
Saat mereka semua sibuk bicara, perlahan- lahan kabut menjadi tebal di ruangan ini dan menyelimuti mereka semua.
“Ah, kabut ini! Kenapa jadi tebal begini? Tadi tidak kan?”
“Ya tadi tidak!”
“Ya benar, bahkan lampu saja sudah tidak terlihat. Sebaiknya kita mulai berhati- hati, mungkin ujian ability magie telah dimulai. Oh iya, Ninga bisakah kamu menyingkirkan semua kabut asap ini?”
“Ya tentu saja, aku bisa melakukannya tetapi terhubung kita berada di ruangan jadi aku tidak bisa menyingkirkan semuanya dengan cepat!”
“Tidak masalah, lakukan saja!”
Kemudian Ninga mulai menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan kabut tebal ini dari pandangan. Ia melakukannya dengan baik dengan pengendalian angin yang dimilikinya. Ia mampu membuat kabut asap ini menjauh tetapi tidak bisa menghilangkannya.
Kini kabut tebal itu telah pergi dan seluruh ruangan ini dapat terlihat kembali. Tetapi seorang perempuan telah duduk di sofa, seorang perempuan dengan jubah dan wajahnya tak terlihat dengan jelas.
“Kamu siapa?” tanya Micy.
Seorang yang mengenakan jubah itu pun menjawab, “Menurutmu siapa?”
Keempat gadis itu terkejut, keempatnya jelas mengenal suara itu.
“Kamu adalah Aresha kan?”
Seorang yang mengenakan jubah membuka jubahnya, wajahnya pun terlihat. Itu memang lah Aresha, seperti yang mereka duga.
“Aresha! Kamu melakukan semua ini? Berani sekali kamu mencari masalah dengan kita!”
“Apa kamu mau dihajar?!”
“Gadis sialan! Akan kuhajar kamu!”
“Oh, ternyata ini perbuatan gadis yang tak punya klan ya? Hahaha.... memang teknikmu ini....memang rendahan, mudah disingkirkan!”
*Aresha
Tersenyum manis, dan ke empat gadis ini dengan mudahnya menebak diriku. Aku tersenyum manis, dan berucap “Ya benar, ini aku. Aku datang kemari untuk menagih janji loh! Mengapa kalian masih ada disini? Bukankah kita sudah berjanji? Yang kalah akan pergi dan tak boleh kembali.”
“Hah, janji? Janji apa?” ucap Yunba.
“Ya ampun jadi kalian sudah lupa ya? Benar- benar lupa atau sengaja membuat lupa?”
__ADS_1
“Apa maksudmu? Kita tidak ada janji, lebih baik kamu pergi! Kami tidak pernah ingat ada janji di antara kita loh!”
Aku tersenyum manis, ya sesuai dugaanku sejak awal kedatangan mereka kembali ke Akademi Yexiao. Mereka mengkhianati janji mereka sendiri.
“Ya tidak apa-apa aku mengerti, mengingkari ucapan sendiri itu seperti mulut anjing yang menggonggong!”
Mendengar ejekan itu keempat gadis itu mulai kesal.
“Apa?!”
“Kurang ajar! Aku akan menghajarmu!”
“Gadis tidak tahu sopan santun!”
“Gadis rendahan, sialan kau!”
Spontan keempatnya menyerang diriku, gadis- gadis itu menyerang secara serentak mengeluarkan kemampuan mereka dengan sempurna. Serangan serentak itu bersamaan dengan hadirnya asap tebal hingga membuat diriku tak terlihat.
Asap mengembung itu membuat keempat gadis bertanya- tanya.
“Hah, apa serangan kita berhasil?”
“Entahlah, tapi aku rasa begitu!”
“Ya, hahahha.... dia gadis yang lemah!”
