Bride Of Vampire: The Revenge

Bride Of Vampire: The Revenge
Episode 94 Pencarian dan Penyesalan


__ADS_3

Dalam sebuah pelarian, membangun kehidupan yang baru. Tagao dan pasukannya terus mencari


Aresha hingga ke istana Raja Felix. Semenjak kerajaan kembali ke tangan Tagao, hukuman mulai berubah. Orang yang bersalah menjadi mangsa vampire yang haus darah. Raja Felix menyembunyikan keberadaan vampire dari rakyatnya karena Raja Vampir dipimpin oleh Tagao, temannya. Tagao berjalan-jalan di wilayah Felix untuk mencari Aresha sendirian. Ia tak menyadari kalau Aira mengamatinya dari kejauhan.


Aku tak menduga, aku kembali bertemu dengan Tagao. Dia sangat mengamati diriku di beranda gebuk


ini. Ia mendekat dan berucap “ Permisi, bolehkah saya duduk di sini?”.


“ Silahkan, tuan. Namun saya mohon maaf, saya hanya punya air” jawabku


berpura-pura tak mengenal. “ Apa namamu Aresha?”.


“ Bukan, nama saya Elaresha. Saya tinggal sendiri, mengapa tuan tanyakan nama saya?”


“ Ya berpikir kamu mirip sekali dengan wanita yang saya cintai. Namanya Putri Aresha”


“ Begitukah? Saya hanya gadis biasa, tuan”


“ Dia pergi entah kemana, saya sangat sayang dan mencintainya.


Saya mencarinya, jika kamu melihatnya katakan pada saya”


“ Tentu tuan”


“ Saya permisi dulu dan terima kasih”


“ Sama-sama tuan”, Tagao pergi. Aku hanya melihat kepergiannya


sejenak. “ Aku tak akan kembali untukmu sampai kapanpun” gumanku dalam hati.


***


            Kedatangan Tagao


kemari ternyata mengundang pria lainnya yang tak lain adalah Aira. Dia datang


dengan pertanyaan yang hampir sama. “ Maaf bolehkah aku duduk disini?”.


“ Tentu saja, silahkan tuan”


“ Panggil saja Aira”


“ Silahkan Aira”


“ Boleh aku tahu, apa yang ditanyakan pria tadi padamu?”


“ Dia bilang aku mirip sekali dengan Aresha, dan jika melihat


Aresha katakan padanya”


“ Kau memang mirip sekali dengannya, siapa namamu?”


“ Elaresha”


“ Apa arti El-Aresha”


“ Tidak kata itu hanya satu Elaresha, bukan El-Aresha. Mengapa kau


dan dia mencari wanita itu? Apa kau juga mencintainya?”


“ Ya tentu saja aku sangat mencintainya, aku ingin memperbaiki


kesalahanku selama ini padanya”


“ Semoga kau beruntung dapat bertemu dengannya, tuan”


“ Terima kasih Elaresha”


“ Sama-sama tuan”,


             lalu Aira pergi meninggalkan gebuk ini.


Setelah kedatangan dua pria itu, aku kembali khawatir. Aku berpikir akan


baik-baik saja dan tak bertemu mereka lagi namun nyatanya mereka masih mencariku


hingga kini. Aku tak mau membuat kecurigaan, dengan segera diriku pergi


kekeramaian pendesaan. Kubiarkan diriku bergadung dengan keramaian,


memperhatikan sebuah ramalan dari peramal jalanan. Ia meramal seorang pria yang


tak asing adalah Tagao. Tagao meletakan tangannya di atas tangan peramal.


            Lalu peramal itu


berucap “ Kau akan menemukan gadis yang kau cari, dia tak pernah jauh darimu.


Seorang dengan kekuatan yang sangat gelap juga mencari wanita itu. Namun kau


sudah dapat menebak keberadaannya sekarang. Namun akan ada sesuatu yang besar


menjauhkanmu dari gadis yang kau cintai. Ada masalah dari masa lalu yang belum


selesai. Carilah dia sebelum dia sampai ke air”.


            Tagao menarik


tangannya kembali dan berucap “ Terima kasih”, lalu memberinya beberapa keping


emas dan pergi. Di sepanjang perjalanan Tagao terus berpikir apa maksud sang

__ADS_1


peramal.


            Aira yang


mendengar ucapan peramal mengerti apa maksudnya. Dengan segera ia kembali ke


gebuk menemui wanita bernama Elaresha. Setiba disana, Aira tak menemukan


Elaresha.


            Aku telah


menyadari maksud sang peramal itu, artinya dua pria itu akan menghalangi diriku


menengelamkan diri dalam air. Karena dalam air itulah perpisahan akan terjadi


untuk selama-lamanya. Diriku terus berjalan dalam keramaian. Tiba-tiba aku tak


sengaja membuat kesalahan, menabrak Tagao tepat didepanku.


