Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 302


__ADS_3

Di lantai bawah, pesta megah itu terus berlangsung yang perlahan- lahan orang -orang pergi meninggalkan pesta. Ada yang pergi ke diskotik untuk menghibur diri, kembali ke kamar hotelnya dan pulang. Pesta itu telah selesai, dan petugas kebersihan mulai membersihkan tempat itu.


Larut malam, kami semua berkumpul di kamar. Zhia adalah orang yang datang terakhir. Dia lah yang kami tunggu. Ia datang dengan wajah tersenyum manis. Kami semua berkumpul di ruang tamu dan mulai menceritakan apa yang terjadi.


“Ya sepertinya Zhia sudah datang. Bagaimana dengan dirimu, Zhia? Kami menunggumu loh!” ucapku.


“Hah, ya ampun. Ini menyenangkan sekali. Dan pria itu sangat bodoh!” Jawab Zhia sembari duduk di sofa.


“Hem, benarkah? Apa yang kamu lakukan?” tanyaku penasaran.


“Oh ya ampun! Apa kamu tidak tahu apa yang baru saja dia lakukan?” sambung Lady Dandelion.


“Apa?” tanyaku penasaran.


“Ya tentu saja membuat pelajaran berharga untuknya!” jawab Lady Dandelion sembari tersenyum yang kemudian Zhia pun ikut tersenyum.


Aku tidak mengerti tetapi tampaknya ini hal baik. Aku tidak melanjutkan perbincangan ini. Aku pun bertanya hal lain, “Bagaimana dengan Sofie? Apa kamu berhasil menggodanya, Sha?.”

__ADS_1


“Ya, sepertinya. Tetapi setidaknya aku menaruh sedikit lubang kecil. Ya aku hanya perlu melanjutkan rencana ini.”


“Ya baguslah kalau begitu. Aku ingin kamu merebut Sofie dari Romeo, apapun yang terjadi. Sofie harus menjauhi Romeo!. Aku rasa Sofie adalah gadis yang baik, aku tidak ingin dia menjadi korban berikutnya. Ah ya, soal rencana kita yang lain nanti kita bicarakan.”


“Ya baiklah, aku akan menunggu perintah selanjutnya.”


“Alecia, kamu sudah mendapatkan nomor ponselnya kan? Kamu hubungi dia, Lady Dandelion akan membantumu. Jadi dekat-dekat lah dengan Lady, semua rencana sudah kukatakan padanya.”


“Ya baiklah akan kulakukan!” jawab Alecia ragu-ragu. Alecia  tidak ingin menyakakiti perasaan Romeo. Alecia tidak ingin menghancurkan hidup pria itu, di dalam dirinya masih ada cinta pada pria itu.


“Bagus! Kalau begitu misi kita berakhir hari ini, besok kita lanjutkan. Kita istirahat dulu. Lady Dandelion, kamu jaga Alecia ya? Aku, Sha dan Zhia pergi dulu. Besok pagi kami akan kembali, atau secepatnya.”


“Kamu akan pergi kemana?” tanya Alecia.


“Ya, aku harus mengurus sesuatu yang penting. Sha baru saja melelang sesuatu yang berharga jadi kami harus mengurus barangnya. Kami harus menyiapkan uangnya kan?” ucapku sembari melihat ke arah Sha dengan memberi syarat tersenyum.


Sha mengerti apa yang aku katakan, ia pun segera berucap, “Ya benar, kami harus mengurus biayanya. Kamu jangan khawatir, Lady Dandelion akan menjagamu, dia tidak akan membiarkanmu terluka sedikit pun,” mencoba menyakinkan Alecia.

__ADS_1


“Ya baiklah, tapi aku ingin ikut. Aku tidak mau disini? Bagaimana kalau dia mengetahui keberadaanku disini?”


“Apa yang kamu katakan? Itu tidak mungkin. Dia tidak akan pernah tahu soal ini, kamu dan Lady Dandelion disini juga harus belajar menggunakan dua kristal itu.”


Dengan gugup dan memberanikan diri Alecia mengatakan sesuatu yang sejak tadi di tahannya, ia berucap “Sebenarnya kalian mencuri kristal klan vampir kan? Kalian ingin menghancurkan klan vampir kan? Aku...aku tidak akan membiarkan itu terjadi!.” Alecia mengatakan itu dengan suara lancang.


Sha, Zhia dan Lady hanya diam saja. Mereka menyembunyikan kekesalan pada Alecia. Setelah mendengar apa yang dikatakan Alecia, spontan aku langsung berdiri dan mengangkat sedikit tanganku ke atas, lalu menarik napas panjang.


Sementara itu Sha, pria yang tenang dan dingin itu telah mengepalkan tangannya begitu mendengar Alecia berucap lancang di depan nona muda. Sha ingin sekali menghajar Alecia tetapi ia menahannya karena nona muda telah memberi isyarat untuk tetap tenang.


Aku pun melihat ke arah Alecia yang duduk di depanku. Aku tidak akan menunjukan sisi gelapku di depan matanya sekarang, aku tersenyum manis dan aku mengerti dirinya adalah orang yang pernah ada di klan vampir tapi itu dulu. Mungkin Alecia masih sangat mengingat kehidupannya di klan vampir yang begitu nyaman atau sesuatu telah terjadi padanya saat aku mengirimnya kembali Buniv.


“Alecia, apakah itu perlu aku jawab?” ucapku kembali duduk di sofa.


“Ya tentu saja! Apakah kamu orang yang ingin menghancurkan klan vampir? Kenapa kamu lakukan itu? Klan vampir saat ini pasti dalam kesusahan. Mereka tidak mempunyai perlindungan jika kamu mengambil kristal klan vampir!”


“Hah, ya ampun! Ternyata kamu tahu banyak ya soal kristal klan vampir itu? Apakah kamu tahu dari mana kristal itu berasal?”

__ADS_1


Alecia yang mendapat jawaban seperti itu pun terdiam, ia menundukan sedikit kepalanya. Ia sendiri tidak tahu dari mana asal kristal klan vampir itu, Alecia hanya mengetahui manfaat kristal itu bagi klan vampir sendiri.


__ADS_2