Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 74


__ADS_3

Ya aku membiarkan Alika mendapatkan kebahagiannya


lagi. Aku tidak akan mungkin menghalanginya hanya karna Roman memilih


kehidupanku, tetapi aku memang tidak mencintainya jadi untuk apa menghalangi


mereka.


Aku memiliki kehidupan sendiri, dan aku akan


memberikan apapun untuk bertemu dan membuat bahagia kembaranku itu. Ya Alika adalah


penyihir biru sementara aku adalah penyihir merah. Ya, kami bagaikan bulan dan


matahari. Aku sangat senang bisa bertemu dan membuat Alika kembali ke dunia


ini.


Ya, dia lah yang membuat hidupku kacau beberapa


hari ini. Aku bahkan tidak merasa bahwa diriku telah di gigit oleh vampir, ya


itu memang bukan diriku tetapi saat itu Alika mengambil alih hidupku. Ya dia


meminjam raga ini tetapi ia tidak akan melakukan hal bodoh untuk diriku.


Ya kadang yang memang melakukan hal bodoh, seperti membuatku


terjebak dengan Ethan. Apapun yang ada di beberapa hari yang lalu, itu adalah


tingkah Alika. Semuanya karna Alika, ia meminjam separuh ragaku hanya untuk


dekat dengan Roman dan dekat dengan Ethan.


Alika melakukan itu bukan tanpa sebab, aku yakin ia


memiliki alasan mengapa mendekati dua pria yang sama – sama dari klan vampir.


Aku pun terus berjalan dan berjalan di kegalapan,


entah aku akan pergi kemana. Tetapi aku akan tetap berjalan dan memulai


kehidupanku kembali. Aku tidak akan lupa pada keluarga itu yang telah merawat


dan membesarkanku hingga seperti ini. Sekarang aku hanya bisa berharap semuanya


akan di urus baik oleh Alika yang menjadi diriku.


Aku akan menjadi orang lain mulai dari sekarang. Ya

__ADS_1


aku harap Alika dapat memulai hidupnya bersama Roman dan aku bisa memulai


hidupku lagi.


Berjalan dan terus berjalan, pergi meninggalkan


kota ini. Tetapi tanpa di duga sebuah mobil menghalangi jalanku. Mobil itu


segera berhenti, dan siapa sangka orang yang ada di mobil itu segera turun. Mereka


adalah Gisel dan Hani. Mereka datang bersama kekasih mereka.


“Violin!” panggil Gisel padaku. Spontan ia langsung


memeluk erat diriku.


Hani yang melihat Gisel memeluk erat diriku pun


berucap “Kamu akan pergi kemana? Mengapa tidak memberitahu kami?”


Gisel melepas pelukannya padaku, aku pun menjawab “Maaf,


aku bukannya tidak mau memberitahu kalian. Tapi aku tidak sempat. Kalian sedang


apa kemari?”


“Uh, ya tentu saja mencarimu. Kamu pergi, Alika


Aku pun tersenyum manis, “Alika memberitahu kalian.


Aku harap kalian mau menjaganya untukku. Aku harus pergi sekarang”


“Kamu, kamu akan pergi kemana?”


“Aku ingin mencari kehidupanku kembali, kalian


disini saja. Semuanya sudah aman, dan kalian juga sudah saling menerima satu


sama lain. Aku tidak memiliki hak untuk melarang siapapun untuk bahagia”


“Jika nanti kami merindukan kamu, kami harus pergi


kemana?”


“Kirimkan saja kelelawar padaku, aku pasti akan


menerimanya. Para vampire biasa melakukan itu untuk menemukan targetnya. Nanti kalian


akan segera menemukanku dengan itu”

__ADS_1


“Ya baiklah, aku harap kamu menjaga dirimu baik-


baik”


“Ya tantu, jangan khawatir”


Kemudian kami saling berpelukan dan melepaskan


pelukan. Aku kembali berjalan di kegelapan meninggalkan kota ini. Berjalan kaki


tanpa lelah meninggalkan kota.


Hani dan Gisel menatap kepergian sahabatnya itu,


air mata segera membasahi pipi mereka.


“Aku tidak akan bisa menemukan sahabat seperti dia


lagi. Dia gadis yang tidak mudah menyerah”


“Ya, sekarang semuanya hanya akan tinggal kenangan!


Jangan terlalu sedih, dia pasti bisa menjaga dirinya dan akan menemukan


kehidupannya kembali”


Mereka pun segera pergi meninggalkan tempat itu,


mereka kembali ke pesta ulang tahun perusahaan Vampir Love.


Keberadaan Violin.


Berjalan dalam kegalapan dan tersenyum manis,


kadang berjalan dan mulai tak terlihat. Berjalan bagai hantu di malam hari. Angin


yang berhembus menerpa dedaunan dan menjatuhkan daun tua ke tanah.


Berjalan melayang di udara, dan tersenyum manis. Perlahan-


lahan diriku menghilang di bawah cahaya bulan.


Ingatan kehidupan itu menjadi kenangan terindah


dalam hidupku. Menghilang bersamaan angin berhembus di bawah cahaya bulan.


“Selamat tinggal Alika!”.


 

__ADS_1


 


__ADS_2