
Pertandingan kali ini adalah pertandingan perkelompok atau kelas, itu artinya diriku juga ikut terpanggil. Kelas dengan elemen air dan tanah pun segera menuju tengah lapangan. Beberapa guru telah berada di sana siap untuk memberi intruksi dan nilai. Aku dan Xia juga ikut terpanggil. Tak terduga olehku, kupikir perjanjian untuk tidak lagi mengusik Xia dan diriku berakhir di taruhan itu tetapi Yunba dan Micy masih mengikuti ujian ability magie ini. Mereka berdua telah mengingkari janji mereka sendiri, dan itu sangat menyebalkan.
Aku berdiri di samping Xia, sebaris dengan kelas pengendali elemen air. Lalu seseorang di depan kami memberikan intruksi.
“Dengarkan baik- baik, ini adalah intruksi untuk kalian semua. Kalian harus mampu mengendalikan air dan tanah, untuk masing- masing elemen yang kalian kuasai. Kendalikan dari garis tepat di depan kalian itu dan lakukan serangan hingga tepat mengenai papan sasaran.Kalian yang berhasil menyerangnya sampai menghancurkan papan itu adalah yang memiliki nilai terbaik. Serangan kalian sampai ke papan serangan adalah sepanjang 2 meter, lakukan dalam bunyi pluit!” ucap Ibu Oshaberry memberikan intruksi kepada kami semua.
Aku merasa Xia sedikit melirik ke arahku, aku juga merasakan sesuatu yang lain jikalau ia ingin bicara padaku. Sementara Micy dan Yunba, kedua gadis itu tampak tersenyum manis. Mereka sudah menduga, gadis yang membuat taruhan dengan mereka akan marah besar hari ini dan mereka telah menantikan kemarahan itu hari ini.
Tidak lama kemudian, perintah mengambil aba- aba di teriakan oleh guru dan panitia lainnya. Kami pun secepatnya mengambil aba- aba untuk siap mengendalikan air dari ember tepat di depan kami. Ember berisi air ini lah yang akan kami gunakan untuk menyerang papan sasaran.
Hitungan mundur pun di mulai. Satu, dua, dan tiga, pluit pun di bunyikan hingga kami bergegas menyerang papan sasaran. Namun, ember di depan diriku. Ember itu tidak lagi terisi penuh air sebelum aku mengendalikannya. Airnya mendadak menghilang, aku tidak memiliki kesempatan untuk menyerang.
__ADS_1
Dalam hitungan detik, suara kehancuran papan sasaran berkeping- keping terus terdengar di telinga. Semua orang berhasil melewati tahap ujian pertama ini, kecuali diriku yang tidak menyerang papan sasaran itu.
Semua orang mempertanyakan sikapku, bahkan Ibu Oshaberry pun mendektiku. Ia menanyakan mengapa aku tidak melakukannya, ia langsung melihat ember yang tidak lagi terisi air.
Ibu Oshaberry pun memeriksa ember itu dan melihat ember itu telah pecah. Ada seseorang yang berniat menggagalkan ujian pertama ini dan orang itu melakukannya dengan cara menghancurkan sela- sela ember dan menarik airnya keluar dengan cepat sehingga peserta ujian tidak bisa melanjutkan ujiannya atau lebih tepatnya peserta ujian telah gagal melewati ujian pertamanya.
Hitungan mundur pun di mulai. Satu, dua, dan tiga, pluit pun di bunyikan hingga kami bergegas menyerang papan sasaran. Namun, ember di depan diriku. Ember itu tidak lagi terisi penuh air sebelum aku mengendalikannya. Airnya mendadak menghilang, aku tidak memiliki kesempatan untuk menyerang.
Dalam hitungan detik, suara kehancuran papan sasaran berkeping- keping terus terdengar di telinga. Semua orang berhasil melewati tahap ujian pertama ini, kecuali diriku yang tidak menyerang papan sasaran itu.
Semua orang mempertanyakan sikapku, bahkan Ibu Oshaberry pun mendektiku. Ia menanyakan mengapa aku tidak melakukannya, ia langsung melihat ember yang tidak lagi terisi air.
__ADS_1
Ibu Oshaberry pun memeriksa ember itu dan melihat ember itu telah pecah. Ada seseorang yang berniat menggagalkan ujian pertama ini dan orang itu melakukannya dengan cara menghancurkan sela- sela ember dan menarik airnya keluar dengan cepat sehingga peserta ujian tidak bisa melanjutkan ujiannya atau lebih tepatnya peserta ujian telah gagal melewati ujian pertamanya.
Xia melihat kejadian ini, ia tidak bisa melakukan apapun. Tidak ada pengulangan ujian, dan tentu lah panitia atau bahkan guru juga tidak akan melakukan penilaian ulang karna sudah pasti jawabannya akan menjadi “Saya sudah memeriksa embernya, sebelumnya memang tidak ada yang cepah! Mungkin saja dia yang memecahkannya dengan pengendalian air, hingga membuatnya kehilangan airnya sendiri.” Jawaban yang sungguh ironis, dan jika pun memaksa itu hanya akan membuang waktu dan tenaga. Semua yang dikeluhkan pastilah harus di pertimbangkan oleh semua ketua klan, dan diriku tidak memiliki klan kemungkinan peluang untuk mengulangi ujian ini hanya ada di tahun depan.
Setelah ujian babak pertama atau ujian pertama selesai, kami dipersilahkan kembali ke tempat semula. Lalu peserta berikutnya pun di panggil dengan cara yang sama yakni dengan pengambilan undian lebih dulu yang di lakukan oleh ketua akademi dan klan.
Sementara itu di sisi lain, keberadaan Alecia.
Gadis itu dengan mudahnya masuk dan keluar dari dunia Glasland. Ia mengamati ujian ability magie ini dari kejauhan. Ia tidak perlu lari jika kehadirannya telah di ketahui oleh pengawas Akademi Yexiao atau pun VA. Ia hanya perlu menjelaskan kedatangannya dengan sedikit kebohongan.
Sisi lain tempat, pergerakan tak terduga telah terjadi. Mata- mata yang dikirimkan untuk mengambil kristal pelindung telah melaksanakan tugas mereka dengan hati- hati. Mereka semua tidak sendirian, pergerakan ini di lakukan serentak.
__ADS_1
Akademi Yexiao.
Suasana hening dan sepi itu sangat terlihat jelas di Akademi Yexiao ini. Pengawas Akademi Yexiao telah sibuk di Glasland. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bagi beberapa orang untuk menyelinap masuk ke Akademi Yexiao dan mencuri kristal pelindung. Sangat tidak mudah untuk mendapatkannya, tetapi mereka sudah mengetahui dimana kristal itu simpan dan hanya perlu kewaspadaan dalam mengambilnya dari tempat penyimpanan yang sangat rahasia.