Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 92 Burung hantu pembawa pesan


__ADS_3

Kuhabiskan waktuku bersama Aira, setelah berendam di kolam. Naik ketepian dan mengenakan pakaian. Keluar dari air terjun bersamanya. Lalu kembali ke istana, makan malam bersamanya. Tapi


entah mengapa aku teringat dengan Tagao.


Ketika cahaya bulan datang mengantikan matahari, aku tak lagi bersama suamiku itu. Dia sibuk dalam ruang


kerjanya bersama para penyihir dan wolf. Entah apa yang mereka bicarakan tapi aku mengetahui jika penyihir telah menghianatiku. Kubaringkan tubuhku dikasur empuk, melihat langit-langit yang tak lama kemudian tertidur.


***


            Di ruang kerja, Aira sedang


mengadakan rapat. Duduk di kursi sambil melihat ke depan. Salah satu penyihir


berucap“ Aira, kami sangat senang atas kemenangan ini. Lihat lah kekuasan ini


begitu besar”.


“ Bukankah


ini impian kita dulu, impian para wolf dan penyihir” jawab Aira.


“ Ada kabar


buruk tuanku, Tagao menyerang beberapa wilayah kita bersama pasukannya mereka


akan merebut tempat ini”


“ Jika


begitu persiapkan diri kalian untuk kembali berperang, serang mereka diam-diam


dimalam hari ketika mereka semua tertidur. Bunuh Tagao, aku tak ingin melihat


dirinya lagi. Dan aku tidak ingin istriku berpaling dariku hanya kerena melihat


vampire itu”


“ Baik


tuanku”


Kemudian


Aira berjalan keluar ruang kerja, dan mereka juga kembali ketempat


masing-masing. Aira melangkah masuk kekamar, melihat istrinya telah tertidur


dengan pulas. Berbaring disamping, mengarahkan tubuh ke arah Aresha tidur.


Mengelus-elus rambut Aresha.


***


            Aku merasa ada seseorang mengelus


rambutku, kubuka mataku dan melihat Aira disamping. “ Sayang, kamu sudah


selesai…..”ucapku.


“ Sudah,


kamu tertidur menungguku ya?”


“ Ya, dan


aku merasa sangat lelah. Kamu mau tidur?”


“ Ya”


“ Ayo


berbaringlah, mendekatlah”, kupeluk erat tubuhnya dan memejamkan mata.


Sebenarnya perasaanku sangat berat menerima Aira menjadi suamiku. Bukan hanya


karena dia sama seperti Tagao tapi dia lebih dari Tagao. Awalnya aku


menerimanya tapi setelah mengetahui dia lebih dari Tagao, hatiku mulai terasa


sakit. Dia tak pernah cerita padaku atas apa yang dia lakukan. Hingga malam


semakin larut, barulah diriku benar-benar tertidur.


***


            Tagao kembali menyerang dimalam hari


bersama pasukannya. Tagao berhasil mengambil alih kekuasaan Aira, wilayah peri


dan vampire. Kini Tagao hanya perlu merencanakan rencana besar untuk menyerang


dan merebut kembali wilayahnya dari wolf dan penyihir. Dalam terangnya sinar


bulan, vampire semakin berkuasa dan haus darah. Usai menyerang, Tagao kembali


mencari mangsa. Tagao seperti musuh dalam selimut manusia dimalam hari.


***

__ADS_1


            Berjalan ditaman sendirian,


menghirup segarnya angin pagi. Embun pagi masih membasahi bunga-bunga di taman


bahkan bangku pun masih basah. “ Kamu sekarang dimana? Apa kamu masih ada?


Sebenarnya aku membencimu tapi aku tak bisa melupakanmu. Semoga kamu baik-baik


saja ya” ucapku.


            Sementara itu Aira berada di


singgasana.


“ Tuan,


Tagao telah merebut wilayah peri dan vampire. Kita harus cepat bergerak”


“ Dia sudah


berani rupanya, kirimkan dia pesan untuk menyerahkan tahtanya padaku jika tidak


dia akan menangung akibatnya. Aku harap dia segera membalas pesan ini”


“ Baik


tuanku”. Kemudian surat itu ditulis dan dikirimkan melalui burung hantu.


***


            Diriku tak sengaja melihat burung


hantu terbang membawa pesan, “ Ini kesempatan baik untukku” gumanku segera


pergi meninggalkan istana menyusul kepergian burung hantu itu. Aku terus


berlari hingga masuk ke hutan. Langkahku terhenti ketika gaun yang aku kenakan


tersangkut kayu, kulihat burung hantu semakin terbang jauh. Kutarik-tarik


hingga sobek, kini aku bisa kembali berlari tapi sayang aku telah kehilangan


jejak burung hantu. “ Hah….sial! Sekarang kemana aku harus pergi? Tapi alangkah


baiknya jika aku menyingkirkan penyihir jahat itu lebih dulu” gumanku. Lalu


kupejamkan mata dan berucap “ Dengarlah bumi dan langit, aku Putri Aresha. Aku


mengutuk para penyihir yang sudah berkhianat, mereka tak akan memiliki kekuatan


apapun, mereka yang berkhianat dan membantu wolf”. Langit mulai menghitam,


Jangan harap kalian sepas dari kutukan ini, kalian tak akan memiliki apapun


lagi” ucapku.


