Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 215


__ADS_3

“Maaf, ini jawaban tugas saya. Apa saya boleh pergi?” ucapku sembari meletakan kertas jawaban di meja depan dirinya.


Guru pengajar tersenyum manis, dan menjawab “Ya tentu saja, tapi apa kamu benar- benar telah menyelesaikan tugas dari saya?”


“Ya tentu” ucapku menyakinkan sembari tersenyum manis.


Guru pengajar pun mengambil kertas jawaban dariku di atas meja lalu membacanya sekilas. Ia tersenyum manis, lalu kembali meletakan kertas jawaban dariku ke atas meja dan menjawab “Ya silahkan. Kamu boleh pergi.”


Mendengar ucapan guru pengajar seperti itu, aku membalas senyumannya dan segera pergi meninggalkan ruang kelas ini.


Berjalan keluar kelas, angin berembus dingin pun datang menghampiriku mencoba membuatku merasa kedinginan. Membekukan setengah tubuhku. Di luar sini, hujannya semakin deras dan anginnya semakin kencang. Angin menerpa dedaunan di pohon hingga berjatuhan dan berserakan di tanah. Air mulai menggenangi tanah, ini seperti kemenangan bagi pengendali elemen air. Ya cuaca seperti ini adalah sebuah kemenangan. Tidak ada hal buruk mengenai hujan yang turun ini, semuanya adalah anugrah sang dewa.


Aku pun mulai berjalan di bawah hujan yang deras menguyur akademi ini, aku pergi ke aula untuk melihat cermin dunia Glasland.


Setiba di aula, aku tidak sendirian disini. Ada banyak orang disini dan mereka membicarakan tentang ujian ability magie. Aku pun mulai berjalan mendekati ruang pojok, dan mulai mengambar ruangan ini, sembari telingaku mendengar perbincangan orang- orang yang menarik.


“Ujian ability semakin dekat kan? Menurutmu siapa yang akan menang? Ah, ya empat gadis sudah mengundurkan diri. Kudengar mereka menerima hukuman berat!”


“Ow... ya benar, ada apa? Oh, apa jangan- jangan kamu mendukung Vare?”


“Oh, maksudmu Vera? Ya tentu saja! Dia yang terhebat tahun lalu. Tapi dia sombong dan angkuh, sekarang aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Menurutmu siapa yang hebat sekarang?”


“Hah, bagaimana dengan Xia? Gadis itu meski lemah ia terus saja berlatih dengan keras. Kudengar anak baru yang disana itu lah yang melatihnya!”

__ADS_1


“Wow! Anak baru itu? Dia sehebat apa?”


“Entahlah aku tidak tahu! Tapi kudengar ia hanya menguasi elemen air dan tidak memiliki klan!”


Temannya yang mendengar itu pun kaget, “Apa? Dia tidak memiliki klan!”


“Ya begitulah, memang kenapa? Tidak ada yang masalah jika kita tidak punya klan.”


“Tapi dulu sewaktu kita masuk ke Akademi Yexiao ini, kita harus berasal dari klan. Kita membawa nama baik klan. Mengapa ia bisa masuk tanpa membawa nama klannya?”


“Entahlah, mungkin ia memiliki hubungan dengan kepala sekolah”


“Oh, bisa jadi! Tapi bukan masalahku juga, bukan urusanku! Jadi apa kamu taruhan pada anak itu? Kulihat dari penampilannya yang biasa itu, mana mungkin ia bisa menang. Klan vampir masih yang terkuat kan?”


Ia hanya menganggukan kepala, perkataan temannya itu ada benarnya.


“Jadi siapa yang akan kamu pilih?”


“Aku... ya karna empat gadis sudah tidak ada maka aku memilih Violin dan dua temannya. Untuk anak perempuan, aku memilih mereka. Untuk anak laki- laki, ya aku memilih Roman.”


“Hah, jika pilihanmu adalah mereka ya tentu saja menang. Mereka tidak pernah terkalahkan. Ah ya, kalau melawan Buniv dengan VA itu siapa yang akan menang? Buniv melawan Akademi Yexiao. Atau VA melawan pengawas kita?”


“Pertanyaan yang sulit, entahlah. Tapi kita lihat saja nanti! Klan vampir akan tetap memang melawan siapapun, bukan jadi masalah.”

__ADS_1


“Penyihir?”


“Itu sedikit masalah!”


Mendengar jawaban temannya, ia pun tertawa. Ya memang benar, jika melawan penyihir tentu akan jadi masalah. Klan vampir bukan tandingannya.


“Oh, bisa jadi! Tapi bukan masalahku juga, bukan urusanku! Jadi apa kamu taruhan pada anak itu? Kulihat dari penampilannya yang biasa itu, mana mungkin ia bisa menang. Klan vampir masih yang terkuat kan?”


Ia hanya menganggukan kepala, perkataan temannya itu ada benarnya.


“Jadi siapa yang akan kamu pilih?”


“Aku... ya karna empat gadis sudah tidak ada maka aku memilih Violin dan dua temannya. Untuk anak perempuan, aku memilih mereka. Untuk anak laki- laki, ya aku memilih Roman.”


“Hah, jika pilihanmu adalah mereka ya tentu saja menang. Mereka tidak pernah terkalahkan. Ah ya, kalau melawan Buniv dengan VA itu siapa yang akan menang? Buniv melawan Akademi Yexiao. Atau VA melawan pengawas kita?”


“Pertanyaan yang sulit, entahlah. Tapi kita lihat saja nanti! Klan vampir akan tetap memang melawan siapapun, bukan jadi masalah.”


“Penyihir?”


“Itu sedikit masalah!”


Mendengar jawaban temannya, ia pun tertawa. Ya memang benar, jika melawan penyihir tentu akan jadi masalah. Klan vampir bukan tandingannya.

__ADS_1


__ADS_2