
Alecia yang mendapat jawaban seperti itu pun terdiam, ia menundukan sedikit kepalanya. Ia sendiri tidak tahu dari mana asal kristal klan vampir itu, Alecia hanya mengetahui manfaat kristal itu bagi klan vampir sendiri.
“Tidak, aku tidak tahu. Tetapi tanpa kristal itu posisi klan vampir akan mudah diketahui oleh pemburu vampir. Para vampir tidak akan bisa berlindung, mereka semua akan mati!.”
“Ya itu benar, itulah yang aku inginkan!”
Alecia kaget, ia pun semakin menyangka hal buruk pada Aresha yang dikenalnya akan membantu dirinya terbebas dari kutukan yang diberikan Alika padanya.
“Apa? Jadi benar dugaanku, kamu memang ingin menghancurkan klan vampir. Tapi kenapa? Aku sudah melakukan semua yang kamu katakan, kenapa kamu menghancurkan klan vampir?” ucap Alecia dengan naga tinggi.
Hanya dia yang berani berkata seperti itu disini, hanya dia yang memberontak padaku. Aku tersenyum dan menyikapinya dengan tenang, meski sebenarnya aku ingin sekali menghabisi perempuan ini. Tetapi sesuatu yang berharga ada padanya, sesuatu yang menjadi tujuan utamaku.
“Bagaimana menjelaskannya ya? Aku sebenarnya tidak ingin menghancurkan klan vampir loh! Aku cuman ingin membereskan sebuah masalah yang tidak bisa aku maafkan. Apa kamu mengerti soal keluarga?”
“Ya, aku mengerti. Apakah sesuatu telah terjadi pada keluargamu sebelum kedatanganku? Aku tidak mengenalmu, Aresha! Aku bahkan tidak pernah melihatmu, dan mendengar tentangmu” jawabnya. Alecia sangat mengerti arti keluarga, keluarga adalah segalanya bagi hidupnya. Tapi keluarga impian itu telah hancur sekarang karena egoisan.
“Ya benar, dan masalahnya semakin sulit dimengerti tetapi aku harus membereskan ini semua. Oh ya, sebentar lagi gerhana bulan merah. Sebaiknya kamu persiapkan dan bereskan semuanya! Karena jika kamu tidak melakukan yang aku minta, kutukan itu akan berlaku seumur hidupmu loh, kutukan yang diberikan Alika itu akan menghancurkan hidupmu. Dan aku....aku tidak akan memaafkanmu jika kamu tidak melakukan apa yang aku minta. Aku melakukan semua ini demi kebaikan kita.”
“Tidak, aku tidak akan melakukan hal ini lagi! Aku berhenti!”
“Hah, bodoh! baiklah- baiklah, aku mengalah. Apa maumu?”
“Kembalikan kristal klan vampir pada ayahku!”
“Ayahmu? Siapa?”
__ADS_1
“Jimwa, dia adalah ayahku!”
“Hah, apakah dia benar- benar ayahmu? Dia bukan ayahmu!”
“Dia adalah ayahku!” ucap Alecia dengan membentakku.
“Ya ampun! Kamu benar- benar tidak tahu tentang keluargamu ya? Apa selama ini kamu hanya diam saja dan tidak mencari tahu soal keluargamu?”
Lagi, Alecia menundukan kepalanya ke bawah lalu melihat ke arahku dan menjawab “Ya, aku tidak mencari tahu dimana mereka. Ayahku mengatakan kalau ibuku sudah meninggal. Sekarang aku tidak punya siapa- siapa!.”
“Benarkah? Bagaimana dengan ayahmu? Kamu masih memiliki ayah kan?”
“Ayah? Aku tidak tahu! Tetapi aku tidak ingin bertemu dengan ayah.”
“Kenapa?”
“Apa buktinya jika ayahmu telah mencampakkan ibumu? Apa hanya karena ayahmu tidak mencari ibumu dan dirimu?”
Alecia terdiam sejenak, ia mencoba menenangkan dirinya dan menjawab “Ya benar! Ia sama saja seperti Romeo!.” Alecia menahan air matanya yang hampir jatuh ke pipi. Hatinya terluka mengingat keluarga.
“Hah, kamu jangan pernah menyamakan ayahmu dengan Romeo! Aku sangat tidak suka. Aku bisa membunuhmu kapan saja aku mau, tapi aku tidak mau melakukan itu! Kau tahu kenapa?”
Alecia menggelengkan kepala dan berucap, “Tidak, aku tidak tahu!”
“Suatu saat nanti kamu akan tahu, alasan mengapa aku tidak membunuhmu dan aku membantah ucapan pernyataanmu tentang ayahmu sendiri. Dan....dan aku tidak akan mengembalikan kristal klan vampir.”
__ADS_1
“Tidak, tidakkah kamu mengembalikan kristal klan vampir? Aku tidak masalah jika harus menerima kutukan ini seumur hidupku. Aku tidak ingin ayahku mendapat masalah, aku tidak ingin mereka terluka.”
“Ya aku mengerti perasaanmu, tetapi mereka akan tetap terluka karena itu sudah takdir mereka. Sha, Zhia, ayo kita pergi?!” ucapku mengakhiri perbincangan ini.
Sha dan Zhia pun berdiri, lalu kami bertiga pergi meninggalkan tempat ini. Kami harus menyelesaikan sesuatu yang juga termasuk dalam rencana ini.
Sembari berjalan menuju lift, Sha berucap “Kenapa tidak memberitahu dia saja? Dia akan melakukannya, jika kamu memberitahu yang sebenarnya!.”
“Oh, aku tidak akan melakukan hal itu. Bukan saatnya kita memberitahunya. Lady Dandelion akan melakukan sesuatu yang mengerikan jika dia tidak menurut!.”
“Tapi bagaimana kalau dia diam- diam mencoba menggagalkan rencana kita?” tanya Zhia.
“Jika itu terjadi, aku tidak segan- segan menghabisinya!” ucapku sembari masuk ke lift. Pintu lift telah terbuka, dan kami bertiga masuk ke dalamnya. Zhia menekan tombol lift, kami menuju lantai bawah.
Di dalam lift, kami membicarakan sesuatu.
“Lady mendapatkan gambar yang bagus. Kami berdua menjalankan misi dengan sangat baik. Jika boleh tahu, mau kamu apakan gambar itu, nona muda?” tanya Zhia padaku sembari tersenyum.
“Ya tentu saja melakukan sesuatu. Aku ingin dia benar- benar hancur!” jawabku sembari tersenyum.
Zhia tidak berkata apa-apa lagi setelah itu hingga mereka pergi meninggalkan hotel ini.
****
__ADS_1
Dear writers,
Thank you for your support, both comments, likes, rates and shares. Thank you also for keeping reading this story patiently.