
Kedatangan mereka telah di tunggu oleh anggota pengawas yang lain. Anggota pengawas lainnya pun segera memberikan pertolongan pada Zanko. Mereka membawa Zanko ke ruang kesehatan.
Sementara Roman dan Violin diminta untuk menemui kepala sekolah di ruangannya.
Ruang aula ini kemudian di segel oleh pengawas, memberikan peringatan pada yang lain agar tidak ke Glasland sekarang ini.
“Kepala seluruh klan, Akademi Yexiao. Harap perhatiannya! Tidak boleh memasuki Glasland sampai ada pemberitahuan yang lebih lanjut dan pernyataan aman dari kepala sekolah. Harap menjauh dari sini!” teriak seorang pengawas.
Keberadaan Aresha.
Aku mendengar dan melihat semua itu. Tidak ada yang terluka, tapi Zanko terlihat sangat kelelahan. Entah apa yang terjadi disana. Tetapi ini adalah awal permulaan dari sebuah rencana besar.
Waktu jam istirahat telah berakhir, kami segera masuk ke ruang kelas masing- masing. Karna masalah yang di timbulkan di Glasland, pelajaran hari ini di hentikan. Ya guru- guru mengadakan rapat dadakan yang disebabkan oleh kejadian tidak terduga ini. Kelas di bubarkan dengan cepat, dan semua orang di minta menjauhi Glasland.
Pengumuman itu membuat kelas elemen air sepi seketika, hanya ada diriku dalam ruang kelas ini. Semua orang pergi ke luar untuk melihat keadaan dan mencari tahu apa yang terjadi di Glasland.
Namun, diriku tetap disini. Aku hanya bisa diam seribu bahasa melihat kejadian ini. Aku pun mengelurkan cermin kecil dari dalam tas, melihat bayangan diriku sendiri di cermin. Tersenyum manis pada diri sendiri.
Tiba- tiba di cermin, seseorang mengkagetkan diriku. Kemunculannya seperti hantu dalam cermin.
“Aaaa...!” teriakku spontan meletakan cermin di atas meja dan diriku langsung menutup mulutku dengan tanganku.
Aku pun menarik napas panjang, dan mencoba membuat diriku tenang.
__ADS_1
“Hah.... kamu! Kenapa kamu mengkagetkanku?” ucapku kesal dan langsung mengambil cermin. Melihat cermin seperti melihat diriku. Yang sebenarnya aku melihat perempuan lain dalam cermin.
Dia tersenyum padaku, dia adalah perempuan yang mengenakan mantel bewarna putih.
“Nona, apakah nona menyukainya? Mereka tidak akan lagi meremehkan nona kan?” ucapnya padaku sembari tersenyum manis.
“Ah, apa yang kamu lakukan?” ucapku kesal padanya.
“Saya melakukan apa yang perlu dilakukan.”
“Ya saya tahu, tapi Zhia! Jika kamu melakukan hal seperti ini tidak akan ada gunanya. Kita tidak akan bisa mendapatkan benda itu. Kepala akademi ini menyimpan benda itu entah dimana. Sebaiknya kamu katakan pada Lady Dandelion bahwa aku ingin secepatnya dia menemukan benda itu. Jimwa pasti menyimpannya di suatu tempat. Keributan yang kamu buat itu, sepertinya akan membuat kepala akademi ini bersiaga. Kita hanya mengincar pelindung bukan melukai mereka!”
“Yah, baiklah saya mengaku salah. Tapi saya rasa kehibutan ini akan membawa dampak baik untuk kita. Saya dan Sha akan melakukan yang terbaik. Apakah nona akan benar- benar mengikuti ujian ability magie dengan Xia?”
“Baik, Nona. Kalau begitu kami akan melanjutkan tugas kami” jawabnya segera mengakhiri perbincangan ini.
Cermin ini pun kembali menjadi cermin biasa, memperlihatkan bayanganku sendiri di cermin.
“Yah, sepertinya bukan hal buruk untuk menghancurkan lapangan ujian ability magie. Kita lihat saja, apa yang akan kalian lakukan lagi untuk membuat ujian itu terus berjalan!” ucapku sembari menyimpan cermin ke dalam tas. Lalu pergi meninggalkan ruangan ini, pergi ke aula akademi.
Berjalan menuju aula akademi, dari kejauhan aku telah melihat banyak orang melihat tempat yang telah di segel itu. Mereka semua pun memperbincangkan apa yang telah terjadi.
Perbincangan yang sangat menarik untuk di dengar. Berjalan mendekati taman bunga, dan salah satu bangku taman.
__ADS_1
Kebetulan di sebelahku ada beberapa orang sedang memperbincangkan masalah ini, aku pun menyempatkan menguping mereka. Aku berpura- pura mengambar sesuatu agar tidak menarik perhatian orang- orang disini. Mengambar pohon besar yang ada didepanku.
Perbincangan itu terdengar jelas di telingaku.
“Bagaimana kondisi Zanko sekarang ya?”
“Entahlah, kudengar dia kelelahan. Menurutmu apa yang terjadi disana?”
“Entahlah, mungkin mereka sedang menghadapi seseorang. Kita harus menunggu keputusan kepala akademi kan?”
“Ah ya benar! Aku sedih sekali, mengapa ada orang yang jahat seperti itu? Dia menghancurkan lapangan ujian kita! Padahal sebentar lagi kita akan ujian, dan aku akan menunjukan kemampuanku. Tapi itu hanya akan menjadi mimpi sekarang!” keluhnya.
“Ya, semoga saja kepala akademi tidak kehabisan ide.”
“Ya, tapi sebenarnya apa yang terjadi disana? Kita hanya tahu bahwa ada orang yang menghancurkan lapangan ujian kita. Tapi kenapa?”
“Entahlah!”
“Jika seperti ini, apa pelindung akademi ini akan tetap melindungi kita?”
“Ah, apa maksudmu?”
“Aku menakutkan sesuatu yang kuat dan jahat menyerang kita.”
__ADS_1