Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 123


__ADS_3

Kastil,


Menunggu kedatangan Aksara itu membosankan, aku bahkan telah menyediakan beberapa pertanyaan untuknya. Karna terlalu bosan menunggu Aksara datang akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke taman kastil dengan diiringi pada dayang. Duduk di bangku taman.


“Dayang, bolehkah aku bertanya padamu?”,


“Tentu saja tuan putri, apapun akan hamba jawab”,


“Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan tuan putri?”,


“Itu karena perintah Tuan Aksara”


“Aksara


itu siapa hingga bisa memerintah kalian?”,


“Dia adalah raja dari kerajaan Royal Blood”,


“Seorang raja?”,


“Benar tuan putri”,


“Kalian tahu bagaimana bisa aku sampai disini?”,


“Aksara membawa tuan putri seorang diri”,


“Baiklah, terima kasih telah menjawab”,

__ADS_1


“Sudah tugas hamba untuk membantu tuan putri."


Aku pun menunggu kedatangan Aksara sepanjang hari, ya memang waktu yang membosankan tapi waktu inilah yang membuatku semakin yakin untuk bertanya pada Aksara yang telah membawaku ke dunia aneh ini.


Menunggu hingga malam datang, aku pun berpikir ia tak akan datang. Aku pun akhirnya memilih menyimpan pertanyaanku padanya, dan beristirahat meski mataku tetap tak akan mau tidur hingga mendapatkan jawaban darinya.


Tiba-tiba angin masuk dari jendela, aku segera bangun dan berpikir ada seseorang masuk ke kamar ini sebab sebelum aku berbaring di kasur jendela itu telah tertutup rapi. Saat aku ingin menutup jendela, aku melihat pemandangan malam di luar. Taburan bintang dilangit yang indah dan kegelapan malam yang menyeramkan menyelimuti hutan.


“Hah, dia tak akan datang ya? Aku ingin dia memberikan alasan mengapa aku berada disini. Kepala semakin sakit jika terus memikirkan hal-hal aneh”,


Tiba-tiba Aksara muncul dari belakang dan berucap “ Itu karena aku ingin memperkenalkanmu dengan kehidupanku yang sebenarnya. Aku pikir aku telah memilih wanita yang tepat."


Berpaling kebelakang dan melihat Aksara yang mengenakan pakaian besarnya, bermantel tebal layaknya seorang raja. “ Bagaimana cara aku pulang?”,


“Aku yang akan mengantarmu pulang, hanya aku yang bisamengembalikanmu ke duniamu”,


“Temanmu?”,


“Di hutan Argon?”,


“Itu karena mereka bukan temanmu. Eriska adalah putri penyihir air, Aira adalah raja wolf dan Tagao adalah raja vampir. Bagaimana kamu bisa menyebut mereka adalah temanmu?”,


“Lalu bagaimana aku bisa menyebut dirimu adalah temanku?”,


“Baiklah, aku membawamu kemari karena aku takut mereka akan menjauhkanku denganmu. Aira dan Tagao adalah dua pria yang sejak dulu mencintaimu. Eriska adalah penihir air yang ingin menyingkirkanmu dari tahtamu sebagai pewaris tahta kerajaan ayahmu”,


“Hah, dua pria yang mencintaiku dan aku adalah pewaris tahta? Maksudnya apa? Aku cuman manusia, Aksara!”,

__ADS_1


“Ikutlah denganku, kamu akan tahu semuanya!."


Aksara berjalan didepan dan aku mengiringi langkahnya. Ia membawaku ke ruang rahasia yang terletak dibawah tanah. Menuruni tangga bersamanya, lampu obor menerangi tiap langkah kami berdua hingga terlihat sebuah pintu. Aksara membuka pintu, lalu kami masuk ke ruangan ini. Terlihatlah sebuah peti di tengah ruangan. Aksara mulai membuka peti dan terlihatlah seorang wanita yang mirip denganku. Ia sangat mirip bahkan bisa dibilang aku adalah dirinya.


“Dia adalah Aresha, namamu sama dengannya bahkan wajahmu. Dia meninggal saat perang, dibunuh oleh Yoong”,


“Yoong?”,


“Ya, dia putra Emelia. Selir Raja Alex, ayahmu!”,


“Dalam hidupku, aku tak mengenal Alex sebagai ayahku!”,


“Baiklah, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya padamu tetapi sejak kematian Aresha. Eriska datang dan memberitahukan bahwa ada takdir lain datang. Ia bilang Aresha yang sama akan datang dan dirinya dalam bahaya. Aira dan Tagao tentu menyetujui rencana Eriska untuk menyelamatkan Aresha. Aresha akan dibunuh oleh Yoong. Tapi sebenarnya adalah rencana itu berbeda. Dengan rencana itu setelah Yoong dan Emelia tersingkir maka Eriska akan melaksanakan tugasnya, yaitu menyingkirkanmu dari tahta yang seharusnya menjadi milikmu. Sekarang dia hanya berstatus seorang putri sebab tahta ayahmu tidak bisa ia miliki, mahkota itu tidak muncul dikepalanya saat ia menduduki kursi raja yang artinya ia tetap masih seorang putri. Tak ada cara lain bagi Eriska selain menyingkirkanmu, ia telah membaca takdir lain tentang dirimu. Bagaimana pun juga kamu akan tetap ke dunia ini!”,


Aku pun menyentuh wanita yang mirip denganku ini, tetapi tiba-tiba saat aku menyentuh cahaya keluar dari tanganku. Entah bagaimana bisa terjadi, wanita yang ada didalam peti ini pun menghilang seraya cahaya redup. Aksara yang menyaksikan semua ini hanya tersenyum manis.


“Seperti kataku, ada takdir lain. Aku hanya bisa melindungimu jika di dunia ini, jika di duniamu itu aku tidak bisa sebab hukum telah berbeda. Aku yakin Eriska akan datang dan mencoba menyingkirkanmu. Jika tahta itu ia dapatkan maka nyawa temanku ini sudah tidak ada. Entah apa yang akan terjadi, tapi ketahuilah gadis itu licik sama seperti ibunya”,


“Aku pikir gadis itu baik, Aksara. Kenapa kamu melindungiku?”,


“Kenapa kamu pikir gadis itu baik? Dia bahkan telah menyingkirkan kakaknya sendiri dan ibunya. Aku melindungimu karena aku mencintaimu meski aku tahu kamu bukan lagi Aresha yang dulu”, Aku terdiam dan memandang Aksara sejenak lalu berucap “Hah, kepalaku mulai sakit. Aku mau istirahat”.


“Baiklah, kita ke atas lagi. Aku harap kamu tidak akan mengatakan dimana Aresha yang asli ya?,”senyumnya


“Ya, aku bahkan tidak tahu ia pergi kemana!."


Begitu kembali ke kamar, aku duduk di kasur “ Kamu tidak akan tidur satu kamar denganku kan?”,

__ADS_1


“Tentu saja satu kamar!”,


__ADS_2