
Sebelumnya...
“Topeng emas dengan berlian langka dan beberapa berlian lainnya yang menghiasi topeng emas ini akan dibuka dengan lelang seharga empat ratus lima puluh juta. Siapa yang berani melelangnya dengan harga yang lebih tinggi, maka dia lah pemiliknya!” ucap seorang pembawa acara dengan ketok palu di tangannya.
Tak perlu menunggu waktu yang lama, beberapa orang mulai berebutan untuk melelangnya dengan harga yang lebih tinggi. Mereka secara bergantian menyebutkan harganya.
...........................................................................................
“Empat ratus lima puluh lima juta!”
“Empat ratus enam puluh juta!”
“Empat ratus enam puluh lima juta!”
“Empat ratus tujuh puluh juta!”
“Empat ratus tujuh puluh lima juta!”
“Empat ratus sembilan puluh juta!”
Perlahan -lahan tawaran itu mulai meninggi, semua orang pun mendengar tawaran tertinggi itu. Empat ratus sembilan puluh juta, bukanlah uang yang sedikit untuk harga topeng emas dengan berlian itu. Harga yang dikatakan oleh seorang pria membuat semua orang memperhatikan dirinya. Romeo dan Sofie tersenyum manis mendengar harga topeng emas dengan berlian yang begitu fantastis.
“Baiklah, harga tawaran tertinggi adalah empat ratus sembilan puluh juta. Apakah ada yang berani menawarnya lebih tinggi?” ucap seorang pria berjas hitam yang sebagai juru bicara pelelangan ini.
“Lima ratus juta!” ucap seorang pria utusan dari perusahaan besar.
Ucapan pria itu membuat terkejut semua orang, Sofie dan Romeo tersenyum manis mendengar harga tawaran itu. Itu adalah harga tertinggi setelah tawaran pria sebelumnya dengan harga empat ratus sembilan puluh juta.
“Tawaran tertinggi, lima ratus juta. Apakah masih ada yang mau menawarnya dengan harga tinggi lagi?” ucap pembawa acara sembari mengetuk palu sekali di atas mejanya.
Sha pun berdiri, ia telah memperhatikan pelelangan itu sejak tadi. Tawaran tertinggi itu tidak akan menghentikan tujuannya untuk mendekati Sofie.
Sha pun berucap, “Enam ratus juta!.” Ucapan Sha membuat semua orang terkejut, mereka tidak menyangka ada orang yang berani menawarnya dengan harga lebih tinggi dari pria sebelumnya.
Pembawa acara pun kembali berucap, “Tawaran tertinggi, enam ratus juta. Apakah masih ada yang mau menawarnya dengan harga yang lebih tinggi lagi?” sembari mengetok palu sekali di atas mejanya.
__ADS_1
Semua orang saling tatap satu sama lain, lalu hening beberapa saat. Tidak ada tawaran tinggi lagi setelah tawaran yang diucapkan oleh Sha. Sha mendapatkan topeng emas dengan berlian itu sekarang.
Pembawa acara pun berucap, “Ya baiklah, lelang ditutup ( kembali mengetuk meja sebanyak tiga kali sebagai tanda lelang telah ditutup) Lelang dimenangkan oleh tuan muda yang disana. Siapa namamu, tuan?”
“Namaku Sha!” jawab Sha sembari berdiri sehingga dirinya dapat dilihat oleh semua orang yang ada disini.
Orang-orang pun memperhatikan dirinya, dan mencoba mencari tahu siapa pria ini.
Lalu pria di atas panggung itu kembali mengetuk palu sebanyak tiga kali, “Tuan, Sha, selamat Anda menjadi orang yang memenangkan pelelangan ini. Silahkan ke belakang untuk menyelesaikan pelelangan ini,”ucapnya.
“Ya, terima kasih” jawab Sha yang kembali duduk di kursinya.
Kini lelang itu telah selesai, ketukan tiga kali telah berbunyi. Sha mendapatkan apa yang menjadi perhatian semua orang disini. Tanpa diketahui olehnya, beberapa orang di ruangan ini telah mencoba mencari tahu siapa dirinya.
“Siapa dia? Dia dari perusahaan mana?”
“Coba cek media tamu di acara ini, dia dari perusahaan mana!”
“Tunggu! Akan kulakukan. Tuan, aku mendapatkannya. Dia bukan lah dari perusahaan besar. Dia tamu dari hotel ini, seorang penginap yang datang dengan beberapa orang. Apakah pelelangan ini juga melibatkan orang umum?”
“Ini gawat! Bos memintaku untuk mendapatkannya, tapi apa yang ditawarkannya sangat lah tinggi. Ini harga gila!”
