
Malam itu dirinya bergegas pergi mengamati apa yang terjadi. Teman barunya yang dia kecial di angkatan baru VA mendadak mendapatkan tugas. Kesempatan ini lah di manfaatkannya untuk mencari tahu apa yang terjadi.
Perlahan- lahan Alecia berjalan dan mengikuti temannya sendiri dari belakang. Ia berharap klan vampir itu tidak mengetahui kehadirannya.
Temannya berhenti di sebuah ruangan VA. Alecia pun segera mengintipnya di balik jendela. Terlihat banyak orang disana berkumpul termasuk ayahnya, Jimwa.
“Pihak Akademi Yexio telah menghubungi kita, mereka memperlukan bantuan kita mengamankan tempat ujian ability magie. Ada orang menyerang tempat itu dan menghancurkannya. Sekarang Akademi Yexiao memperlukan bantuan kita mengawasi tempat dan membantu membangunnya kembali. Eren, bawa timmu ke Glasland. Bantu pengawas Akademi Yexiao melakukan semuanya” perintah Jimwa padanya.
“Baik Tuan!” jawabnya.
Kemudian Eren dan timnya bergegas menuju kaca- kaca yang ada di dinding ruangan itu. Mereka berdiri di depannya, kemudian cermin itu menyerap tubuh mereka hingga masuk ke dalam cermin.
Apa yang di lihat oleh Alecia membuatnya terkejut, orang- orang itu telah diserap oleh kaca.
Saat kejadian itu juga, seorang perempuan ( Rasi) telah menaruh rasa curiga. Ia pun memberi bahasa isyarat untuk memberitahu yang lain bahwa ada penguntit di tempat ini.
Alecia mulai menyadari dirinya telah diketahui, Alecia pun bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Tetapi beberapa langkah pergi meninggalkan tempat itu, di tengah perjalanannya menuju asrama dirinya dikejutkan dengan kehadiran Ethan.
Pria itu membuatnya setengah ketakutan, bukan karna tampangnya yang terlalu tampan melainkan matanya yang telah berubah menjadi merah darah. Ya itu tandanya Ethan sebagai vampir sekarang.
Alecia pun melangkah mundur, ia tidak memandang mata Ethan lebih lama lagi. Ethan yang sekarang ini adalah pria yang haus akan darah.
“Mau kemana cantik?” ucap Ethan sembari tersenyum manis dan memperlihatkan taringnya.
__ADS_1
Alecia yang melihat perubahan Ethan membuatnya teringat pada kejadian dimasa lalu, Ethan membuat dirinya hampir mati di tebing. Meski pun Ethan adalah pria tampan, Alecia tetap takut padanya. Alecia mengingat hal buruk tentang Ethan.
Alecia terus melangkah mundur, Ethan yang haus akan darah pun tidak ingin melepaskan mangsanya. Ia menggunakan kemampuannya, dan menjerat Alecia. Tubuh Alecia terangkat, lehernya pun terasa tercekik.
“Le-lepaskan ak-ku!” ucap Alecia terbata- bata.
Ethan tidak menangapinya, ia hanya tersenyum manis, dan perlahan- lahan menarik mangsanya mendekat.
Saat itu lah Rasi menyerang Ethan dengan kemampuannya. Ia membuat tubuh Ethan menghantam pohon.
“Brukkk!!” tubuh Ethan mengenai pohon dan Alecia terbebas dari jerat Ethan.
Alecia segera berlari dan berlindung di belakang Rasi.
Ethan yang terjatuh dan tubuhnya telah menghantam pohon itu masih bisa berdiri dengan tegaknya. Darah keluar dari mulut Ethan. Ethan pun menyeka darah di mulutnya. Darah itu membuat Ethan semakin menjadi- jadi. Spontan Ethan langsung menyerang Rasi dengan kemampuan yang dia miliki. Tetapi sebelum dirinya menyentuh Rasi, Martha menyerangnya.
Tubuh Ethan tak bisa bergerak, langkahnya terhenti.
“Steven!” teriak Martha memanggilnya.
Seketika itu juga Steven muncul, ia langsung menyerang Ethan dan memasukan sesuatu ke mulutnya. Mulut Ethan pun mulai mengeluarkan darah. Darah merah itu keluar dari mulutnya, hingga ke leher.
Seketika itu juga Ethan langsung tak sadarkan diri.
__ADS_1
Marta dan Rasi pun menarik napas legah, kemudian mereka mendekati Alecia.
“Hei, apa kamu baik- baik saja?” tanya Rasi padanya.
Dengan perasaan setengah takut, Alecia menjawab “Ya, ya aku baik- baik saja. Apa yang terjadi padanya?”
“Oh, itu tenang saja! Dia hanya lupa memakan pilnya. Dia selalu saja seperti ini, aneh sekali! Dia biasanya tidak segas ini loh! Ah.... apa Ethan ada masalah?” jawab Martha sembari mendekati Ethan.
“Entahlah. Kasihan sekali dia! Beberapa hari ini, dia semakin ganas. Dan ini bisa membahayakan semua orang. Ah, kamu tak perlu takut padanya. Namamu siapa? Apakah kamu bagian dari kelas malam?” ucap Rasi.
“Ya benar” jawab Alecia.
“Menyebalkan sih! Tapi apa boleh buat, kami akan membantunya kembali menjadi manusia. Dia memang keras kepala, dan tidak mau meminum pilnya!” ucap Martha.
Tidak beberapa lama kemudian, vampir itu kembali terbangun. Tetapi matanya telah menghitam, ia telah kembali menjadi Ethan yang dulu. Namun, meski begitu Alecia tetap di buat takut olehnya. Alecia masih ingat dengan jelas apa yang telah di lakukan Ethan padanya dulu.
Ethan pun merapikan dirinya, ia menyeka darah di sekitar mulutnya sembari berkata “Ah, maaf! Aku merepotkan lagi ya? Tapi aku ingin bertemu Aresha. Hah...kalian akan membantuku kan?” senyumnya sinis.
Mendengar ucapan Ethan begitu, semua orang yang ada disini pun membubarkan diri.
“Aaarkhhh! Hei, bantulah aku!” teriak Ethan.
Alecia pun bergegas pergi, ia tidak mau mencari masalah dengan Ethan. Alecia tidak mau berurusan dengan Ethan. Tetapi tak pernah terduga olehnya, Ethan mengikuti dirinya dan lagi, jalannya dihalangi oleh Ethan.
__ADS_1