
“Ini aneh, serangan ini mendadak. Jika seperti ini maka Akademi Yexiao tidak akan bisa menahan mereka lagi, bagaimana dengan VA? Apakah Buniv masih bisa?”
“Hah, aku rasa tidak. Klan vampir harus segera bergerak menjauhi manusia, jika para pemburu yang ditakutkan selama ini muncul maka tidak ada pilihan lain selain melawan mereka. Yang terpenting sekarang adalah menjauhkan semua orang dari manusia dan pemburu.”
“Idemu bagus Roman, tapi dimana? Jika kita berada di hutan tentu tidak akan bisa menampung banyak orang. Tapi untuk klan pengendali mungkin masih bisa berbaur dengan manusia, tapi klan vampir dan kegelapan adalah buruan para pemburu”
“Mungkin mulai sekarang kita hanya bisa membiarkan klan vampir dan kegelapan disini, sementara pengendali bisa pulang. Dengan begini masalah telah terpecahkan?”
“Ya, tapi kehilangan dua kristal ini maka dunia tidak akan seimbang”
“Apa maksudmu, Roman?”
“Kristal kegelapan dari klan vampir dan kristal pelindung, bukankah sejak dulu menduduki dua belah sisi mata uang? Jika benda itu menghilang artinya kita semua akan dalam bahaya. Tidak akan ada lagi yang melindungi VA atau pun Akademi Yexiao. Ya, cobalah berpikir yang jernih apa yang akan terjadi jika tanpa dua kristal itu!”
“Hem, sepertinya apa yang Roman ucapakan ada benarnya. Dunia klan vampir dan kegelapan akan kacau lagi. Hybird, werewolf, vampir, demon dan penguasa kegelapan akan kacau. Kami tidak akan bisa lagi berada disini, artinya kami harus menjauh dari semua orang. Klan pengendali pun juga akan kehilangan kekuatan mereka jika tanpa kristal itu, alangkah lebih baiknya jika ketua klan menjaga kristal- kristal yang masih ada” jelas Ethan memberikan saran.
“Hah, ya benar. Ada banyak sisi buruk sekarang, bagaimana cara kita kembali dan merebut dua kristal itu?” ucap kepala Akademi Yexiao.
“Ya, benar- benar kacau sekarang. Tapi kita tidak boleh membuat semua orang panik, panggil Violin. Aku rasa dia bisa memecahkan masalah ini!” pinta Jimwa.
Seseorang pun bergegas mencari Violin, dan memintanya untuk menemui Jimwa di ruangan ini. Orang itu adalah sekretaris kepala akademi. Mereka lah yang selalu di dekat kepala akademi.
__ADS_1
Violin dan sekretaris kepala akademi bergegas ke ruangan rahasia. Violin menghadap kepala akademi yang tampak membicarakan persoalan yang sangat serius.
“Ya, kepala akademi. Apa ada yang bisa saya bantu?”
“Duduklah dulu, Violin!” jawab kepala akademi.
“Hah, ya benar. Ada banyak sisi buruk sekarang, bagaimana cara kita kembali dan merebut dua kristal itu?” ucap kepala Akademi Yexiao.
“Ya, benar- benar kacau sekarang. Tapi kita tidak boleh membuat semua orang panik, panggil Violin. Aku rasa dia bisa memecahkan masalah ini!” pinta Jimwa.
Seseorang pun bergegas mencari Violin, dan memintanya untuk menemui Jimwa di ruangan ini. Orang itu adalah sekretaris kepala akademi. Mereka lah yang selalu di dekat kepala akademi.
Violin dan sekretaris kepala akademi bergegas ke ruangan rahasia. Violin menghadap kepala akademi yang tampak membicarakan persoalan yang sangat serius.
“Ya, kepala akademi. Apa ada yang bisa saya bantu?”
“Duduklah dulu, Violin!” jawab kepala akademi.
Kepala akademi pun mulai mengeluarkan kata- katanya yang membuat semua orang di ruangan ini terkejut kecuali Jimwa yang telah menyadari hal ini sejak awal.
“Violin, aku sangat berharap saran darimu sekarang. Kamu tahu kan soal kristal pelindung dan kristal klan vampir?” ucap kepala Akademi Yexiao.
__ADS_1
“Ya tentu, apakah sesuatu telah terjadi dengan dua kristal itu?” jawab Violin.
“Ya, seperti dugaanmu!”
Spontan Violin langsung memukul meja hingga hancur berkeping- keping, Violin tidak sengaja memukul meja itu dengan menyertakan kekuatannya. Suara pukulan itu terdengar kecil dan lemah, tetapi memiliki efek yang sangat jelas terlihat oleh mata. Situasi seperti ini lah yang membuat keadaan semakin kacau dan mencegangkan. Para ketua klan terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Violin. Kekuatannya terlihat secara fisik seperti kekuatan para penguasa kegelapan.
“Apa? Kepala Akademi Yexiao! Kenapa kamu tidak menjaganya dengan baik?” ucap Violin marah besar pada kepala Akademi Yexiao.
“Saya sudah menjaganya dengan baik!” jawabnya dengan santai.
Sementara beberapa guru dan sekretaris Akademi Yexiao di buat kesal dengan tingkah Violin.
“Apa? Apa yang dia lakukan?”
“Beraninya dia berkata seperti itu pada kepala akademi?!”
“Gadis kurang ajar! Jaga ucapanmu itu bodoh!”
Ucapan kekesalan itu di dengar oleh Violin, ia sama sekali tidak menghiraukannya. Ia tetap menaruh perasaan marah pada kepala Akademi Yexiao.
“Itu sudah terjadi ya?! Sialan, siapa yang melakukan hal bodoh seperti itu?”
__ADS_1
“Orangku mengatakan jikalau pelakunya adalah seorang perempuan bermantel putih dan seorang pria bermantel hitam. Mereka melarikan diri dengan ribuan kelopak bunga mawar. Mereka telah mendapatkan kristal pelindungnya.”