Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 24


__ADS_3

Aku kaget akan kabar dari Roman tentang Alecia yang tewas, aku tidak mengerti mengapa Ethan tega membunuh sahabatnya sendiri. Aku berharap masih bisa menyelamatkan nyawa Alecia begitu tiba di Buniv. Aku tahu dia telah tewas tetapi masih ada waktu untuk membuatnya hidup kembali sebelum tubuhnya hancur dimakan tanah.


Setiba di Buniv, aku segera berlari ke gedung VA. Disana kedatanganku disambut oleh beberapa orang. Aku melihat tubuh Alecia yang terbaring di dalam peti mati. Aku tak bisa berkata apa-apa lagi tentang dirinya, aku turut berduka cita. Ibuku, Martha mendekatiku dan memeluk erat diriku.


“Sabar ya sayang! Ibu mengerti perasaanmu sekarang”,


“Apa benar Ethan yang melakukan ini? Tapi kenapa?”,


“Sebelum Alecia pergi, dia bilang Ethan yang melakukan semua ini karena dia mengejar mengejar penyihir biru, dia mengambil kekuatan Alecia hingga membuatnya meninggal,”ucap Romeo,


“Ethan mengejar kekuatan penyihir biru untuk apa? Bertambah kuat, untuk apa?”,


“Ethan adalah vampir dari Royal Blood, ia pangeran tak diakui. Mungkin ia mencoba balas dendam sekarang,”jawab Roman,


“Lalu kenapa kalian bersahabat?”,


“Kami tidak bersahabat disini, tidak. Kami tidak pernah takut pada siapapun. Kami semua ada disini karena satu alasan membangkitkan orang yang kami cintai. Ethan datang menawarkan diri untuk bergabung. Kami tahu asal usulnya dan berpikir dia telah berubah, tetapi ternyata tidak.”jawab Roman,


“Berikan aku waktu untuk berdua dengan Alecia disini, aku hanya ingin ada kami berdua”, maka secepatnya mereka semua keluar dari ruangan ini dan menutup pintunya.


Melihat Alecia yang terbaring dalam peti mati, ada luka lebam di lehernya akibat cekikan. Kini tubuhnya telah lemah. Sambil memegang tangan Alecia dan mengalirkan penyembuhan, memberikan keajaiban berucap “ Alecia, mungkin aku dan kamu berbeda. Kamu manusia setengah vampir. Kamu hebat karena telah menguasai dan mempelajari dunia itu. Ya memang itu tak cukup untuk menjadi diriku yang telah ratusan tahun ini. Tapi aku perlu dirimu sekarang, aku tahu ini aneh tapi kau harus lakukan apa yang aku perintah”.


Tak beberapa lama kemudian Alecia membuka matanya perlahan-lahan, dan melihat diriku. Ia langsung memeluk diriku dengan erat lalu melepasnya seraya berucap “ Kamu baik-baik saja? Apa Ethan melukaimu? Oh Alika maafkan aku telah menggantikan posisimu. Aku sungguh menyesal!”,


“Aku memaafkanmu, Alecia sayang! Tapi sekarang aku mau tanya bagaimana rasanya mati?”,


“Mati? Aku hanya sedikit merasa aneh”,


“Ya, tolong jangan katakan apa yang telah terjadi hari ini. Anggap saja kau memiliki sebuah keajaiban meski kau tahu yang sebenarnya”,


“Ya aku janji, aku melihatmu melakukannya dan aku bersedia menuruti semua perintahmu”,


“Bagus, jadi apa yang dilakukan Ethan padamu?”,


“Dia mengambil kekuatan yang kumiliki dengan mencekik leherku membuatku melayang ke udara. Ia membuatku sulit bernafas hingga akhirnya aku ditinggal sendirian di atas tebing tinggi lalu Roman datang untuk menyelamatkan diriku”,


“Ya, aku memahami dan mengerti. Menurutmu apa Ethan benar-benar akan mengincar diriku sekarang ini?’,


“Ya, dan mungkin tidak karena aku masih hidup. Ethan tidak tahu jika penyihir biru yang sebenarnya adalah dirimu”,


“Bagus, kau bisa mengurus Ethan sekarang. Rasi akan membantumu memburu Ethan. Ethan punya beberapa pasukan dan salah satunya adalah Rey, dia manusia serigala. Dia pasti akan mengejarmu jika melihat kau masih hidup”,


“Ya”,

__ADS_1


“Baiklah, aku harus kembali ke apartemen. Sembunyikan yang sebenarnya Alecia”,


“Baiklah,” Saat aku berjalan ke luar, Alecia berucap “ Aku membangkitkan beberapa vampir yang akan memburumu. Aku rasa aku tak bisa membuatnya kembali menjadi abu jadi bersiaplah”,


“Jangan khawatir, aku akan baik-baik saja”, Berjalan menuju pintu dan berubah menjadi seberkas cahaya biru lalu menghilang. Sementara Alecia hanya tersenyum manis lalu keluar dari ruangan itu.


 


 


*Alecia


Melihat mereka semua yang terlihat sedih, begitu aku keluar dari ruangan. Martha yang melihat diriku langsung memeluk erat.


“Kupikir aku akan kehilanganmu, kamu baik-baik saja? Apa ada yang terluka?”,


Kulepaskan pelukan ibuku, lalu berucap “ Aku baik-baik saja, aku pun berpikir begitu Bu. Tapi tiba-tiba sebuah keajaiban datang padaku”,


“Lalu dimana Alika?,”tanya Roman,


“Dia sudah pergi, dia memintaku untuk mengantarnya pulang dengan sedikit bantuan sihir,”ucapku berbohong.


