
Hari ke-3 menuju malam terakhir tradisi gadis bunga mawar.
Kuhabiskan waktuku sendirian di kamar ini hingga menunggu malam datang dan malam ini adalah malam terakhir dari tradisi gadis bunga mawar. Aku pun sangat berharap Ethan melindungiku dari Eren dan Akira yang mengejar dua sahabatku ini.
Sekarang aku hanya menunggu waktu dan jika aku berhasil maka aku akan pergi ke taman dandelion untuk bertemu dengan seseorang yang akan membuatku kembali mengingat sebuah ingatan yang telah hilang.
Saat matahari mulai tenggelam dan malam telah datang. Eren dan Akira kembali mencari Violin. Entah kemana mereka harus mencari gadis itu, tak ada jejak dan tak ada aroma tubuhnya. Ini mengkesalkan dan menjengkelkan sekali bagi mereka berdua.
Roman tak tahu harus bagaimana lagi menghadapi sikap dua sahabat vampirenya dan Violin yang menghilang.
Pak Dir pun memberanikan diri setengah takut untuk bicara dengan Roman.
“Roman, perusahaan kita akan berulang tahun. Saya akan membuat pesta, apakah Tuan Roman akan datang?”
“Ya, tentu. Jika kamu berhasil membawa Violin ke hadapan saya atau ke pesta itu”
“Violin? Apakah ia putri dari Vioderina?”
“Ya benar, sayangnya saya telah kehilangan jejaknya. Saya tidak dapat menemukannya, bantu saya?”
“B-baik Tuan Roman”kemudian Pak Dir pergi, ia menuju ruangan kerjanya.
Ia mulai menghubungi Vioderina untuk menanyakan kesedian Violin untuk datang ke pesta nanti. Komunikasi lewat ponsel terhubung dengan Vioderina.
“Selamat malam, Vioderina. Maaf menganggumu malam-malam begini, saya ingin bicara denganmu. Apakah kamu sedang sibuk sekarang?”
“Malam Pak Dir, ada yang bisa saya bantu? Saya tidak sibuk”
“Begini Videorina, saya ingin mengundangmu sekeluarga datang ke pesta ulang tahun perusahaan yang dihadiri tamu-tamu penting perusahaan. Apakah kamu bisa datang dengan Violin?”
“Ya tentu, saya akan datang dengan Violin dan suami saya”
“Baiklah, nanti saya berikan undangannya padamu di kantor”
“Terima kasih Pak Dir, ini sebuah kehormatan besar bagi saya dan keluarga”
“Ya sama-sama”
Komunikasi terputus dan Pak Dir senang sekali, ia bisa mengundang Vioderina dan keluarganya. Maka kali ini Roman akan datang ke acara pesta besar. Tapi ia juga harus memastikan Violin datang.
Rumah Ethan,
Entah apa yang sedang dilakukan oleh pria itu di luar kamar ini yang jelas aku lebih suka mengurung diri di kamar ini hingga tradisi gadis bunga mawar selesai.
Tiba-tiba saja ponselku berdering, ya mama mengirim pesan padaku.
“Violin, kamu dimana? Mama mau ngajak kamu ke pesta ulang tahun tempat kerja mama. Kamu ikut kan?”
Lalu aku membalas pesan, “Ya akan kupikirkan Ma. Memang kapan?” dan mulai mengirim pesan.
__ADS_1
“Beberapa hari lagi, apa kamu bisa? Apa kamu masih marah sama mama? Mama harap kamu datang dan mendampingi mama”
Lalu aku membalas pesan, “Apa Briand juga ikut? Akan kupikirkan nanti” dan mulai mengirim pesan.
“Dia ayahmu, Violin. Sebut dia ayah bukan Briand!”
Lalu aku membalas pesan, “Ya maksudku begitu, akan kupikirkan nanti” dan mulai mengirim pesan.
“Sayang, maaf mama memaksamu. Mama hanya tidak ingin kamu begitu padanya. Kamu akan datang kan?”
Aku melihat pesan dari mama masuk, aku hanya mengesernya ke samping agar tidak menghalangi layar ponselku. Aku tidak membaca atau membalas pesan dari mama hingga pesan itu menumpuk.
