Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 223


__ADS_3

“Hello, Violin?” ucap Gisel sembari tertawa kecil.


Hani pun tertawa kecil, seolah- olah Violin yang sedang melamun itu adalah hal yang lucu bagi mereka berdua.


Violin pun tertegun dari lamunannya, ia melihat dua tangan sahabatnya yang terus melambaikan tangan di hadapannya.


“Ah, ya ada apa?” tanya Violin dengan suara pelan.


“Eh, sudah sadar ya? Kamu lagi mikirin apa sih?” tanya Hani.


“Ya, aku memikirkan bagaimana cara membangun pembangunan lapangan ini. Ya katakan saja mudah sekali untuk membangunnya dengan fondasi yang dulu. Mudah di hancurkan. Kita memiliki banyak elemen, jika hanya membuatnya dengan tanah, batu semen itu sama saja seperti fondasi yang dulu. Orang- orang jahat itu akan sangat mudah menghancurkan lapangan. Jika di buat dengan elemen juga tidak akan bisa. Angin, air, api, dan tanah tidak akan bisa membuat sebuah lapangan yang bagus” jelas Violin.


“Oh jadi begitu. Ya ucapanmu ada benarnya. Tapi tidak perlu khawatir, Roman pasti bisa mengatasi masalah ini!” Ucap Akira sembari mendekati Gisel.


“Ya aku harap begitu!” ucap Violin.


Sementara itu di lain tempat,


Sebuah cermin telah memperlihatkan keadaan semua orang di dunia Glasland. Mereka semua sedang menyusun rencana membangun lapangan ujian ability magie.

__ADS_1


Seseorang mengenakan jubah telah melihat semua itu, ia tersenyum manis.


“Yah, sepertinya kalian akan membangunnya kembali. Tapi sebelum itu aku akan membuat kejutan untuk kalian semua. Ya aku harap kejutannya akan sangat menarik!” senyumnya yang kemudian menyentuh cermin. Cermin yang memperlihatkan semua anggota pengawas Buniv, VA dan Akademi Yexio itu menghilang.


Orang itu pun merubah dirinya menjadi puluhan kelopak bunga bunga mawar yang terbang di bawa oleh angin.


Glasland


Sebelum matahari terbit, semua orang berupaya mencari jalan pembangunan tempat ujian ability magie.


Bertukar pendapat dengan anggota lain dari VA maupun Akademi Yexiao. Tidak ada bahan elemen lain yang bisa di gunakan untuk pembangunan lapangan ujian ability magie selain elemen tanah, air, udara, dan api serta bantuan dari klan hybird, dan penguasa kegelapan. Keputusan pun akhirnya di dapatkan, ya jalan satu- satunya adalah membangun lapangan ujian ability magie seperti biasa dan mengadakan pengawasan yang lebih ketat.


Semua orang yang terlibat sepakat untuk membangun lapangan kembali, dan bergantian menjaga tempat ini agar tidak ada orang yang berniat menghancurkannya lagi.


Asrama, kamar Alecia.


Dirinya melihat ke cermin persegi kotak. Cermin biasa itu berubah menjadi cermin ajaib yang menghubungkanny dengan Lady Dandelion.


“Alecia, aku akan menghubungkanmu dengan Glasland. Misimu adalah mencari tahu apa yang mereka lakukan”

__ADS_1


“Baik, Lady Dandelion” jawab Alecia.


Kemudian cermin itu tidak lagi memperlihatkan Lady Dandelion tetapi memperlihatkan mereka yang sedang membangun lapangan ujian ability magie. Alecia  pun segera masuk ke cermin itu yang membawanya ke Glasland.


Cahaya putih menampakan diri yang membawa Alecia tiba di Glasland tidak jauh dari keberadaan mereka yang diberi tugas untuk membangun kembali lapangan ujian ability magie.


Alecia bersembunyi di belakang pohon besar, ia memperhatikan semua orang yang ada disini.


VA dan pengawas dari Akademi Yexiao membangun kembali lapangan itu dengan empat elemen dan bantuan dari klan hybird serta penguasa kegalapan. Mereka saling membantu dan bekerjasama untuk membangun tempat itu.


Mereka dari klan tanah mulai membangun tempat ini dengan baik, lalu klan pengendali air, dan angin menghiasai tempat itu. Pengendali api membuat dan penguasa kegelapan mewarnai tempat duduk menjadi berbeda dari tempat lainnya. Lalu hybird menorehkan nama setiap klan di papan yang terbuat dari tanah.


Violin tidak sengaja melihat kanan dan kiri, ia melihat jauh tempat ini. Dirinya tidak sengaja melihat seorang perempuan yang sedang mengamati mereka dari kejauhan. Orang itu memiliki wajah yang sama seperti dirinya. Ia dibuat seakan- akan tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Wajah orang itu mirip sekali dengannya.


“A-apa? Apakah itu Alecia? Alecia? Alecia ada disini?” tanya Violin dalam hatinya. Violin pun berjalan mendekati gadis yang dilihatnya sangat mirip dengan Alecia itu.


Alecia yang bersembunyi di balik pohon merasa dirinya telah di ketahui keberadaannya pun segera berpindah tempat. Ia segera menjadi kelelawar dan terbang menjauh dari tempat itu. Alecia mengamati mereka dari tempat yang lebih tinggi.


Violin berhasil tiba di tempat dimana ia melihat gadis yang mirip dengan Alecia itu. Tapi begitu ia melihat ke balik pohon, dirinya tidak menemukan siapa- siapa disana.

__ADS_1


“Hah, kok disini ngak ada siapa- siapa? Bukannya tadi aku melihat disini ada seseorang yang mirip dengan Alecia ya? Apa mungkin itu dia? Jika dia, mungkin saja di sudah pergi karna melihatku. Tapi....” ucap Violin.


Hani yang melihat Violin mendekati pohon, ia pun berteriak “Violin!” panggilnya yang kemudian menggunakan kemampuannya sebagai bagaian dari klan vampir, secepatnya dia menghampiri Violin dan berucap “sedang apa?”.


__ADS_2