Bahkan seseorang langsung mengirimkan pesan pada bos besarnya mengenai hasil lelang ini melalui ponsel mereka, lewat pesan singkat.
“Bos, seorang pria muda mendapatkan topeng emas dengan berlian itu. Dia menawarnya dengan harga gila. Enam ratus juta.”
Tidak beberapa lama kemudian, dia mendapatkan balasan dari bos besarnya.
“Apa? Mengapa kamu tidak menawarnya dengan harga yang lebih tinggi? Benda itu lama semakin lama akan menjadi sangat berharga. Hanya enam ratus juta saja itu tidak masalah. Sekarang dapatkan barang itu bagaimana pun caranya!”
“Baik, Bos. Akan saya lakukan!” balasnya pada bos besar. Ia terdiam sejenak, pikirannya tak bisa tenang. Ia hanya bisa berharap pria muda itu mau menukarnya dengan uang yang lebih banyak.
Sha yang berhasil memenangkan lelang itu segera pergi ke belakang, dia ditemani oleh seorang perempuan yang sebagai karyawan di perusahaan desainer ini. Perempuan berpakaian rapi itu menunjukkan sebuah ruang di mana ia akan bertemu dengan Sofie dan menyelesaikan pelelangan ini. Perempuan itu membuka pintu dan mempertemukannya dengan Sofie.
Sha duduk di sofa berhadapan dengan Sofie.
__ADS_1
“Silahkan duduk, dengan siapa saya bertemu? Tuan muda, siapa namamu?” ucap Sofie menyapanya dengan ramah.
“Nona cantik, nama saya Sha. Saya mendapatkan undangan yang tidak begitu menarik, tetapi desain barang yang kamu miliki sangat bagus. Saya akan menyelesaikan transaksi ini untukmu. Saya tidak membawa uang, karena jumlahnya sangat besar jadi saya hanya membawa cek. Apa bisa dengan cek?”
“Oh ya tidak masalah, itu lebih bagus dan aman.”
Kemudian Sha mengeluarkan cek dari saku mantelnya, ia mulai menuliskan jumlah uangnya yakni enam ratus juta, lalu menandatangani cek itu dan menyerahkannya pada Sofie.
“Seperti itu kan?” tanya Sha sembari tersenyum manis pada Sofie.
“Ya, ini benar” jawab Sofie mengambil cek dari Sha dan memeriksa angkanya.
“Sofie, saya rasa barangnya sangat mahal. Bisakah nona membantu saya?”
“Membantu? Apa yang bisa saya bantu untukmu?”
“Saya takut membawa pulang barang itu, bisakah saya titipkan padamu sebentar.”
“Oh begitu, ya itu tidak masalah. Kapan kamu akan mengambilnya?”
“Beberapa hari saja. Sofie, bisakah saya meminta nomor ponsel pribadimu? Saya mendapatkan nomor perusahaan di brosur. Ah, ya jangan salah paham dulu. Saya hanya ingin memastikan langsung barang yang saya titipkan ini dalam keadaan aman.”
Sha memberikan ponselnya pada Sofie agar Sofie mengetik nomor ponselnya sendiri.
“Ya saya mengerti maksudmu, tidak masalah. Saya akan memberikannya padamu” ucap Sofie yang kemudian memberikan nomor ponselnya pada Sha. Setelah itu Sofie mengembalikan ponsel milik Sha.
Sha mengambil ponsel dari tangan Sofie. “Nona Sofie, saya dengar kamu memiliki tunangan. Tunanganmu tidak akan cemburu hanya karena hal ini kan?” tanya Sha.
“Oh, tentu saja tidak. Dia tidak akan cemburu, lagi pula ini bisnis bukan urusan pribadi.”
“Ya kamu benar sekali!” jawab Sha sembari tersenyum.
Tidak lama perbincangan itu, orang yang dibicarakan pun datang mendekat. Pria itu datang dengan wajah santai. Dia mendekati Sofie dan duduk di sampingnya. Sha pun segera meninggalkan ruangan ini. Ia tidak mau mencari masalah di depan Romeo, tetapi ia merasa dirinya telah berhasil mendekati Sofie.
Sha pun memutuskan untuk kembali ke pesta, ia mengambil minuman dari pelayan yang melintas membawa minuman. Lalu Sha mengamati tugas rekannya yang lain. Lady Dandelion mengambil gambar kedekatan Zhia dengan Seto Briand, dan Zhia yang sedang menggoda Seto Briand. Sha tersenyum manis, rencana ini berjalan dengan lancar
__ADS_1