“Sayang, mama minta maaf”
“Bisakah kita bertemu? Mama ingin bicara denganmu”
“Kamu dimana sekarang?”
“Mama akan jemput kamu”
“Sayang, kamu masih disana kan? Mama mohon, balas pesan mama”
“Baiklah, mama tidak akan ajak ayahmu untuk ikut”
“Mama mohon balas pesan mama. Apa kamu tidak sayang pada mama?”
“Sayang, mama mohon! Balas pesan mama. Mama tahu mama meninggalkanmu dan tak peduli denganmu. Kali ini saja, mama mohon!”
“Sayang, mama minta maaf. Mama tahu kamu tidak suka padanya. Tapi karna apa?”
Pesan itu terus menumpuk, dan tak pernah terbaca. Hingga pesan lainnya masuk, pesan dari Roman. Namun aku tidak membaca pesan itu, tapi di layar ponselku telah menunjukan isi pesannya.
Lagi, aku hanya mengeser pesan itu ke samping agar tidak menghalangi layar ponselku. Aku tidak membaca atau pun membalasnya. Roman pun melakukan hal yang sama seperti mama, mengirim banyak pesan padaku.
“Violin, kumohon percayalah padaku. Aku akan melindungimu, sekarang kumohon beritahu aku dimana kamu?”
“Violin, ini adalah malam terakhir mereka. Jika kamu tidak segera keluar dari tempat persembunyian mereka akan mencarimu dan menghabisimu”
“Violin, balas pesanku!”
“Violin, ayolah kali ini saja. Balas pesanku!”
“Kamu baik-baik saja kan di sana? Aku khawatir sekali padamu, sejak kamu pergi dari rumah. Aku hanya ingin kita membicarakan ini dengan baik-baik. Apa kah kamu lupa temanmu itu adalah vampire? Mereka sudah jadi vampire dan bagian dari kami”
“Aku harap kamu membalas pesanku, aku khawatir kamu akan jadi mangsa mereka nanti”
“Baiklah, aku hanya akan mengirim pesan ini sekali lagi. Aku hanya ingin kamu selamat dan baik-baik saja. Temanmu sudah menjadi vampire, hanya saja kekuatan mereka disegel. Tapi aku takut kamu bertemu dengan Eren dan Akira lagi. Mereka bisa melepaskan segelnya dan membuatmu terluka. Jadi berhati-hatilah, hubungi aku jika perlu bantuan”
Pesan masuk itu kubaca tanpa menekan pesan yang akan menunjukan ke pesan yang artinya aku menerima pesan dan telah membaca. Tapi tidak kulakukan itu. Apa yang dikatakan Roman itu adalah benar, sekarang aku pun bingung.
“Ya benar sekali Roman, tapi aku harus bagaimana? Baiklah, aku akan pergi menemuinya dan membebaskan temanku. Aku tak akan bisa menghalangi semua ini lagi, dan mungkin sekarang aku telah jadi penghalang bagi kalian. Maaf temanku, aku harus merelakan persahatan kita pudar. Kita tak akan sama lagi seperti dulu, dan kalian akan ikut bersama mereka”ucapku pada buku bulan.
Aku pun segera membawa buku bulan menemui Ethan, ya seperti biasa aku meminta penjaga menemaniku hingga menemui Ethan.
Melewati penjaga pertama, lalu kedua dan penjaga kedua membawaku ke sebuah ruangan di mana ia tidak boleh masuk. Aku masuk ke ruangan yang luas, ruangan di mana Ethan pernah mengigit leherku. Ya itu kesialanku, tapi aku kali ini harus berani menghadapinya atau aku akan memukul wajahnya dengan buku bulan ini.
Sepi, sunyi dan hening. Ya begitu memasuki ruangan ini lagi suasananya selalu saja sama. Ruangan yang bersih dan rapi.
__ADS_1
Aku pun berdiri saja membisu bagai patung menunggu Ethan datang padaku dan menjadikanku mangsanya.
Tidak beberapa lama kemudian, aku kembali merasakan bahwa Ethan telah berada di belakangku. Ia memeluk erat diriku dari belakang, darahku yang mengalir ke leher begitu mengodanya. Hingga ia tidak tahan lagi dan segera mengigit leherku.