“Kenapa kau lakukan itu? Aku ingin bicara dengannya”,


“Untuk apa Roman? Apa Romeo juga ingin bicara dengannya? Tentang apa? Gadis itu bilang bahwa dirinya hanyalah manusia biasa”,


“Benarkah?”,


“Ya!,”seru Roman


“Apa kau juga ada janji dengan Alika, Romeo?” tanyaku,


“Tidak ada, aku akan pergi sebentar jaga dirimu baik-baik Alecia,”jawab Romeo sambil melangkah pergi keluar VA.


“Tentu saja aku akan menjaga baik diriku,” senyumku. Kepergian Romeo juga disusul dengan kepergian Roman. Kini aku mulai yakin akan kedua pria itu tak akan berhenti mengejar gadis itu. Dan, aku sampai kapanpun tak akan pernah bisa mendapatkan salah satu dari mereka atau jika aku mendapatkan salah satu dari mereka pun hidupku tak akan tenang.


Rasi mendekatiku seraya berucap “ Apa yang sebenarnya terjadi?”,


“Tidak ada, tapi gadis itu bilang kau harus membantu untuk menjadi dirinya menjauhkan mereka berdua dari Alika yang sebenarnya”,


“Hah, aku tidak percaya! Kau bohong,”jawab Rasi,


“Jika aku berbohong kenapa tak tanyakan pada dia saja?”,

__ADS_1


Rasi pun pergi menemui Alika untuk menanyakan hal itu. Sementara Martha hanya tersenyum manis lalu pergi meninggalkannya.


“Hah, kini aku hidup kembali. Tapi aku harus membuat rencana Alika berantakan dan Roman, Romeo harus tahu akan sifatnya yang sebenarnya. Kau pikir aku akan menjadi pengikutmu, gadis sihir? Tidak. Aku tak akan ikut, tapi sebelumnya aku harus menyingkirkan Ethan dulu”gumanku.


***


 


 


Romeo


“Aku tak percaya Alika membuat perjanjian dengan pria itu, seharusnya aku menyingkirkannya sejak dulu sebelum pembangkitanmu, Alika. Tapi itu tak mungkin jika membangkitkanmu sendirian. Aku akan mencarimu sampai ketemu, aku tak akan pergi dari dunia ini sebelum bersamamu,”gumanku. Secepatnya diriku pergi ke apartemen Tanima untuk menemui Alika dan berharap dia ada disana.


 


Roman


Pergi mencari Alika, dan mendengarkan kata hatinya dengan harapan dia mengucapkan dimana dirinya sekarang. Harapanku tercapai, tak beberapa lama kemudian suara hati Alika kudengar jelas, “ Hah, bodoh! Kenapa tak kubiarkan saja dia mati. Tapi untuk apa balas dendam, bukankah dengan adanya dia setidaknya salah satu dari mereka akan menjauh. Tapi sekarang aku harus membuat rencana untuk membunuh vampir yang dibangkitkan Alecia. Jika tidak, aku benar-benar dalam bahaya. Huh, aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus sembunyi? Dimana? Apartemen Tanima? Tidak itu akan mudah ditemukan. Hah, siapa yang bisa menolongku sekarang? Yoong? Tak mungkin, dia membenciku. Roman? Dia….hah..bikin kepala pusing sekarang. Aku harus bagaimana? Apa aku tetap disini aja ya? Tebing yang indah dan bisa melihat VA dari sini, atau aku menemui Erega? Yang benar saja. Menyebalkan!”,


Aku tersenyum manis mendengar ucapannya, dan segera pergi ke tebing tinggi dimana aku bisa melihat VA dari sana yang tak lain tempat itu adalah tempat Alecia kutemukan.


***


Alika


Melihat pemandangan sore yang indah disini yang lama-lama nyamuk datang menyerang. Menyebalkan kadang tapi aku harus tetap disini dan memutar pikiranku agar vampir yang dibangkitkan Alecia untuk menyerangku tak menemukanku. Matahari semakin menenggelamkan dirinya perlahan-lahan dan kegelapan membayangi diriku dari belakang. Duduk di rumput bawah pohon rindang dan menatapnya. Kelelawar beterbangan keluar dari tempat persembunyian. Aku tidak takut akan serangan binatang buas, aku malah takut pada mantan-mantanku yang haus akan darah dan cinta. Itu menyebalkan! Kenapa aku harus kembali dalam kehidupan mereka?.


Detik-detik dalam hitungan mundur matahari tenggelam dengan cepat. Kini aku benar-benar dalam kegelapan dan membuatku takut, bahkan membuatku merinding dengan ketakutan vampir yang dibangkitkan Alecia akan datang dan membunuhku. Aku semakin takut akan gelap, dan ingin pergi dari sini. Tetapi tiba-tiba saat berdiri seseorang menerkam tubuhku dengan cepat hingga aku tak dapat bergerak, ada pohon besar di belakangku dan didepanku orang itu.


“Hai, bagaimana kabarmu? Kau takut?”, orang itu bicara padaku dengan suara yang kukenal,


“Roman? Apa kau itu?’,


“Ya aku, bagaimana kau bisa lupa denganku?”,


“Aku tidak lupa”,


“Benarkah? Kau mau pergi kemana? Bukankah kau janji akan makan malam denganku?”,


“Tapi sekarang kita tak di restoran”,


“Bagaimana kalau itu kuganti dengan berkencan denganmu?’,

__ADS_1


“Hah, kencan?”,


“Ya jika kau mau, menemani aku malam ini dan akan ku antar pulang kau nanti”,


__ADS_2