Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 326 Bertemu Kembali


__ADS_3

Perlahan-lahan arunika datang memberikan cahaya dan menghapus sihir yang menyelimuti kastil. Mereka semua terbebas. Bukan karena kedatangan matahari mereka terbebas, melainkan sihir itu memang sengaja di hapus. Mereka semua terbangun dan melihat sesuatu yang berbeda. Tanaman rambat menyelimuti kasil dan mereka tidur tidak ditempatnya, lalu di tambah dengan mimpi buruk yang mengerikan dihantui oleh masa lalu dengan cerita yang terus terulang.


Akademi Yexiao.


Kedatanganku bersama Alecia di akademi Yexiao, menuju ruang kepala sekolah akademi Yexiao. Kedatangan kami berdua disambut baik olehnya namun mendapat tatapan aneh dari orang-orang. Kami berdua melihat mereka yang gagal dan kembali kemari bahkan diriku, aku melihat Violin bersama Roman.


“Hai, sedang apa mereka disini?” tanya Violin.


“Entahlah, mungkin saja ada urusan dengan kepala akademi!” jawab Roman yang mengingat gadis itu, ia mengingat kenangan lama bersama Alecia sebelum semuanya hancur.


Saat diriku berjalan bersama Alecia, Alecia kadang-kadang memperhatikan Roman. Apa yang di lakukan Alecia membuatku tidak habis pikir, entah apa yang dipikirkan gadis ini tapi aku tahu ia tidak akan bisa bersama Roman lagi sekarang dan semuanya berubah karna seorang gadis.


“Alecia! Berhentilah menatap yang bukan takdirmu. Lupakan Roman ataupun Romeo, lupakan masa lalumu. Sekarang kamu harus bersikap menjadi dirimu lagi. Jika kamu tetap seperti ini, aku yakin semuanya akan lebih buruk dan gadis yang ada dimasa lalumu sudah pasti akan merebutnya lagi darimu. Kamu tahu kenapa?”


Dengan suara pelan Alecia bertanya, “Kenapa?”


“Karna tidak seharusnya gadis itu merebut kehidupan seseorang, suatu saat nanti kamu akan mengerti kenapa. Meski orang lain menyakiti dan membuangmu, bukan berarti orang itu membencimu. Pasti ada sebuah alasan yang harus diperbaiki.”


“Kita akan menemui siapa lagi hari ini?”


“Seseorang yang sangat penting dan apapun yang aku katakan, kamu harus setuju!”


“Mengapa aku tidak bersama Lady saja?”


“Lady punya urusan yang lebih penting!”


Tidak lama kemudian, kami tiba di ruang kepala Akademi Yexiao. Sepanjang perjalanan ini mereka yang mengenal Alecia memperhatikan dirinya. Tetapi aku tidak akan mengatakan gadis ini adalah Alecia, aku tidak akan mengatakan yang sebenarnya pada siapapun dari masa lalunya kecuali pada orang yang memang harus tahu.


Kedatangan kami berdua disambut oleh kepala akademi Yexiao. Kepala Akademi Yexiao ingin sekali memeluk Alecia, tetapi aku menggelengkan kepala bermaksud untuk tidak menyentujui tindakannya. Kami pun dipersilahkan duduk di sofa. Kepala Akademi Yexiao terus memperhatikan Alecia.


Alecia yang mendapat tatapan itu merasa tidak enak disini, ia mendekatiku memegang erat tanganku.


Aku tersenyum dan berucap, “Kamu membuat adik perempuanku takut!” ucapku.

__ADS_1


Kepala akademi Yexiao tersneyum, ia tertawa kecil yang membuat Alecia semakin menakutinya. Alecia pikir dirinya dalam bahaya sekarang. Ia tidak menyadari yang sebenarnya, dibalik tawa pria ini ada luka yang sangat dalam dan air mata yang ditahannya hingga saat ini.


“Hahaha...maaf, maaf! Begini jadi kalian berdua akan memberitahu kami tentang penyihir matahari? Bekerja untuk kami?” ucap kepala akademi Yexiao.


“Ya, tentu saja. Aku akan membantumu menyelesaikan masalah ini. Jadi apakah akau harus menyembutmu sebagai kepala akademi Yexiao?”


“Oh tidak, panggil saja aku dengan nama Chinsinsi...” ucap kepala akademi Yexiao yang mengizinkan kami memanggilnya dengan nama itu.


“Chinsinsi, ini adalah Alecia. Ia adalah anak dari adik ayahku bisa disebut keponakan, selama aku disini untuk membantu menemukan kristal yang hilang semua orang harus mematuhiku termasuk pemimpin klan dan Alecia akan selalu ikut bersamaku!” pintaku dengan senyum manis.


“Ya tentu saja, pemimpin klan pasti setuju dengan permintaanmu ini....” ucap Chinsinsi yang terpotong ucapannya karena ponselnya berbunyi, ia segera menerima panggilan itu. Panggilan dari ketua klan pengendali air. Ia pun segera permisi, berbicara di telpon menjauhi kami. Aku yakin itu adalah telpon yang penting.


“Alecia, bersikaplah baik saat ini. Ia bukan pria yang jahat dan lagi pula mana ada pria jahat seperti dia!” ucapku.


“Tapi ia menatapku....aku merasa aneh!” jawab Alecia.


“Lebih aneh lagi jika kamu tidak menurut perintah dariku, kita baru saja tiba disini dan kamu melakukan dua kesalahan. Jangan pernah melihat masa lalumu itu, atau aku akan membuatmu lebih menderita!” ancamku menatapnya.


“Maaf, maafkan aku. Aku belum bisa melupakan semuanya, dan karena kehadiran gadis itu hidupku hancur berantakan!”


“Jika sudah tahu kenapa harus melihat kebelakang lagi? Memang kamu tidak punya masa depan yang cerah ya?” ucapku.


“Aku tidak punya siapa-siapa, aku ingin kembali pada ayahku tetapi aku sangat malu dan mereka tidak akan menerimaku....”jawabnya menundukan kepala dan diam-diam menyeka air matanya yang hampir jatuh ke pipi.


Aku menggelengkan kepala, tersenyum sinis dan melihat ke depan seraya berucap “Hanya orang bodoh yang melakukan kejahatan seperti ini. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di depan dan sikap angkuhmu dan keras kepala itu menghancurkan semuanya kan? Kamu tahu apa yang terjadi jika sejak awal kamu tetap bersikap baik?”


Alecia menggelengkan kepala.


“Hal yang sama juga akan terjadi, sebenarnya kamu tidak lah jahat. Kamu hanya gadis polos yang mencintai seseorang secara berlebihan. Cinta itu membuat kamu buta dan menyakiti dirimu sendiri.”


Tidak lama kemudian, Chinsinsi kembali bersamaan dengan kedatangan Alika dan Roman. Tanpa disangka Violin menyapaku.


“Hai, apakah kamu adalah Aresha?” sapanya padaku.

__ADS_1


Aku tersenyum, dan menjawab “Ya benar!”


“Oh, kamu dengan siapa?”


“Ya perkenalkan ini Alecia, ia adalah keponakanku dari jauh” ucapku memperkenalkan Alecia.


Alecia pun berjabat tangan dengan Violin.


“Violin”


“Alecia”


Lalu mereka melepaskan jabat tangan.


“Namamu sama dengan.....teman dekat Roman dulu ya!”


“Hah?” ucap Alecia dengan ekspresi bingung. Ia membuang semuanya, ia tidak akan membawa masa lalu lagi seperti yang kuminta.


“Ya, teman dekat Roman. Apakah itu kamu?”


“Aku? Siapa Roman?”


Violin pun merangkul tangan Roman hingga mereka terlihat sangat dekat, Violin berharap gadis ini cemburu akan kedekatannya.


“Ini adalah Roman, ia tunanganku!”


Alecia tersenyum dan berucap “Wah, jika begitu selamat ya?” sembari mengulurkan tangan tetapi Violin menyikapinya dengan cuek hingga Alecia menarik tangannya lagi.


Saat itulah kepala akademi Yexiao menengahi perbincangan ini, ia berucap “Aresha, kita sudah di tunggu oleh pemimpin yang lain.”


“Ya baiklah. Alecia, ayo kita pergi?” ajakku.


Lalu aku dan Alecia pergi tanpa mempedulikan Violin dan Roman. Kami pergi bersama kepala Akademi Yexiao. Seketika kami pergi, Roman dan Violin juga mendapatkan telpon. Mereka berdua bergegas pergi ke tempat pertemuan.

__ADS_1


__ADS_2