Kali ini kubiarkan saja dia menikmati darahku yang segar, kutahan rasa sakit dan geli di leher. Ia memeluk erat diriku, menikmati darah segar yang mengalir ke luar.
Aku pun berucap “Jika kamu sudah sadar, aku ingin kamu mengantarku ke taman dandelion. Atau aku akan memukulmu hingga jadi debu”ucapku
Namun ia tidak menjawab dan terus menikmati segarnya darah.
Sisi lain dalam kegelapan dunia luar. Cahaya bulan tak begitu menampakan dirinya, ia sering kali berselimut di awan malam. Bintang-bintang juga tidak memperlihatkan dirinya.
Eren dan Akira terus mencari Violin dalam keramaian kota. Tetapi mereka terlihat oleh pemburu vampire hingga membuat mereka berdua harus pergi meninggalkan keramaian sebelum terlihat pemburu vampire.
Yukatzu, salah satu pemburu vampire telah mempersiapkan peralatannya di keramaian. Ia tidak akan mensia-siakan waktu berburunya malam ini. Jika langsung bertemu dengan vampire, ia tak segan akan segera menghabisi vampire itu tanpa ampun. Menurutnya semua vampire sama saja yakni suka menganggu kehidupan manusia atau menjadikan manusia sebagai mangsanya.
Ia bersama kedua temannya berjalan menuju gang-gang sempit untuk menemukan vampire yang telah mendapatkan mangsa. Biasanya vampire jalanan lebih suka membawa mangsanya ke tempat yang sepi yakni jalan gang yang tidak di lewati oleh orang-orang.
Salah satu temannya menemukan vampire yang telah mendapatkan mangsa, ia pun segera bersiul agar dua sahabatnya datang. Tapi vampire itu telah mendengar siulan, dan melihat pemburu vampire telah ada di depannya. Vampire itu pun segera melarikan diri.
Pemburu vampire yang melihat vampire melarikan diri, mereka pun segera mengejarnya dan mengeluarkan peralatan berburu mereka. Mereka akan menghalangi langkah vampire itu agar tidak lari lagi.
Rumah Ethan,
Rasa hausnya telah hilang, ia pun kembali sadar. Aku pun segera berpaling dan melihat dirinya.
Menggelengkan kepala, “Kamu selalu saja begitu, aku kemari mau minta bantuanmu tapi kamu malah begitu!”kesalku
Ethan menyeka sisa darah di mulutnya, lalu ia menjilat darah itu hingga bersih dari mulutnya.
“Ya maaf, aku tidak tahan mencium aromamu. Kamu manis sekali!”pujinya sambil tersenyum dan mendekatikau.
Ia mengelur kepalaku seakan-akan memuji dengan setulus hatinya.
“Kelewatan sekali! Aku ingin kamu mengantarku ke taman dandelion sekarang. Kalau tidak aku akan dalam masalah”,
“Tapi bukannya sekarang sudah malam, nanti mereka menemukanmu bagaimana?”
“Apa urusanamu? Aku hanya ingin kamu mengantarku kesana kan? Tenang saja mereka tidak akan menyakitiku kok. Aku ingin mengeluarkan temanku dari buku ini, dua temanku telah jadi vampire. Mereka menyegel temanku dan jadi manusia. Aku tidak ingin menahan temanku lagi, mereka sudah terlanjur terikat dengan mereka”
“Oh, gadis pintar. Baiklah aku akan menemanimu ke sana. Kita mau naik apa? Aku bisa membawamu terbang loh!”
“Benarkah?”ucapku dengan imut
“Ya, tentu. Ya anggap saja ini balas budiku padamu”
Aku pun kembali berkesal dan memukul wajahnya dengan buku.
“Bukkkk”suara buku mengenai wajahnya
“Aaaaawww, apa yang kamu lakukan? Sakit tau, nanti wajahku tidak tampan lagi gimana?”ucapnya mengusap wajahnya dengan ke dua tangan.
Aku pun menggelengkan kepala, “Yang benar saja, kamu juga sudah tampan kok dan menyebalkan! Bisakah kamu mengantarku dengan mobil?”,
“Oh tentu saja, ayo kita pergi!”senyumnya dengan wajah yang tersipu malu.
__ADS_1
*Teman_teman mohon dukungannya\, beri rate dan komentar. Terimakasih**