Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 294


__ADS_3

“Hah, ya kamu benar. Aku adalah pria yang tertarik dengan pesta topeng seperti ini dan juga yang disana itu!” jawabnya.


“Itu bagus, sayangnya aku sangat tidak tertarik dengan barang bodoh. Ah, ya akan lebih baik menghabiskan waktu di tempat lain. Aku sangat menyesal datang kemari, seharusnya aku menolak untuk datang kemari.”


“Ya begitulah, disini aku tidak bisa melihat wajah orang lain dengan jelas. Itu sangat membosankan!”


 “Ya kamu benar! Nona yang cantik, bolehkah aku mengenalmu? Siapa namamu?”


“Ya, ampun! Tentu saja boleh. Tapi aku lebih suka jika kamu memperkenalkan dirimu lebih dulu!”


 “Ya baiklah, namaku Seto Briand. Namamu?” ucapnya sembari mengulurkan tangan padaku.


 Mendengar namanya, aku pun teringat akan seorang pria yang juga termasuk pria banjingan. Aku merasa Seto Briand ini tidak lain adalah mantan suami dari Vioderina. Aku pun tersenyum, aku merasa ini adalah keberuntunganku. Aku tidak akan membiarkannya lolos begitu saja. Pria ini telah menyakiti ibuku, dia tidak hanya menyakitinya saja. Pria ini juga memiliki selingkuhan seperti Romeo.


 “Namaku Aresha, senang berkenalan denganmu!” jawabku menjabat tangannya.


 Lalu aku segera melepaskan tangannya, ia sedikit lama dan erat memegang tanganku.


 “Apa kamu datang kemari sendirian, Seto?”


 “Ya, aku bersama rekanku. Aku salah satu orang yang ikut merancang topeng yang ada di kotak kaca itu.”


 “Benarkah? Sungguh?”

__ADS_1


“Ya, benar. Aku tidak bercanda!”


 “Hah, itu artinya kamu mengenal pengusaha kaya yang mengadakan acara ini kan? Dia dimana? Kudengar juga dia datang bersama pasangannya!”


 “Ya itu benar sekali. Maksudmu Sofie kan? Nona Sofie itu ada disana!” tunjuknya ke arah kerumunan orang- orang berjas hitam. Disana ada seorang perempuan mengenakan gaun putih dengan topeng berwarna putih yang terlihat mewah dan elegan.


Aku tersenyum manis, aku senang bisa mengetahui lokasi keberadaan Sofie.


“Lalu dimana tunangannya?”


 “Pria yang mengenakan topeng putih serupa dengan Sofie.”


 “Oh begitu ya, wah... aku sangat tertolong. Terima kasih banyak ya!”


 “Uh, kamu! Aku tidak bisa mengenali orang lain yang mengenakan topeng. Aku tidak bisa melihat dimana tuan rumahnya!”


“Ah ya benar juga. Topeng warna putih yang dikenakan Sofie itu hanya ada dua disini, satu dimiliki Sofie dan satunya dimiliki oleh Romeo.”


“Ya, terima kasih Seto. Aku sangat terbantu. Tunggu sebentar disini ya? Aku pergi, sebentar saja!” ucapku yang secepatnya pergi menuju Zhia yang bersama Sha.


Aku bergegas mendekati Zhia dan Sha yang sedang berbicara berdua. Mereka mengamati orang- orang disini yang terus berdatangan.


 “Zhia, sudah dapat dimana mereka?” tanyaku.

__ADS_1


 “Belum, ini sulit. Tapi kami akan berusaha.”


 “Aku tidak terpikir akan sesulit ini tapi aku mendapatkan bantuan. Zhia, kamu lihat pria yang di dekat meja menu itu?” tunjukku ke arah Seto yang sibuk melirik gadis- gadis.


 “Ya, bantuan apa? Apa kamu mengenalnya?”


“Ya, dia adalah Seto Briand, mantan suami ibuku ketika aku masih jadi Violin yang lugu. Aku ingin dia hancur. Kamu bisa bereskan dia kan? Aku rasa dia mempunyai rencana licik untuk tuan rumah ini. Nona Sofie adalah nona rumah ini, saya harap kamu tidak menyakiti perasaannya. Cegah dia untuk tidak terjebak dalam hidup Romeo atau Seto.”


 “Ya baik, nona muda.”


 “Oh ya, soal nona Sofie dan Romeo ada di kumpulan pria berjas itu. Nona Sofie adalah tuan rumah ini. Aku harap jangan terlalu menyakiti perasaannya, tetapi ia harus tahu akan sikap buruk pria banjingan itu. Nona Sofie mengenakan topeng itu, hanya ada dua topeng disini. Satu milik Nona Sofie dan satunya di kenakan Romeo. Jadi kalian sudah tahu kan dimana lokasinya?”


 “Ya tentu saja, aku akan segera memberitahu Lady!” jawab Sha tersenyum licik.


 “Baiklah, Zhia lakukan yang terbaik!”


 “Ya baik, nona muda!” jawabnya yang kemudian pergi mendekati Seto. Zhia melaksanakan tugasnya, ia tidak akan melepaskan targetnya begitu saja.


Sementara Sha pergi mendekati Lady Dandelion dan memberitahu dimana lokasi target utamanya. Aku tetap disini sembari memperhatikan topeng emas berhias berlian dalam kotak kaca yang terus diawasi dengan ketat. Target utama kami pergi meninggalkan pesta ini, aku pun dengan cepat bergerak. Mengikuti dirinya dari belakang yang tidak lain menuju toilet wanita.


Aku mengikutinya, membuka pintu perlahan- lahan dan sekejab diriku diperlihatkan dengan ruangan yang bersih. Sofie membuka topengnya, dan aku melihat wajahnya. Ia adalah wanita muda nan cantik dan kaya. Aku pun mendekati cermin, dan disampingku adalah Sofie, target utama kami.


Aku pun mulai bersandiwara di depannya, aku melepaskan topeng lalu menangis.

__ADS_1


 “Hiks...sialan! Dasar pria banjingan!” ucapku dengan ekpresi sedih dan kesal.


__ADS_2