
“Terima kasih, terima kasih telah membantuku. Apa yang harus kulakukan? Suamiku telah melihat ramalannya, ia akan dihancurkan oleh anaknya sendiri. Ia pasti akan membunuh dua putriku. Aku tidak mau suamiku melakukan itu.”
Tiba- tiba saat itu lah, seseorang berlari dengan cepat masuk ke ruangan ini tanpa izin. Karena tergesa- gesa, ia melupakan hormatnya pada sang ratu.
“Ratu, Ratu harus segera melakukan sesuatu. Saya mendengar sesuatu yang gawat!” ucapnya. Seorang perempuan memakai mantel berwarna coklat. Seorang perempuan yang sangat mirip dengan Rasi. Ya dia adalah Rasi dari masa lalu, Rasi yang masih muda.
“Apa? Apa yang terjadi?”
“Sesuatu!”
Ratu penyihir matahari tersenyum manis, ia berucap “Ya aku mengerti. Tolong semuanya keluar!”
Kemudian semua dayang keluar kecuali Rasi dari masa lalu. Dayang menutup kembali pintunya, lalu perbincangan di mulai.
__ADS_1
“Apa yang terjadi?”
“Saya mendengar yang mulia raja ingin melakukan sesuatu. Maafkan saja yang begitu lancang mendengarnya tetapi saya pikir yang mulia juga tidak akan tega jika sesuatu seperti ini terjadi. Yang mulia raja ingin menghabisi putri. Saya merasa ini karena ramalan masa depan yang mulia raja.”
“Ya kamu benar, jadi kamu sudah tahu ya? Rasi, tolonglah aku? Bisakah kamu membantuku membesarkan anak ini? Bawalah putri kecilku yang memiliki takdir sebagai penyihir bulan. Dia lah yang ingin dihabisi oleh ayahnya sendiri. Kamu tahu kan soal permasalah lama penyihir matahari dengan bulan? Ayahnya merasa dia bukanlah putrinya. Tapi saya adalah ibunya, saya tidak ingin itu terjadi. Bawalah dia pergi sejauh mungkin.”
“Baik yang mulia, tapi bagaimana dengan yang mulia?”
“Saya akan baik- baik saja, dia tidak akan melukai saya ataupun anak kembarannya. Anak kembarannya ini lemah, dan dia memiliki darah penyihir matahari. Ayahnya tidak akan mungkin membunuhnya.”
“Ia berada di dekatku, ambillah dan bawa lah pergi. Kamu akan membesarkan dan mengawasi anak ini bersama Martha. Dia adalah orang yang aku percaya” ucap ratu penyihir matahari sembari memberikan daun muda hijau yang kecil.
Rasi merasa aneh dengan apa yang diterimanya dari ratu penyihir matahari, daun muda hijau yang kecil. Setelah menerima itu, Rasi menyembunyikannya di kantong saku baju yang tersembunyi.
__ADS_1
“Bawa dia dan jangan sampai ayahnya tahu. Pergilah sejauh mungkin, apapun yang terjadi dan apa yang kamu dengar tentang kerajaan ini, saya harap kamu tidak kembali. Di daun muda itu, aku telah mempersiapkan semuanya.”
“Baik yang mulia, kalau begitu saya undur diri”
“Ya, berhati- hati lah pada penjaga kegelapan. Ia adalah kaki tangan sang raja”
Kemudian Rasi muda pergi meninggalkan ruangan ini dan menjalankan perintahnya.
Dayang- dayang yang berada di luar melihat Rasi keluar ruangan yang mulia, mereka tidak berani masuk sebelum yang mulia meminta.
Sementara Rasi yang sekarang telah melihat kejadian ini, kejadian yang terjadi sangat lama. Tetapi ia masih mengingat dimana ini adalah hari pertama beban terberatnya untuk menjaga anak perempuan itu.
“Kamu masih disini? Bagaimana dengan takdir itu? Apa kamu sudah mengetahui akhir hidupnya?” ucap ratu penyihir matahari yang disangka oleh Rasi sekarang bukan berbicara padanya.
__ADS_1
Rasi pun menoleh kanan dan kiri, di ruangan ini hanya ada dirinya dan ratu penyihir matahari.
“Aku berbicara padamu, Rasi. Rasi yang sekarang memang berbeda ya? Apa yang kamu lakukan disini? Kembali ke masa lalu itu adalah perbuatan yang menghancurkan sejarah, dan sangat dilarang” ucap yang mulia ratu.