lihat saja penampilannya, kuno sekali!”
Suara- suara yang memprotes diriku itu akhirnya menjadi
suara kegaduhan. Pak Bai pun segera menghentikan suara gaduh itu.
“Tenang.... tenang... harap tenang!” ucap Pak Bai.
Mendengar ucapan Pak Bai, semua muridnya pun
terdiam.
“Baiklah Aresha, silahkan duduk. Sesuai nomor
absenmu ya! Karna kamu murid baru maka absenmu nomor terakhir, ada di paling
belakang. Silahkan duduk!”
“Ya, terima kasih Pak Bai” ucapku segera duduk di
kursi paling belakang.
Berjalan
melewati beberapa murid laki- laki dan perempuan. Sebagian dari mereka ada yang
__ADS_1
melihatku dengan tatapan dingin hingga aku tiba di bangkuku. Aku pun segera
duduk, lalu mengeluarkan buku dan polpen yang kemudian mendengarkan penjelasan
Pak Bai mengenai pelajaran hari ini.
“Elemen air pada dasarkan akan membentuk elemen-
elemen baru jika kita menguasi beberapa sihir dasar elemen air. Kalian harus
mampu mengendalikan air secara murni, misalnya menjadikan air segai senjata.
Jika sudah menguasi elemen dasar air kalian bisa mengubahnya menjadi elemen es,
pengendali darah, cuaca, pengendalikan dasar tanaman dan hal terpenting elemen
air ini juga termasuk elemen bagian dari kegelapan. Dunia sihir kegelapan itu
sangat gelap. Orang- orang menyebutnya sebagai sihir kegelapan yang kejam. Tapi
dunia ini telah berbeda. Kita bersama- sama menyatukan kehidupan yang damai dan
lebih baik. Tetapi ingatlah satu hal akan kejahatan, kejahatan dalam dunia
sihir bukan hanya di sebabkan oleh penguasa kegelapan tetapi bisa juga di
sebabkan oleh beberapa elemen lain. Untuk menghindarai kejadian ini, saya
harapkan kalian tidak saling bermusuhan. Baiklah, kembali ke pelajaran awal.
Elemen air sangat diperlukan dan sangat penting di dunia ini. Pada dasarnya air
adalah kebutuhan pokok manusia bahkan kita sendiri. Tetapi di negeri sihir
tanpa elemen air maka dunia ini tidak akan seimbang” jelas Pak Bai panjang
lebar.
Pak Bai menutup pelajarannya hari ini, lalu kami
memberi hormat dan salam. Pak Bai segera keluar. Kami semua pun keluar dari
kelas ini, begitu juga dengan diriku. Aku tidak mau membuat hari pertamaku di
sini dinilai buruk.
Aku pun berjalan- jalan melihat lingkungan Akademi
Yexiao. Di jam istirahat ini seperti sekolah biasa lainnya, semua orang juga
melakukan aktivitas layaknya murid sekolah biasa. Ya seperti bermain baskes,
membaca buku bahkan pacaran atau sedang pendekatan sama orang yang di suka
disini juga ada.
Tetapi ada yang berbeda disini, yakni pengawas.
Mungkin pengawasnya sama seperti di Buniv tetapi disini mereka sedikit beda.
Bedanya adalah pengawasnya bukan dari kalangan vampir saja tetapi dari
penyihir, hybird bahkan wolf sekali pun.
Seperti dugaanku, bahwa Violin juga berada disini.
Ya seperti kejadian tadi siang, orang- orang yang mendugaku sebagai Violin. Aku
dan dia pun berselisihan tetapi tidak saling menyapa. Aku tidak mau berurusan
__ADS_1
dengannya lagi, semuanya memang sudah selesai dan menjalani kehidupan masing-
masing.
Saat itu lah mereka yang melihat kemiripan kami
mulai membicarakannya. Teligaku ini tidak akan mendengarkan ocehan mereka. Aku
datang kemari bukan tanpa alasan tetapi karna sebuah alasan.
Berjalan mendekati mading sekolah, dan mulai
membaca beberapa informasi. Aku mendapatkan informasi yang akan membantuku
dalam menjalankan misi.
“Ujian Ability Magie dilaksanakan pada
tanggal....., ah itu beberapa minggu lagi! Huh... artinya aku harus
mengumpulkan kemampuanku untuk bertanding. Ini melelahkan!” ucapku.
Tiba- tiba seorang perempuan berucap, “Ya, semua
orang juga akan lelah hari itu. Sebaiknya kamu mulai pergi ke perpustakaan
membaca beberapa buku yang sesuai dengan elemenmu. Lalu mulailah berlatih”
“Ya, terima kasih atas sarannya. Perkenalkan namaku
Aresha, siapa nammu?”
“Namaku Xia, aku elemen air. Aku rasa kita satu
kelas”
“Ya, senang berkenalan denganmu”
Mulai saling berjabat tangan lalu melepaskannya.
“Jadi, kamu berasal dari kalangan mana Aresha?”
“Aku hanya rakyat biasa, bagaimana denganmu?”
“Aku dari keluarga biasa juga. Apa kau yakin kamu ini dari kalangan biasa?” ucapnya
mencurigaiku.
“Ah ya, lumayan lah. Apa ada masalah jika aku mengatakannya
dari keluarga biasa?”
“Ya tidak ada, apa kamu sudah bertemu dengan bagian
keamanan Akademi Yexiao ini?”
“Belum, aku belum bertemu dengan mereka!”
“Oh ya semoga saja kamu bertemu dengan mereka
secepatnya. Nanti jika sudah bertemu katakan padamu siapa idolamu di antara
mereka ya?”
“Idolaku?”
“Ya tentu saja, hampir semua anak perempuan
memiliki idolanya. Semeskinya kamu juga punya!”
__ADS_1
“Ah ya, akan saya usahakan punya”