Perlahan- lahan asap tebal menipis dan mulai menglihatkan hasil serangan mereka. Mereka terkejut melihat hasil serangan, tidak ada senyuman manis dengan kebahagiaan dan kebanggaan atas serangan mereka. Yang mereka lihat atas serangan tidak lain adalah kegagalan. Aresha terlihat baik- baik saja, ia masih duduk dengan tenang di sofa.
Serangan mereka sangat hebat, serangan luar biasa dan bisa membuat seseorang mati seketika. Tetapi mereka adalah gadis- gadis bodoh yang tidak tahu apapun dan tidak menyadari akan sesuatu. Serangan seperti itu tidak masalah untukku, aku baik- baik saja kecuali di antara mereka telah menyadari sesuatu maka rencana ini akan gagal total.
“Hah, bodoh! Menyerangku seperti itu tidak akan menimbulkan efek apapun. Kalian terkejut?”
“Hah, sebenarnya kamu siapa? Kenapa serangan kami tidak berefek padamu?” tanya Micy kaget.
“Oh ya ampun! Jadi kalian tidak sadar ya? Serangan kalian itu lemah, ya itu lah kalian!” ucapku meremahkan mereka berempat.
Keempat gadis yang mendengar ucapan seperti itu semakin kesal, dan tidak terima. Mereka merasa diri mereka telah diremehkan.
“Apa? Kami tidak lemah, tahu!”
“Kami tidak terima diremehkan, akan kuhabisi kau!” ucap Yunba langsung menyerangku dengan kemampuan yang ia miliki sebagai pengendali air. Ia mencoba menjebakku dalam air dan membekukanku seketika. Ia berhasil menyerang dan membekukanku.
__ADS_1
Aku terjebak dalam balutan es seperti ikan yang ada di lemari pembeku. Aku tidak bisa melakukan apapun, aku hanya bisa melihat ke empat gadis pengkhianat, jahat, licik dan berbuat sesukanya.
Yunba yang berhasil membuat diriku membeku, ia tertawa berhak- hak bersama teman- temannya.
“Hahahaha.....rasakan akibatnya! Lain kali jangan meremehkan kami!”
“Ya ampun, ada yang terjebak dalam es! Kasihan deh loh!”
“Hahahaha....aku sangat senang melihatmu begini. Bagaimana rasanya terjebak di es? Dingin?”
“Ah, jika begitu tetap lah disana. Disana pasti menyenangkan! Teman- teman sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita tidak mungkin kan membiarkannya tetap seperti ini?”
“Ah ya benar juga! Tentu saja kita harus melakukan sesuatu padanya? Jangan sampai dia mati kedinginan!”
Senyum kelicikan tampak di wajah keempat gadis ini, mereka merencanakan sesuatu.
“Hahaha... ya benar sekali! Jadi apa ya yang harus kita lakukan padanya?”
Kemudian ke empat gadis itu pun segera berkumpul, membentuk lingkaran, dan membisikan sesuatu satu sama lain.
“Apa yang harus kita lakukan padanya?”
“Ya, kita harus melakukan sesuatu. Jika kita membiarkannya seperti itu, dia akan meleleh dan melarikan diri!” jelas Yunba.
“Bagaimana kalau kita jatuhkan dia dari ketinggian?”
“Ah itu tidak mungkin! Menjatuhkannya dari ketinggian itu sulit, membawanya saja susah!”
“Lalu bagaimana?”
“Kita bakar dengan api saja!”
“Itu tidak mungkin, yang ada dia malah bisa membebaskan diri dan menyerang kita!”
“Tapi bukannya dia lemah ya?”
“Heh, kau lihat saja tadi? Dia bahkan tidak mempan kita serang bersamaan!”
“Ya benar juga sih! Lalu bagaimana?”
“Hah, kita tenggelamkan dia ke tanah! Kubur hidup- hidup, tidak akan ada yang tahu kan?”
__ADS_1
“Ya benar juga, baiklah aku akan membuatnya terbunuh dengan kehabisan nafas!” ucap Micy sembari tersenyum licik.