Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 204


__ADS_3

“Persiapkan dirimu untuk melihat apa yang suamimu lakukan. Ya mungkin ini berat tapi ini lah kenyataan” ucap Lady Dandelion.


“Apa maksudmu?”


“Lihat saja nanti!” senyumnya padaku.


Air yang mengintai kami berdua telah terhenti, dan memperlihatkanku pada suamiku yang sedang berjalan dengan wanita lain. Wanita yang ada di samping suamiku itu mengoda dirinya, mereka bahkan terlihat sangat dekat.


Keduanya memasuki cafe, aku pun bergegas menyusul mereka dan Lady Dandelion mengikuti langkahku.


Aku terus mengikuti suamiku, mereka berdua menuju ruang VIP cafe ini. Tidak perlu waktu lama, aku mempergoki suamiku bermesraan dengan wanita itu.


“Apa yang kamu lakukan disini?”


“Sayang!” ucapnya kaget dan spontan berdiri. Ia pun menjauhkan dirinya dari wanita itu, sedikit menjaga jarak.


“Oh, ini perempuan pembawa kutukan itu? Hah, dari penampilannya saja dia sudah terlihat pembawa sial!” oceh wanita jalang yang tak tahu diri.


“Apa kamu katakan? Kamu harus jeleskan semua ini padaku!”

__ADS_1


Aku pikir dengan kedatanganku kemari, dia akan meminta maaf padaku. Tapi nyatanya dia malah mencampakan diriku.


Romeo tersenyum manis, tak terduga olehku dia melemparkan surat cerai di atas meja padaku.


“Itu, ambil dan tanda tangani! Hubungan kita cukup sampai disini saja, aku tidak mau terus bersamamu yang membawa kutukan dan nasib buruk itu.”


“Apa? Kamu tidak bisa melakukan ini padaku. Bukankah kamu sudah berjanji padaku bahwa....” aku terhenti berucap.


Romeo membantah penjelasan dan janji itu, “Hah, itu dulu. Sekarang semuanya telah berbeda. Kamu yang memulai semua ini, bukan aku! Kamu memaksakan dirimu sendiri untuk mencintaiku. Aku hanya mencintai gadis yang aku cari, dan semuanya pudar. Semuanya hancur karna ulahmu sendiri, kamu harus menanggung akibatnya sendirian bukan bersamaku!”


Mendengar jawaban suamiku, diriku di buat seperti baru saja mendengar ledakan yang dahsyat yang menguncang diriku. Aku baru menyadari semuanya. Aku sadar bahwa suamiku tak pernah benar- benar mencintaiku, dia tetap mencintai gadis itu. Gadis yang bernama Alika, bukan diriku.


Spontan Romeo merangkul wanita yang ada di sampingnya itu, wanita muda cantik dan seksi.


“Dia ini adalah istriku, setelah kita bercerai. Aku akan menikah dengannya, jadi cepatlah tanda tangani surat ini. Oh ya, rumah kita itu ambil saja. Aku tidak perlu rumah yang seperti kandang sapi itu. Aku sudah memiliki semuanya.”


“Hey, wanita jelek! Cepatlah tanda tangani, kamu dengarkan apa yang di katakan mantan suamimu!” oceh wanita itu tak sabaran.


Aku pun mengambil surat cerai yang terletak di atas meja, aku membaca semuanya dengan seksama. Isinya hanyalah surat cerai.

__ADS_1


“Ya baiklah, aku akan tanda tangani tetapi kalian berdua harus menyanggupi syarat diriku. Aku tidak akan meminta apapun dari kalian. Tapi aku akan menuliskan syarat itu di kertas ini, agar kalian akan tetap mengingatnya”


“Ya, terserah kau saja!”


Aku pun menulis syarat cerai dariku untuk suami pengkhianat itu. Aku benar- benar tidak menyangka akan berakhir begini.


Aku hanya menulis syarat tambahan bahwa Romeo tidak boleh mengakui anak dari pernikahan kami adalah putrinya dan dia tidak boleh menyebutku sebagai mantan istrinya. Aku hanya ingin kebebasan tanpa terikat masa lalu dengannya.


Kutanda tangani surat cerai itu, keberikan satu lembaran padanya dan kusimpan lembaran lain untukku.


Romeo dan selingkuhannya membaca syarat dariku itu. Syarat itu seperti ocehan yang membuat mereka tertawa geli. Tetapi Romeo, tampak menggerutkan keningnya. Ia terlihat keberatan mengenai syarat cerai yang aku ajukan ini.


“Sudah selesai, sana pergi!” usir selingkuhannya padaku.


Aku tidak akan menangis disini, aku tidak akan meneteskan air mataku disini. Aku tidak akan mengeluh di depannya, dan aku akan selalu tegar meski sebenarnya berbalik pada apa yang di lihat. Aku hanya tersenyum manis sebagai perpisahan kami berdua. Ya, ya sekarang pernikahan kami berakhir disini. Di antara derita dan kutukan ini.


Aku pun berjalan keluar dari cafe ini sembari mengenggam erat surat cerai.


Lady Dandelion berjalan di sampingku, ia pun berucap “Kamu sudah melihat semuanya kan? Seorang tiran tidak pernah melakukan reinkarnasi. Dia hanya berjalan di antara waktu, dan ia tak pernah melewati kematian. Sifatnya pun akan selalu sama. Hanya saja dia manusia sekarang. Sekarang, apa yang akan kamu lakukan? Kamu bisa memperbaiki hidupmu dan menghancurkan kutukan. Itu asal kamu menuruti perintah dariku. Aku akan membantumu. Tapi aku tidak bisa mengulangi waktu yang telah berjalan, ya kecuali ratu penyihir matahari. Dia bisa melakukan segalanya sekali matahari terus bersinar.”

__ADS_1


__ADS_2