“ Oh, maaf. Maafkan aku tuan” kataku. Dia menatapku, aku tak mau


menatapnya.


Kutundukan diriku, lalu ia berucap “ Tak apa, aku yang salah. Kau


Elaresha kan? Sedang apa disini?”.


“ Kupikir sebaiknya aku yang tanyakan itu. Tidak wajar jika tuan


berjalan-jalan sendirian tanpa pengawal. Tuan masih mencari putri itu?”.


“ Ya, aku masih mencarinya”


“ Em,semoga beruntung. Aku permisi tuan”


“ Tunggu, apa kau mau menemaniku untuk mencarinya”


“ Ya, boleh saja. Tapi aku harus menemui seseorang sendirian, aku


agak sibuk. Maafkan aku, tuan”


“ Apa aku boleh ikut bersamamu?”


“ Tidak, maaf. Maafkan aku, aku sungguh minta maaf. Aku tidak bisa


bersama seorang pria dari bangsawan” kataku cepat pergi meninggalkannya.


             Aku kembali ke gebuk meski dari kejauhan aku


menyadari Tagao mengikuti diriku. Sebelum sampai ke gebuk, aku telah melihat


Tagao masih mengikutiku, aku menyadarinya dari kejauhan. Namun tiba-tiba aku


kehilangan Tagao, aku merasa dia tak mengikutiku lagi. Berjalan menuju pohon


yang rindang, tempat yang sepi dan duduk dibawah pohon.


“ Mengapa kalian terus mengikutiku? Aku tidak tahu harus


bagaimana. Kalian menyakitiku, kalian menyakiti perasaanku. Aku tidak mau


kalian datang lagi, kalian menyakitiku”.


            Tiba-tiba Tagao


datang, mendekat dan duduk disampingku.


“  Aku minta maaf jika sudah


membuatmu terluka, maukah kamu memaafkanku?”.


 Kulihat Tagao, menarik


napas panjang dan berucap “ Heh, apa yang kamu maksud? Tagao”.


“ Kumohon jangan berpura-pura padaku. Aku mencintaimu sampai kapan


pun, Aresha. Aku datang untukmu”.


Entah mengapa air mataku menetes membasahi pipi, kutundukan


kepalaku. Diam tak berucap apa-apa. Tagao memegang tanganku dan berucap “ Aku


selalu menerimamu, apapun kekuranganmu. Cinta mengalahkan segalanya bagiku”.


Kutarik tanganku dari Tagao, berdiri lalu mengusap air mata dan


berucap “ Hentikan Tagao, hentikan! Kita sudah tidak memiliki hubungan apapun


lagi. Jadi menjauhlah dariku. Aku sudah menyakitimu, Tagao. Aku melukaimu, aku


tidak mencintaimu”, pergi meninggalkan Tagao sendirian. Berlari sambil


menghapus air mata yang selalu jatuh ke pipi.


“ Tidak, Aresha. Aku yakin kamu mencintaiku, aku yakin itu. Kamu


hanya menolak apa yang kamu rasakan, seharusnya kamu tidak lakukan itu” ucap


Tagao.

__ADS_1


***


            Tagao kembali ke


istana, melihat Felix sedang merencanakan perang dengan kerajaan lain. “ Felix,


apa aku boleh membantumu?”.


“ Tidak, tidak teman. Sebaiknya kamu kembali ke istanamu sebab aku


tidak yakin dapat mempertahankan tempat ini. Biarlah tempat ini menjadi


sejarah, Tagao. Aku tidak ingin dicatat dalam sejarah dibantu oleh dirimu dalam


perang, jangan sampai manusia mengetahui keberadaan kalian. Jika kalian


membantu dan manusia mengetahui kalian, mereka akan memburu kalian nanti.


Jangan sampai itu terjadi”.


“ Ya baiklah jika itu yang kamu minta, tetapi aku titip Aresha ya


selama aku kembali ke istana?”


“ Siapa Aresha?”


“ Wanita yang aku cintai, dia tinggal digebuk. Aku titip ya!


Namanya Elaresha, kau pasti tahu”


“ Ya”, begitu Tagao pergi, Felix memanggil pengawal pribadinya. “


Ya tuan, ada yang bisa saya bantu?”.


“ Cari wanita yang namanya Aresha, dia lebih tepatnya adalah


Elaresha. Dia tinggal digebuk tak jauh dari sini. Bawa dia kemari”


“ Baik tuan”. Pengawal pribadi pergi mencari Elaresha.


***


            Terus berjalan


dikeramian, tiba-tiba aku ditangkap oleh pengawal dan dibawa ke istana. Di


pertemukan dengan Raja Felix. Menundukan kepala dan berucap “ Hormatku pada


Raja Felix”.


            “ Berdirilah Elaresha,


tak perlu menundukan kepala” ucap Raja Felix.


            Begitu melihat


wajah Aresha, Raja Felix langsung jatuh cinta dan lupa Aresha adalah wanita


yang dicintai, