Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 25


__ADS_3

Detik-detik dalam hitungan mundur matahari tenggelam dengan cepat. Kini aku benar-benar dalam kegelapan dan membuatku takut, bahkan membuatku merinding dengan


ketakutan vampir yang dibangkitkan Alecia akan datang dan membunuhku. Aku semakin takut akan gelap, dan ingin pergi dari sini. Tetapi tiba-tiba saat


berdiri seseorang menerkam tubuhku dengan cepat hingga aku tak dapat bergerak, ada pohon besar di belakangku dan didepanku orang itu.


 


 


“Hai, bagaimana kabarmu? Kau takut?”, orang itu bicara padaku dengan suara yang kukenal,


 


 


“Roman? Apa kau itu?’,


 


 


“Ya aku, bagaimana kau bisa lupa denganku?”,


 


 


“Aku tidak lupa”,


 


 


“Benarkah? Kau mau pergi kemana? Bukankah kau janji akan makan malam denganku?”,


 


 


“Tapi sekarang kita tak di restoran”,


 


 


“Bagaimana kalau itu kuganti dengan berkencan denganmu?’,


 


 


“Hah, kencan?”,


 


 


“Ya jika kau mau, menemani aku malam ini dan akan ku antar pulang kau nanti”,


 


 


“ Tapi aku dalam masalah sekarang, ini bukan waktu yang tepat untuk berkencan denganmu”,


 


 


“Masalah? Aku bisa menyelesaikannya untukmu, sekarang aku ingin berkencan denganmu”,


 


 


“Menyebalkannya, mudah sekali kamu mengatakannya. Aku tidak yakin akan perkataanmu…..”,


 


 


Tiba-tiba Roman malah menempelkan jari tangannya pada bibirku hingga membuatku berhenti


bicara, “ Sssttt…Aku akan membuatmu mengingat diriku malam ini!”. Spontan dia langsung menciumku, menyatukan bibir merah itu dalam kegelapan sementara dia dapat melihat diriku yang tak dapat berbuat apa-apa. Tenang dan dingin. Seketika itu, aku ingat akan dirinya yang mencintaiku meski aku tahu cintanya


tak benar-benar mencintaiku dulu. Tapi apa kini ia benar-benar mencintaiku?. Memeluk erat dirinya dalam ciuman manis bibir merah. Aku terbuai dan mabuk


asmara olehnya. Dalam sebuah keajaiban, merubah diriku dan Roman menjadi kelelawar yang terbang dan pergi dari sana menuju apartemen Tanima.


 


 


***


 


 


Apartemen Tanima nomor 25 lantai 2, kamar Alika. Romeo menunggu kedatangan Alika dan bersembunyi dalam kegelapan. Dari kejauhan Romeo melihat sepasang kelelawar datang menuju kemari cepat kembali ke persembunyian.


 


 


*Alika


 


 


Aku tak


pernah berpikir akan kembali ke apartemen dengan cepat dalam pelukan pria ini, pria yang dingin. Aku sekarang telah berada di kamarku sendiri, ku lepaskan pelukan itu dan tersenyum manis padanya. “ Bagaimana kamu bisa lakukan ini?”,


 


 


“Itu mudah saja, aku sudah janji padamu kan untuk mengantarmu pulang?”,


 


 


“Ya”,


 


 


“Baiklah kalau begitu selamat malam, Alika”,


 


 


“Selamat malam Roman”, Roman merubah dirinya menjadi kelelawar dan terbang. Kututup jendela dan menyalakan lampu. Cahaya menerangi seisi kamar ini, aku melihat hal


aneh di langit-langit ada kelelawar menggantung tepat di bawah kasur. Aku berjalan naik ke kasur dan melihat ke atas. Kulihat kelelawar itu memiliki mata


merah darah dan bertaring. Begitu dia mengepakkan kedua sayapnya aku kaget dan jatuh ke kasur. Tubuhku terbaring, entah kenapa kelelawar itu terbang mendekatiku dan hinggap tempat di bawah dadaku. Aku panic dan ingin mengusirnya dengan kedua tanganku tetapi ia berubah menjadi seorang pria yang kukenal, Romeo.


