Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 257


__ADS_3

Aku tersenyum dan menganggukan kepala sebagai tanda aku telah mengetahui semuanya.


“Ya seperti itulah, seperti dugaanmu. Untuk itulah kepala Akademi Yexiao mengubah ujian ability magie menjadi misi pencarian dua kristal yang hilang. Salah satunya adalah kristal pelindung. Kristal itu harus cepat ditemukan untuk memulihkan keadaan yang sedikit kacau ini.”


“Ya, aku harap semua orang bisa menemukan kristal pelindung itu dan memulihkan keadaan ini.”


Saat aku dan Ethan berbincang, aku melihat empat gadis yang penah menaruh janji padaku untuk tidak kembali ke Akademi Yexiao kembali menginjakkan kaki meraka disini. Mereka benar- benar telah mengkhianati janji mereka sendiri, dan itu sangat mengganggu diriku.


Ethan melihat pandanganku yang tertuju pada ke empat gadis yang melangkahkan kaki memasuki Akademi Yexiao.


“Ada apa? Mereka itu adalah putri- putri dari orang penting dari berbagai klan. Apa kamu punya masalah dengan mereka?” tanya Ethan padaku.

__ADS_1


Aku tersenyum manis, dan membuat seolah- olah tidak ada masalah diantara aku dan ke empat gadis itu. Aku pun menjawab, “Tidak, tidak ada masalah. Hanya saja mereka terlihat cantik ya? Mereka juga tampaknya orang yang sangat penting disini ya!”


“Ya itu benar, mereka diminta kepala Akademi Yexiao untuk datang kemari dan membantu menyelesaikan masalah ini. Itu juga atas persetujuan ketua klan. Mereka itu orang yang cukup kuat, tapi sayangnya mereka memiliki sifat sombong”


“Oh begitu ya! Tidak masalah, aku yakin dengan bantuan dari mereka dua kristal yang hilang itu pasti dapat ditemukan dengan cepat”


“Ya, kuharap begitu!”


“Ya baiklah Ethan, sampai jumpa lagi ya?”


“Ya tentu” jawabku yang kemudian segera berjalan menuju mobil yang telah menunggu. Aku pun segera masuk ke dalam mobil, duduk di kursi belakang. Perlahan- lahan mobil ini mulai berjalan dan meninggalkan Akademi Yexiao.

__ADS_1


Sementara itu keberadaan Ethan, dia terus memperhatikan kepergian mobil itu. Mobil yang membawa Aresha pergi. Ia tak bisa tersenyum manis sekarang, gadis itu benar- benar pergi. Tetapi beruntungnya Ethan, dirinya telah mendapatkan nomor ponsel gadis itu lagi. Ethan rasa, gadis itu akan mengganti nomor ponselnya dengan nomor yang baru setelah masalah ini. Itu jelas terlihat dari perbedaan nomor ponsel yang diberikan oleh Aresha.


“Ya sepertinya untuk membuktikan apa yang dikatakan oleh Nyonya penjaga perpusatakaan itu sangat sulit, tetapi aku akan berjuang untuk mendapatkanmu. Hah, ya ampun! Aku benar- benar terasa bodoh di dekatmu. Aku pikir kita tidak akan bertemu lagi, tapi ternyata kamu melakukan reinkarnasi. Semoga saja kamu tidak melupakanku. Nyonya penjaga perpustakaan memang cerdik, dia berhasil membuktikan apa yang diramalkannya untukku. Ya, aku pikir- pikir aku tidak perlu membunuh siapapun lagi. Aku hanya perlu mendapatkan hatimu lagi, ya kan Aresha?” ucapnya sembari melihat mobil Aresha yang perlahan- lahan tak lagi terlihat olehnya.


Sementara itu keberadaan Aresha, berada di dalam mobil menuju sebuah tempat. Mobil ini terus melaju entah kemana, tetapi tampaknya pengemudinya telah memiliki tempat tujuan yang harus dituju olehnya.


“Nona muda....” panggil seorang perempuan yang duduk di kursi depan samping pengemudi. Perempuan itu mengenakan pakaian serba putih, dia lebih suka memakai mantel. Dia sebenarnya adalah Zhia Lotus.


“Ya, sudah mendapatkannya kan? Sekarang hanya perlu menunggu waktu. Kita tidak bisa melakukannya di saat seperti ini. Tunggu lah waktunya tiba nanti, saat bintang bintang, bumi dan alam semesta sejajar. Kita akan melakukannya, dan siapkan gadis itu juga.”


“Ya baiklah Nona muda. Apakah Nona muda yakin akan membawa gadis itu juga?”

__ADS_1


“Ya tentu, kalian semua juga akan ikut. Tetapi sebelum itu terjadi, aku yakin mereka akan mengejar kita. Sebaiknya persiapkan diri kalian untuk sebuah serangan balasan. Mereka akan merebutnya lagi dari kita. Aku mendengar ke empat gadis yang menaruh taruhan padaku telah kembali ke Akademi Yexiao. Kalian lihat kan?”


“Ya tentu Nona muda!”


__ADS_2