
“Kenapa dia juga ikut berdiri? Ih, dasar Xia! Dia
memang pembawa sial, lihat saja tingkahnya! Dia bahkan membawa murid baru itu
dalam masalah!”
“Ya begitulah, sebaiknya kita juga harus
menjauhinya! Jika tidak, kita akan mengalami nasib yang sama sepertinya!”
“Ya benar, aku tidak ingin berteman dengannya!”
“Ya, dia tidak hanya pembawa sial. Tetapi juga
lemah!”
“Ya, dia memang lebah! Hah, aku tidak ingin satu
kelompok dengannya saat ability magie nanti!”
“Ya aku juga!”
Sementara itu disisi lain, di gedung asrama yang
sama.
Sekelompok anak perempuan dengan penampilannya yang
imut dan cantik memperhatikan Xia dan anak baru dari beranda asrama lantai tiga.
“Hah, apa kau yakin dengan begitu dia akan pergi?”
“Hey tenang saja, ini baru permulaan!”
“Hah, bagaimana dengan anak baru itu?”
“Jika dia tidak lemah, mungkin dia bisa bertahan di
Akademi Yexiao!”
“Bagaimana dia juga sama seperti gadis lemah itu?”
“Dia akan keluar!”
Keberadaan Aresha.
Berdiri di samping Xia dengan terik panas matahari
yang semakin lama terasa semakin panas.
“Xia?!”
“Ya ada apa?”
“Apa kamu baik- baik saja?”
“Ya tentu, aku baik- baik saja. Kenapa?”
“Aku..... kenapa semua orang membencimu disini? Apa
kamu telah melakukan kesalahan besar?”
“Entahlah, aku tidak tahu tapi aku pikir karna
diriku lemah! Semua orang membenciku karna aku selalu gagal dalam ujian ability
__ADS_1
magie!” ucapnya dengan wajah sedih.
“Ah, apa yang kamu katakan? Itu tidak benar! Aku
akan membantumu untuk lulus ujian ability magie. Kamu berlatih lah dengan
keras, aku akan mengajarimu apa yang bisa aku lakukan dengan sihirku! Elemen
air”
“Benarkah? Sungguh?” ucapnya dengan mata berbinar-
binar penuh harap padaku.
Aku tersenym manis dan menjawab “Ya tentu, jika
kamu bersedia!”
“Ya tentu aku bersedia, aku akan berlatih keras dan
mempelajari apa yang kamu ajarkan padamu. Jadi, aku menyebutmu apa? Guru?”
“Tidak, tetap panggil aku Aresha! Kita adalah
teman, dan aku akan membantumu”
“Ya, terima kasih!”
“Tidak masalah!”
Hingga menjelang sore, perlahan- lahan matahari
mulai tenggelam menyisakan twilight yang indah. Burung- burung berkicau merdu,
dan kegelapan segera datang mengisi seluruh negeri ini. Kekuatan dengan
mengisi Akademi Yexiao ini bersama klan lainnya. Bahkan klan hybird, mereka
tidak segan- segan memperlihatkan sosol asli mereka yang memiliki sayap berbulu
itu. Klan wolf yang berlari dengan cepat. Klan vampir yang berjalan dengan
eloknya, sementara kami klan biasa hanya berjalan layaknya manusia. Ya tidak
semua orang suka pamer di Akademi Yexiao ini.
Aku dan Xia berjalan bersamaan menuju ruang kelas.
Saat kami melintasi beberapa orang disini, kami berdua tidak sengaja mendengar
ocehan mereka.
“Kudengar kita akan mendapatkan pengawas yang
bagus! Ya ada tamu istimewa di ujian nanti. Kalian tahu siapa?”
“Siapa? Katakan siapa?!”
“Tuan Ethan, dia akan datang!”
“Benarkah? Sungguh? Pria tampan itu akan menjadi
pengawas kita?”
“Ya tentu saja! Aku sungguh- sungguh!. Kita akan
__ADS_1
mengadakan ujian ability magie seperti biasa di dunia Glasland, ya tapi di Buniv!”
“Oh, ya aku penasaran siapa yang akan menjadi juara
utama kali ini?!”
“Ya, aku juga penasaran siapa yang paling cepat di
eliminasi!”
“Menurutmu siapa?”
“Aku bisa menebaknya, sudah pasti Xia!”
“Hah, kamu masih ingat ya sama anak itu? Dia bahkan
tidak bisa menghindari serangan yang lemah!”
“Ya, tentu saja! Dia yang paling lemah”
“Hahaha.... eh tapi Violin kan yang terkuat, kira-
kira siapa lawannya kali ini ya?”
“Oh itu, entahlah semua orang kuat disini kecuali
Xia. Tapi jika Violin kalah maka posisinya sebagai ratu terkuat di Akademi
Yexiao ini akan pudar kan?”
“Em....”
“Kau tahu tidak soal Ethan?”
“Tuan Ethan?”
“Ya, ada apa dengannya?”
“Dia tampan!”
“Ya ampun, kupikir ada apa!”
Kulanjutkan langkahku bersama Xia menuju ruang
kelas. Begitu tiba di kelas, aku dan Xia mendapat tatapan tajam dari teman-
teman. Mereka tampak tidak menyukai kehadiran kami disini. Aku yang duduk di
dekat Xia pun mulai merasa tidak nyaman. Keanehan selalu saja terjadi jika di
dekat gadis ini, ia seperti habis- habisan di benci oleh teman satu Akademi
Yexiao ini.
“Xia, aku keluar dulu ya?”
“Mau kemana?”
“Aku ingin mencari udara segar!”
“Oh, ya silahkan!”
Setelah meminta ijin pergi, aku segera keluar
meninggalkan ruang kelas. Sebelum jam masuk pelajaran pertama malam ini. Aku pun
__ADS_1
menyempatkan diri untuk mengelilingi Akademi Yexiao ini seorang diri.