 


 


Dia ada di depanku sekarang, memegang tangan kiriku dengan erat dan menutup mulutku.


 


 


“Jangan coba-coba berteriak! Atau aku akan membunuhmu”, Aku pun menurut dengan ancaman


Romeo. Begitu ia melepaskan tangannya, tangannya mulai memegang tangan kananku


dengan erat.


 


 


“Apa yang kamu mau? Dari mana kau datang?”,

__ADS_1


 


 


“Aku hanya ingin kau menjadi milikku”,


 


 


“Aku tidak bisa, kau milik Alecia”,


 


 


“Aku tidak mencintainya”,


 


 


“Tapi dia adalah wanita yang kau cari”,


 


 


"Dia bukan wanita yang kucari”,


 


 


“Darimana kau bisa tahu kalau bukan dia?”,


 


 


“Karena ramalan Rasi dan percakapannya dengan Martha”


 


 


“Bagaimana kalau mereka berdua bohong padamu agar kau tidak mendapatkan gadis itu?”,


 


 


“Mereka tak mungkin berbohong”,


 


 


“Benarkah? Sekarang maumu apa?”, Tiba-tiba pria itu menatapku tajam dengan senyuman manis menyimpan hasrat. Menahan tubuhku dengan tubuhnya, memegang erat kedua tanganku dan mencoba mencium bibirku. Tapi aku menggerakan kepala hingga ia tak dapatkan


itu. Ia tersenyum manis dan berucap “ Aku menyukaimu, aku akan melakukannya!”,


 


 


“Kau tak akan dapatkan, aku tidak mau membuatnya sedih. Mengapa kau tak selesaikan urusan itu dengan dulu dan jika telah selesai datanglah padaku, berkencan buta denganku!,”senyumku.


 


 


Ia Tersenyum dan mendapatkan bibir merah itu. Kehangatan dan kenikmatan sepanjang malam bersamanya meski aku tak mencintainya. Dia begitu menggoda hasratku, tubuhnya aku ingin memilikinya sekarang!


 


 


FlashBack….


 


 


 


 


“Apa kau meminta Alecia untuk membantunya menjadi dirimu?”,


 


 


“Ya Rasi, lakukan saja”,


 


 


“Baiklah”, seketika itu juga Rasi pergi menemui Alecia. Rasi memberi ide bagus. Secepatnya Rasi mengubah dirinya menjadi Roman dan Alecia berdandan seperti Alika. Lalu Rasi mengubah dirinya bersama Alecia menjadi kelelawar lalu pergi ke apartemen Tanima.


 


 


Apartemen Tanima nomor 25 lantai 2, kamar Alika. Romeo menunggu kedatangan Alika dan


bersembunyi dalam kegelapan. Dari kejauhan Romeo melihat sepasang kelelawar datang menuju kemari cepat kembali ke persembunyian.


 


 


***


 


 


Alecia (Alika)


 


 


Percintaan tiada hentinya mencintai dirinya, aku tak akan melepaskannya lagi dan tak akan membiarkan Alika merebut Romeo dariku. Bibir merah yang manis, tatapan


itu….belaian yang tak terlupakan seperti malam pertama pengantin dan aku akan memintanya segera menikahiku dengan bantuan Rasi tentunya.


 


 


***


 


 


Sementara itu di VA. Aku hanya diam dan tersenyum melihat pria itu melihatku. Duduk di sofa ini dengan waktu hampir setengah jam dengan tatapan dingin. Tak beberapa lama kemudian Rasi datang dan bergabung.


