Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 165


__ADS_3

Seperti pagi biasanya pula, aku dan Xia sarapan pagi bersama. Xia tampak tersenyum padaku, tetapi sekarang aku tidak mengerti tentang perasaannya. Entah apakah ia akan balas dendam atau hanya menerima perudungan itu. Tetapi jika aku menjadi dirinya tentu saja aku akan menghancurkan orang dan keluarga itu hingga berkeping- keping tanpa sisa.


Setelah menghabiskan makanan di piringnya, Xia meletakan piringnya di depan lalu mengambil minuman dan meminumnya. Xia memegang gelasnya dengan tersenyum sinis, ia pun berucap “Aresha, malam tadi.... soal itu aku terpikir, bagaimana kamu bisa secepatnya sampai disini?” melihat diriku yang sedang makan.


Aku pun menelan makanan di mulutku, dan menjawab pertanyaan Xia.


“Kamu sudah menunjukan dunia cermin kan padaku?”


“Glasland?!”


“Ya benar, dunia itu seperti air. Ah ya, mungkin agak sulit untuk dimengerti! Ya sebenarnya aku tidak hanya bisa mengendalikan air tetapi juga yang lainnya. Tapi aku memilih sebegai pengendali elemen air.!”


“Soal teknik itu....” ucap Xia terhenti karna aku segera menjawab “Aku tidak bisa mengajarimu teknik itu. Terlalu sulit, aku hanya melakukannya sekali. Sekarang fokuslah untuk balas dendam. Buktikan bahwa kamu bukan gadis yang lemah, tapi mereka lah yang lemah!”


Xia menarik napas panjang dan menghembuskannya. Ia tersenyum manis, “Ya tentu saja, aku akan membuktikannya pada mereka semua!” ucapnya penuh semangat, “Maka dari itu aku akan belajar di sini saja, kamu akan mengajariku kan? Teknik yang kemarin itu aku pasti bisa menguasainya!” ucapnya lagi sembari menatapku dengan tatapan mata memohon.


“Ya tentu saja, selesai makan kita latihan!”

__ADS_1


Spontan Xia berteriak, “Yeeee.... asik!” suaranya hingga mengisi seluruh ruangan kamar ini.


Kami berdua pun segera melanjutkan sarapan pagi.


Xia dan aku duduk di lantai beralas karpet, duduk dengan saling berhadapan.


“Ya baiklah karna kita latihannya di kamar, maka aku akan mengajarimu teknik yang lain”


“Teknik apa? Teknik baru! Apa itu lebih sulit?”


“Ya tentu saja, selesai makan kita latihan!”


Spontan Xia berteriak, “Yeeee.... asik!” suaranya hingga mengisi seluruh ruangan kamar ini.


Kami berdua pun segera melanjutkan sarapan pagi.


Xia dan aku duduk di lantai beralas karpet, duduk dengan saling berhadapan.

__ADS_1


“Ya baiklah karna kita latihannya di kamar, maka aku akan mengajarimu teknik yang lain”


“Teknik apa? Teknik baru! Apa itu lebih sulit?”


“Tidak, teknik ini mudah saja. Ya karna kita juga ada di kamar dengan tempat yang tidak luas maka aku akan memberikan pelatihan yang bagus hari ini. Em..... apa ya? ( berpikir) Ah ya tunggu disini!” ucapku bergegas mengambil tanaman yang ada di luar kamar ini. Ya tanaman yang telah tumbuh di dalam pot. Aku segera membawa tanaman itu ke hadapan Xia, meletakannya di depan.


“Nah, kau tahu Xia, air adalah sumber kehidupan. Jadi latihan kita kali ini adalah memperbaiki tanaman yang telah hampir mati. Aku akan membuat tanaman ini tidak akan bertahan lama, ia akan mati kekeringan dan kamu harus menyembuhkan lukanya dengan air. Kamu harus bisa memperbaiki sel dalam tanaman ini. Pengendalian ini tergolong mudah, tetapi aku ingin kamu bisa mengendalikan tanaman ini sebaik mungkin. Anggap saja tanaman ini adalah manusia yang sedang terluka dan kamu menolongnya dengan caramu sendiri.”


“Ya baiklah, akan kucoba! Aku pasti bisa mengendalikan tanaman kecil ini” serunya penuh semangat.


Aku pun mulai menggunakan kemampuanku sebagai pengendali elemen air, aku menguras air yang ada dalam tanaman ini dan menyisakannya sedikit hingga tanaman ini tampak layu dan menyedihkan.


Xia terkejut melihat tanaman ini hampir mati di buat olehku, aku hanya tersenyum manis, dan menghilangkan air yang ada tanganku.


“Baiklah, sekarang giliranmu! Tanaman ini hanya bertahan beberapa menit, tapi jika kamu tidak bisa mengendalikannya ia akan mati kekurangan air. Ini sama seperti manusia yang mati kekurangan darah!”


“Ya seperti itu!” ucapnya pelan dan mulai melakukan tugasnya.

__ADS_1


Xia berusaha memperbaiki sel tanaman yang kekeringan akibat kehilangan air dalam tanaman ini. Ia mulai menggunakan air sebagai media pengobatan, memberikan air ke tanaman saja terlihat tidak cukup. Ya jika kita hanya memberinya air tanaman yang telah mengalami kerusakan sel itu akan sulit menyerap dan mentransfer air ke seluruh tubuhnya. Ia tidak akan mampu bertahan lebih lama. Xia menyadari hal itu, ia mengetahui airnya tidak cepat di serap oleh tanaman ini.


“Xia, jika hanya diam dan mencari tahu kenapa dia tidak bisa cepat sembuh itu! Yang kamu lakukan hanyalah kesalahan, tanaman itu cepat atau lambat akan mati! Jadi percepatlah keputusanmu" ucapku sembari memperhatikan dirinya.


__ADS_2