            Seperti badai akan datang yang


mereka lihat di istana. Para penyihir mulai ketakutan namun wolf tidak. Melihat


para penyihir ketakutan dan bersembunyi, Aira bertanya “ Ada apa? Mengapa


kalian takut dengan badai itu?”.


“ Tuan, itu


bukan badai melainkan kutukan untuk kami. Kalian melihatnya adalah badai tapi


kami melihatnya adalah moster besar yang akan menelan kami hidup-hidup”


“ Tenanglah,


pasukanku akan melindungi kalian. Hey, kalian ayo cepat lindungi para penyihir


kita” perintah Aira. Dengan cepat pasukannya melindungi para penyihir dengan


senjata dan keberanian. Ketika badai itu datang dan tepat di atas kepala. Para


penyihir semakin ketakutan, beberapa menit kemudian badai itu pergi dan


menghilang tanpa melukai siapapun.


“ Kalian


semua baik-baik saja?” tanya Aira.


“ Ya baik


tuanku!” jawab para penyihir serentak.


***


            Kulihat dari kejauhan badai itu


telah melewati istana tempat wolf dan penyihir penghianat itu berada. “ Kalian


semua akan sangat baik setelah badai itu menghilang dan jadilah santapan para


vampire. Bukankah itu awal yang bagus?” ucapku. Kemudian aku kembali berjalan

__ADS_1


ke istana. Dalam setiap langkahku, pikiranku kembali pada Tagao. “ Uh, kamu


dimana? Apa yang terjadi padamu? Kupikir kamu adalah pria yang buruk tapi


ternyata ada yang lebih buruk lagi sifatnya padaku. Semoga saja kamu kembali


merebut kekuasaanmu ini. Aku tak sanggup jika kekuasaan ini jatuh di tangan Aira,


kasihan rakyat harus mengorbankan ternaknya untuk wolf dan anak mereka untuk


penyihir”.


            Setiba di istana aku disambut oleh


suamiku, dia nampak mencemaskan diriku yang pergi tanpa pamit padanya.


“ Kamu pergi


kemana saja, sayang?”


“ Aira,


maafkan aku pergi tanpa pamit denganmu apa lagi aku tak mengajakmu. Aku hanya


ingin jalan sendirian, aku pergi ke sungai”


“ Sayang,


kamu tak boleh pergi sendirian. Apa lagi perginya ke sungai, itu berbahaya.


Bagaimana kalau kamu jatuh dan tenggelam. Aku tak mau kehilangan kamu”


“ Ya baiklah


lain kali aku juga akan mengajak kamu, aku mau bicara sama kamu tapi tidak


ditempat ini”, lalu aku berjalan bersama Aira masuk kekamar. Kututup pintunya


lalu duduk dikasur.


“ Aira,


bisakah kamu berhenti mengorbankan anak kecil untuk persembahan pada penyihir?


Kamu seorang raja, kamu harus membuat rakyat merasa aman, tentram dan sejahtera


bukan sebaliknya”


“ Aku memang


seorang raja, apapun yang aku inginkan akan selalu dituruti oleh mereka”


“ Tapi bukan


raja yang selalu menuruti keinginannya sendiri”


***


            Di istana peri, Tagao sedang melihat


jauh wilayahnya kadang juga melihat ke langit. Matahari semakin menenggelamkan


dirinya dan kegelapan datang. “ Aku akan segera datang Aresha, aku akan


membawamu kembali padaku dan menyingkirkan wolf. Ya semua wolf dan penyihir itu


secepatnya” ucap Tagao. Di luar istana para vampire berlarian mencari mangsa


dikegelapan, siap menyerang siapa saja. Tiba-tiba burung hantu menjatuhkan


surat tepat di depan Tagao, lalu terbang jauh. Tagao mengambil surat dan


membacanya. “ Aku tidak mau menyakiti siapapun dan tak mau sampai ada korban


jatuh. Jadi dengan ramah hati aku memberikan kesempatan untukmu, untuk


menyerahkan wilayahmu padaku. Jika tidak, berarti kamu telah memilih perang


denganku. Aku harap kamu segera membalas pesan ini segera, jika lambat jangan


salahkan aku jika aku lebih dulu menyerang. Wolf”.


            “ Heh, jangan pikir aku akan


menyerahkan begitu saja. Siapa takut untuk perang denganmu, kamu hanya wolf.


Para budak peri dan vampire” ucap Tagao. Lalu Tagao mendekati seorang laki-laki


dan berucap “ Kumpulkan semua pasukan, bersiap-siaplah untuk perang melawan


wolf. Haus darah kalian akan segera berakhir”. Lalu Tagao pergi untuk berburu.


Seorang laki-laki itu mulai mengumpulkan pasukan dan berucap didepan mereka, “


Dengar semuanya, kita akan berperang! Kita akan melawan wolf dan penyihir, jadi


persiapkan diri kita untuk kemenangan”. Kemudian mereka berteriak


sekeras-kerasnya, lalu membubarkan diri kembali mencari mangsa dan menjaga

__ADS_1


wilayah kekuasaan.


__ADS_2