 


 


“Kudengar kalian berdua sejak tadi hanya menatap satu sama lain, ini sudah hampir setengah jam,”ucap Rasi,


 


 


“Aku tidak tahu harus berkata apa padanya. Rasi, bisakah kamu meramalku?”,


 


 


“Ya tentu saja, Al. Tidak masalah”, ku ulurkan tangan lalu Rasi memegang tanganku, ia mulai memejamkan mata. Beberapa saat kemudian Rasi mulai membuka matanya


kembali.


 


 

__ADS_1


“Ada masalah, kamu akan kembali terluka bukan dengan pilihanmu tetapi orang lain akan datang menyakitimu”,


 


 


“Ya, mungkin aku harus menghindari itu”,


 


 


“Aku juga mau diramal, bisakah kamu meramalkan diriku dengan Alika? Tentang hubungan kami,”ucap Roman,


 


 


“Huh, terserah katamu!”,


 


 


Roman mulai mengulurkan tangannya dan Rasi meramal. Rasi tersenyum manis ketika telah membuka matanya.


 


 


“Perjuanganmu tak akan sia-sia tapi kali ini harus melakukan lebih, tapi musuhmu masih ada didepan”,


 


 


“Ya, akan kuingat”,


 


 


“Alecia dan Romeo belum kembali, kemana mereka?”,


 


 


“Mereka pergi, aku tidak tahu kemana”jawab Rasi,


 


 


Aku menatap tajam Rasi, aku tahu dia menyembunyikan yang sebenarnya. Tapi ia hanya menanggapinya dengan tersenyum manis.


 


 


“ Hah, lakukan yang seharusnya tetapi jangan sampai apa yang tak ingin kudengar terjadi. Aku mau menemui Erega, kau ikut Roman?,”ajakku.


 


 


“Boleh”,


 


 


Kemudian aku pergi bersama Roman ke kastil drakula menemui Erega. Berjalan dalam kegelapan bersama Roman membuatku takut, bukan karena gelap tapi dia ini adalah vampir yang mungkin saja saat ini dia punya nafsu untuk memangsamu dalam kegelapan. Berbekal senter, menerangi jalan kecil.


 


 


“Kau takut kegelapan ya, Al?”,


 


 


“Tidak”


 


 


“Lalu kenapa kau gugup?”,


 


 


“Aku tidak gugup”,


 


 


“Jangan bohong!”,


 


 


“Aku tidak bohong”,


 


 


“Tapi aku mendengar hatimu yang takut, tenang saja aku tidak akan menyakitimu”, tiba-tiba terdengar suara langkah cepat, Roman pun mulai merasakan kehadiran


seseorang di belakang dan depan kami. Bersiap siaga.


 


 


“Berlindung di belakangku!”, kulakukan perintahnya karena aku juga merasakan kehadiran orang


itu. Angin yang semua tak sedingin ini mendadak menjadi dingin. Aku pun mengarahkan cahaya senter ke arah yang aku rasa ada orangnya. Saat itu aku tak


sengaja tepat mengenai orang itu, kulihat dia seperti vampir dengan mata merah darah. Lalu ia pergi dengan cepat.


 


 


“Apa yang barusan itu, Roman?”,


 


 


“Aku rasa vampir”,


 


 


“Astaga, ini gawat! Aku tidak mau mati disini dan bersamamu”,


 


 


“Hey, kenapa kau begitu? Kan bagus jika kau bersamaku. Lagi pula siapa yang mau mati disini”,


 


 


“Lalu kita gimana? Gak mungkin bisa lolos dalam kepungan mereka”,


 


 


“Heh, diamlah. Ayo naik ke punggungku,”ucap Roman menurunkan tubuhnya. Secepatnya aku


naik ke punggungnya lalu Roman berlari cepat menuju kastil drakula. Saat itulah aku merasakan mereka mengejar kami dengan cepat. Tapi Roman tak mau berhenti hingga akhirnya sampai di depan kastil. Roman menurunkanku sambil berucap “ Cepat masuk ke kastil, aku akan mengurus mereka.”

__ADS_1


__ADS_2