
“Maaf, maafkan saya. Saya tidak akan membiarkan itu terjadi lagi. Tuan Ethan boleh pergi, saya akan mengurus perusahaan ini dengan baik”
“Ya baguslah kalau begitu, dan jangan pernah libatkan masalah pribadimu ke perusahaan ini atau bahkan biasa ada sekretaris yang bertingkah seperti ini! Atau tidak ada ampun baginya, pecat dia!”
Ayah Ethan semakin terkejut, ia tidak bisa melakukan apa- apa. Ia bukan lah ayah kandungnya, dan dirinya yang sebenarnya hanyalah bawahan Tuan Ethan saja.
Aku yang melihat itu kini telah tahu semuanya, aku kembali mengubah cermin itu menjadi cermin biasa. Aku tersenyum manis dan berucap “Ya sepertinya ada yang berbohong nih! Ya ampun, aku harus membalasnya bagaimana ya?” berusaha berpikir jernih sembari berjalan duduk di kasur.
Tiba- tiba gengangan pintu bergerak, seseorang mencoba membuka pintu dari luar. Pintu terbuka bersamaan dengan ucapan “Aku pulang!” ucap Xia sembari menutup pintunya kembali.
Aku yang mendengar itu hanya melihatnya dengan tatapan biasa saja, ia pun segera menuju kamarnya sendiri. Xia meletakan tas miliknya di meja belajar, lalu duduk di kasurnya.
“Aresha, ada apa? Apa ada masalah? Kamu tadi bilang bersama Ethan kan? Apakah Ethan yang kita temui itu?” tanya Xia padaku.
Dengan wajah datar dan pikiran yang terus mencari cara untuk membalas perbuatan Ethan, aku menoleh ke arah Xia. Aku tidak menjawabnya, dan terus memikirkan membalas perbuatan Ethan.
Dalam pikiranku, aku memikirkan “Ya ampun, bagaimana cara membalasnya? Ethan yang menyebalkan! Beraninya dia menipuku. Sebenarnya apa yang dia mau sih? Aku sama sekali ngak ada salah dengannya. Dia menyebalkan! Berani- beraninya dia membuatku jadi seperti ini. Pemimpin kegelapan yang menyebalkan! Pokoknya aku kesal- kesal!!!!.”
Tiba- tiba Xia berucap dengan suara kesalnya, “Woi! Dengar gak sih apa yang aku ngomongin?.”
__ADS_1
Mendengar suara Xia yang galak itu membuatku tertegun dalam lamunan, aku segera menoleh ke arahnya lalu menjawab “Ya, ada apa?”
Xia yang mendengar jawaban seperti itu ia pun semakin kesal, “Aaarkkh! Kamu memang.... ya ampun! Baiklah- baiklah, kita mulai dari awal lagi” jawab Xia sembari menarik napas panjang.
“Ya terserah kamu saja, bagaimana jalan- jalanmu bersama pacarmu itu?”
Mendapat pertanyaan seperti itu, Xia tersenyum manis. Kekesalannya langsung hilang seketika membahas soal pria itu, ya seperti itu lah perempuan yang sedang jatuh cinta semua amarahnya hilang begitu membahas pria yang dia cintai.
Xia kembali duduk di kasurnya, ia melihat ke langit- langit bercat putih bersih.
“Ya begitulah, kamu kemana saja? Mengapa sampai bertemu Ethan? Apa dia memperlakukanmu dengan baik?”
“Em... aku tidak akan menjawabnya dulu, bagaimana denganmu?”
Aku langsung terkejut, “A-aapa? Apa yang kamu katakan?!” ucapku spontan langsung mengeluarkan kemampuanku sebagai pengendali air dan siap menyerang Xia.
Xia ketakutan, ia pun segera meminta maaf dan berucap “Maaf, maafkan aku? Aku cuman bercanda! Kamu bisa menceritakan masalahnya padaku, jadi kenapa kamu bersamanya?”
Mendengar Xia meminta maaf, aku segera mengembalikan diriku ke semula. Aku kembali duduk di kasur dan mulai bercerita.
__ADS_1
“Saat aku pergi, aku hendak ditabrak oleh mobil dan Ethan menyelamatkanku. Aku pikir dia pria mesum, ternyata dia menyelamatkanku dengan kemampuannya hingga aku tidak bisa melihat apa yang dia lakukan. Aku emosi dan menggigit lehernya. Dia terluka. Tapi dia membohongiku. Dia ingin aku mengobati lukanya, dan aku memang telah berjanji padanya akan bertanggung jawab. Tapi dia berbohong padaku. Itu menyebalkan!”
“Ya ampun, jangan khawatir. Aku akan membantumu membalasnya.”
“Ya tapi ini bukan masalahmu, mana mungkin aku bisa melibatkanmu dalam masalah seperti ini. Oh iya, jalan- jalanmu apa benar baik- baik saja?”
“Ya tentu saja, kamu tenang saja semuanya berjalan dengan baik. Nanti malam ujian ability magie kan? Apa kamu sudah menyiapkan dirimu dengan baik?”
“Ya tentu, aku sudah menyiapkan diriku!”
“Ya maksudku pakaianmu juga? Kamu punya pakaian untuk seni bela diri kan? Aku pikir semua orang akan berpenampilan layaknya ksatria dan peri malam ini!”
“Oh benarkah?”
“Ya tentu saja, seperti dulu!”
“Oh ya ampun, aku tidak memiliki pakaian seperti itu. Apakah seperti ini tidak apa- apa?”
“Hah, apa kamu yakin berpakaian biasa ini? Ini mudah sobek, dan tentu saja menghambat pergerakan kita. Musuh dapat dengan mudah melukai kita, aku tidak akan setuju denganmu jika kita satu tim. Tapi jangan khawatir, aku membelikanmu pakaian peri loh!” ucap Xia sembari berjalan mendekati kopernya dan mengeluarkan pakaian peri berwarna merah dengan putih. Lalu Xia berjalan mendekatiku, dan ia memberikan pakaian itu padaku.
__ADS_1
^^ Thanks for reading, leave a trail with comments, shares and likes. Please promote in this chapter, please don't reply to comments because I can't find it fast. if there is free time, I will stop by. I like you.