
Ke empat gadis itu lagi- lagi saling memandang satu sama lain. Ya mereka saling memberi isyarat dengan harapan lolos dalam masalah ini setelah kesalahan yang mereka perbuat dan mereka telah menyadarinya.
“Ibu Oshaberi, kami tidak tahu tentang itu. Kami tidak menemui Xia, lagi pula dia bukan gadis yang harus kami urus tiap hari!”
Ibu Oshaberi tersenyum manis, diam- diam ia membuka komputernya dan melihat rekaman CCTV yang ada di asrama. Ibu Oshaberi bukanlah pengawas yang bisa di bodohi tetapi ia akan tetap tersenyum demi melancarkan rencananya untuk membuka kedo ke empat gadis yang telah merusak ke amanan dan ketenangan asrama ini. Ia melihat rekaman CCTV beberapa hari yang lalu, hari dimana Aresha pertama kali di hukum karna kamarnya berantakan. Ia di hukum bersama Xia berdiri di depan asrama, dan mereka berdua melakukannya.
Namun sebelum itu terjadi, ke empat gadis itu mendekati kamar Xia dan membuka pintunya. Mereka berempat masuk dan tidak lama kemudian mereka keluar dari sana. Mereka pergi dengan ekspresi senang. Kemudian Ibu Oshaberi melihat rekaman CCTV beberapa saat yang lalu. Orang yang sama memasuki kamar Xia dan Aresha. Ya ke empat gadis itu memasuki kamar Xia dan Aresha. Lalu terdengar suara ledakan dari dalam kamar yang membuat kegaduhan hingga Ibu Oshaberi dan penghuni asrama mendekati kamar itu.
Saat itu lah Ibu Oshaberi mengetahui kebenarannya, ia tersenyum manis yang membuat ke empat gadis itu merasa yakin jika Ibu Oshaberi akan menghukum berat Xia dan Aresha.
Sementara Xia dan Aresha berpikir, Ibu Oshaberi telah mengetahui yang sebenarnya.
Dan, yang ada dalam pikiran ke tiga pengawas, ketiga pria yang hanya diam membisu itu adalah masalah ini akan secepatnya selesai. Karna dari senyuman Ibu Oshaberi, itu telah menunjukan masalah itu telah terungkap siapa pelaku yang sebenarnya.
Ibu Oshaberi menatap ke depan, ia tersenyum manis dan menjawab “Aresha, Xia. Terima kasih atas waktunya, kalian silahkan keluar!”.
Mendengar itu, aku dan Xia tersenyum manis.
__ADS_1
Lalu Xia berucap, “Terima kasih, Ibu Oshaberi!” sembari menganggukan kepala dan tersenyum manis.
“Terima kasih, Ibu Oshaberi” ucapku.
Kemudian aku dan Xia mulai meninggalkan ruangan ini. Kami pergi menuju asrama, menuju kamar kami.
Ke empat gadis itu mulai merasa ada yang aneh, dan menduga bahwa Ibu Oshaberi telah mengetahui yang sebenarnya terjadi. Tetapi sifat angkuh dan sombong itu telah membuat mereka menjadi buta dan keras kepala.
“Ibu Oshaberi, mengapa mereka di biarkan pergi begitu saja?” tanya salah satu dari sekelompok gadis dengan wajah yang di perban itu.
Ke empat gadis itu saling pandang, dan mereka mulai sedikit curiga bahwa kedok mereka telah terbongkar. Bahkan rasa takut itu mulai membesar, tetapi menjadi kecil dalam diri sebagian dari mereka berempat. Ya sifat mereka berbeda- beda, ada yang keras kepala, sombong, angkuh dan ketakutan karna terlibat dalam masalah seperti ini apa lagi setelah Ibu Oshaberi mengatakan hukuman berat. Ia pun hanya bisa menahan rasa takut yang berakibat mengeluarkan keringat dingin pada tubuhnya.
Ia pun berucap, “Mengapa harus di bicarakan? Bukankah sudah ada peraturan yang mengatur hukumnya?” ucapnya sembari menahan rasa takut.
“Ya, karna saya pikir peraturan ini patut di ubah. Bukankah kalian menyukai jika hukuman berat berlaku untuk pelaku yang telah menyakiti kalian?”
Ketiga gadis itu setuju dengan ucapan Ibu Oshaberi hingga salah satu dari ketiga gadis itu berucap “Ya tentu! Jadi apa maksud Ibu Oshaberi, kami harus memilih sendiri hukuman berat apa untuk pelakunya?”
__ADS_1
“Ya tentu saja!” jawab Ibu Oshaberi dengan senyum manis.
Sementara salah satu dari teman mereka sedang dalam ketakutan, ia mulai menyadari hukuman itu tentu lah untuk mereka berempat bukan untuk Xia dan Aresha.
Kemudian mereka berempat berpamitan dengan Ibu Oshaberi, dan pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka pergi menuju ruangan kepala Akademi Yexiao.
Kini di dalam ruangan ini hanya ada Ibu Oshaberi dan pengawas Akademi Yexiao. Ya anak- anak Akademi Yexiao.
“Kalian bertiga boleh pergi, oh ya.... tolong awasi ke empat gadis itu! Jangan sampai mereka melukai Xia dan Aresha. Aku yakin mereka akan menyakiti Aresha dan Xia. Mereka terlalu bodoh untuk diberikan hukuman ini! Tolong awasi ke empat gadis itu hingga mereka pergi dari Akademi Yexiao ini, aku tidak mau akademi ini menerima orang jahat seperti mereka! Ya jika ada maka sebagai akibatnya akademi ini tidak akan bisa bersanding dengan Universitas Borneo, atau Buniv”
“Baik, Ibu Oshaberi!”
“Ya, silahkan pergi!”
“Baik, Ibu Oshaberi. Kami undur diri!”
Kemudian mereka bertiga pergi meninggalkan ruangan itu. Ya seperti yang di katakan oleh Ibu Oshaberi, mereka yang diberi tugas segera melaksanakan tugas yang diberikan olehnya. Mereka diam- diam mengawasi ke empat gadis itu. Hingga ke empat gadis itu memasuki ruang kepala sekolah.
__ADS_1