Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 284


__ADS_3

“Salah paham? Apa maksudnya? Kamu, kenapa menyakiti temanku?” ucapnya sembari menolong mendekati temannya.


“Tidak apa kok! Hanya salah paham saja” ucapnya.


“Apa maksudmu? Jelas- jelas aku melihat kamu disakiti olehnya!”


“Sudahlah, tidak apa. Hanya salah paham saja kok!” kata temannya terus membujuk untuk tidak mempermasalahkan kejadian ini. Tetapi justru temannya semakin emosi dan mendorong dirinya hingga terjatuh.


Perlahan- lahan permasalahan ini semakin membesar, dan Roman pun enggan minta maaf. Semua orang telah berkumpul disini dan menyaksikan perdebatan ini.


“Roman, tolong minta maaflah!” ucap Violin.


“Minta maaf ya? Hah, sayang sekali aku tidak akan melakukan itu!”


“Dasar pria busuk! Kamu sudah berani menyakiti temanku, aku tidak akan mengampunimu!” ucap seseorang yang kemudian menggeluarkan kemampuannya.


Roman yang melihat kemampuan orang itu yang tidak lain adalah mengendalikan tanaman pun spontan langsung berlutut dan berucap “Baiklah, aku dengan tulus hati minta maaf padamu! Tolong maafkan aku?.”


Pengendali tanaman itu memasang sorot tajam ke arahnya, lalu menjawab “Jika begitu makanlah!” ucapnya sembari mengambilkan makanan dengan kemampuannya lalu memberikannya pada Roman.


“Tapi maaf, aku tidak bisa makan sekarang!”

__ADS_1


“Sialan! Kamu harus mati!” ucapnya sembari melemparkan piring ke arah Roman. Beruntung Roman cepat menghindar.


Piring yang dilemparkan itu tidak mengenai tubuh Roman, piring itu mengenai tanah dan pecah.


Kemarahan pengendali tanaman itu semakin marah, tiba- tiba saat itu lah ke tiga orang yang telah ditemukan juga ikut berubah menjadi pengendali tanaman. Kini mereka berempat berubah menjadi sosok yang menyeramkan. Ke empat orang itu berubah lagi menjadi tanaman pemakan serangga raksasa dengan akar- akar yang menjalar dan berukuran besar. Perubahan ini membuat Violin dan yang lainnya mulai ketakutan.


“Sebaiknya kita pergi dari sini! Mereka bukanlah teman kita” ucap Violin.


“Ya aku rasa juga begitu!” jawab Gisel.


“Roman?” panggil Violin.


Namun ajakan Roman itu tak mendapat reaksi apapun. Seluruh peserta ujian ability magie yang ikut dengannya tak merespon. Hal terduga malah terjadi. Seluruh peserta ujian ability magie itu berubah menjadi pasukan moster tanaman pemakan serangga. Mereka memiliki tatapan yang sama seperti empat orang sebelum berubah menjadi moster tanaman pemakan serangga. Kini Violin, Hani, Gisel dan Roman terjebak dalam lorong ini.


“Ya ampun! Sejak kapan mereka menjadi bagian dari moster tanaman pemakan serangga ini?” tanya Hani.


“Kupikir saat kalian legah, kalian sibuk makan! Sejak awal tempat ini memang mencurigakan!” jawab Roman.


“Lalu apa yang harus kita lakukan?” tanya Gisel.


“Tidak ada cara lain selain kabur dan membentengi diri!” jawab Violin mulai mengeluarkan kemampuan yang dia miliki sebagai seorang penyihir bulan. Ia mulai menggeluarkan api dengan tangan kosong.

__ADS_1


“Baiklah, semuanya kita harus pergi!” ucap Violin.


Tetapi moster tanaman pemakan serangga itu tidak bodoh, ia menutupi jalan keluar dari tempat ini dengan tanaman rambat.


“Violin! Kita tidak bisa lari sekarang!” ucap Hani melihat pintunya telah tertutup tanaman rambat yang penuh duri.


“Ada apa? Apa ada masalah dengan pintunya?” tanya Violin berfokus pada musuh yang ada di depannya.


“Ya benar, mereka menutup pintunya dengan tanaman berduri!”


“Kalau begitu mengapa tidak membakar atau menghancurkannya dengan batu!”


“Ya, aku rasa hanya kamu yang bisa melakukan itu!”


“Roman, bisakah kamu mengurus moster besar ini?” tanya Violin pada Roman yang ada di sampingnya.


“Serahkan saja padaku!” jawabnya sembari tersenyum manis.


Violin membalas senyuman manis Roman, lalu ia dengan cepat melangkah mundur. Violin melihat jalan keluar telah di tutupi oleh tanaman rambat yang berduri. Tanaman itu berukuran besar. Violin pun mulai menggeluarkan kemampuannya, ia mengeluarkan elemen api dan membakar semua tanaman itu.


Moster tanaman pemakan serangga pun melihat tajam ke arah Violin, kobaran api itu membesar menghancurkan tanaman berduri. Moster tanaman pemakan serangga tidak membiarkan begitu saja mereka lolos dengan mudah. Ia pun menggerakan akarnya, menyerang semua orang yang ada disini. Tidak hanya itu, pasukan moster pun ikut menyerang.

__ADS_1


__ADS_2