Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 152


__ADS_3

“Kenapa dia juga ikut berdiri? Ih, dasar Xia! Dia


memang pembawa sial, lihat saja tingkahnya! Dia bahkan membawa murid baru itu


dalam masalah!”


“Ya begitulah, sebaiknya kita juga harus


menjauhinya! Jika tidak, kita akan mengalami nasib yang sama sepertinya!”


“Ya benar, aku tidak ingin berteman dengannya!”


“Ya, dia tidak hanya pembawa sial. Tetapi juga


lemah!”


“Ya, dia memang lebah! Hah, aku tidak ingin satu


kelompok dengannya saat ability magie nanti!”


“Ya aku juga!”


Sementara itu disisi lain, di gedung asrama yang


sama.


Sekelompok anak perempuan dengan penampilannya yang


imut dan cantik memperhatikan Xia dan anak baru dari beranda asrama lantai tiga.


“Hah, apa kau yakin dengan begitu dia akan pergi?”


“Hey tenang saja, ini baru permulaan!”


“Hah, bagaimana dengan anak baru itu?”


“Jika dia tidak lemah, mungkin dia bisa bertahan di


Akademi Yexiao!”


“Bagaimana dia juga sama seperti gadis lemah itu?”


“Dia akan keluar!”


Keberadaan Aresha.


Berdiri di samping Xia dengan terik panas matahari


yang semakin lama terasa semakin panas.


“Xia?!”


“Ya ada apa?”


“Apa kamu baik- baik saja?”


“Ya tentu, aku baik- baik saja. Kenapa?”


“Aku..... kenapa semua orang membencimu disini? Apa


kamu telah melakukan kesalahan besar?”


“Entahlah, aku tidak tahu tapi aku pikir karna


diriku lemah! Semua orang membenciku karna aku selalu gagal dalam ujian ability

__ADS_1


magie!” ucapnya dengan wajah sedih.


“Ah, apa yang kamu katakan? Itu tidak benar! Aku


akan membantumu untuk lulus ujian ability magie. Kamu berlatih lah dengan


keras, aku akan mengajarimu apa yang bisa aku lakukan dengan sihirku! Elemen


air”


“Benarkah? Sungguh?” ucapnya dengan mata berbinar-


binar penuh harap padaku.


Aku tersenym manis dan menjawab “Ya tentu, jika


kamu bersedia!”


“Ya tentu aku bersedia, aku akan berlatih keras dan


mempelajari apa yang kamu ajarkan padamu. Jadi, aku menyebutmu apa? Guru?”


“Tidak, tetap panggil aku Aresha! Kita adalah


teman, dan aku akan membantumu”


“Ya, terima kasih!”


“Tidak masalah!”


Hingga menjelang sore, perlahan- lahan matahari


mulai tenggelam menyisakan twilight yang indah. Burung- burung berkicau merdu,


dan kegelapan segera datang mengisi seluruh negeri ini. Kekuatan dengan


mengisi Akademi Yexiao ini bersama klan lainnya. Bahkan klan hybird, mereka


tidak segan- segan memperlihatkan sosol asli mereka yang memiliki sayap berbulu


itu. Klan wolf yang berlari dengan cepat. Klan vampir yang berjalan dengan


eloknya, sementara kami klan biasa hanya berjalan layaknya manusia. Ya tidak


semua orang suka pamer di Akademi Yexiao ini.


Aku dan Xia berjalan bersamaan menuju ruang kelas.


Saat kami melintasi beberapa orang disini, kami berdua tidak sengaja mendengar


ocehan mereka.


“Kudengar kita akan mendapatkan pengawas yang


bagus! Ya ada tamu istimewa di ujian nanti. Kalian tahu siapa?”


“Siapa? Katakan siapa?!”


“Tuan Ethan, dia akan datang!”


“Benarkah? Sungguh? Pria tampan itu akan menjadi


pengawas kita?”


“Ya tentu saja! Aku sungguh- sungguh!. Kita akan

__ADS_1


mengadakan ujian ability magie seperti biasa di dunia Glasland, ya tapi di Buniv!”


“Oh, ya aku penasaran siapa yang akan menjadi juara


utama kali ini?!”


“Ya, aku juga penasaran siapa yang paling cepat di


eliminasi!”


“Menurutmu siapa?”


“Aku bisa menebaknya, sudah pasti Xia!”


“Hah, kamu masih ingat ya sama anak itu? Dia bahkan


tidak bisa menghindari serangan yang lemah!”


“Ya, tentu saja! Dia yang paling lemah”


“Hahaha.... eh tapi Violin kan yang terkuat, kira-


kira siapa lawannya kali ini ya?”


“Oh itu, entahlah semua orang kuat disini kecuali


Xia. Tapi jika Violin kalah maka posisinya sebagai ratu terkuat di Akademi


Yexiao ini akan pudar kan?”


“Em....”


“Kau tahu tidak soal Ethan?”


“Tuan Ethan?”


“Ya, ada apa dengannya?”


“Dia tampan!”


“Ya ampun, kupikir ada apa!”


Kulanjutkan langkahku bersama Xia menuju ruang


kelas. Begitu tiba di kelas, aku dan Xia mendapat tatapan tajam dari teman-


teman. Mereka tampak tidak menyukai kehadiran kami disini. Aku yang duduk di


dekat Xia pun mulai merasa tidak nyaman. Keanehan selalu saja terjadi jika di


dekat gadis ini, ia seperti habis- habisan di benci oleh teman satu Akademi


Yexiao ini.


“Xia, aku keluar dulu ya?”


“Mau kemana?”


“Aku ingin mencari udara segar!”


“Oh, ya silahkan!”


Setelah meminta ijin pergi, aku segera keluar


meninggalkan ruang kelas. Sebelum jam masuk pelajaran pertama malam ini. Aku pun

__ADS_1


menyempatkan diri untuk mengelilingi Akademi Yexiao ini seorang diri.


__ADS_2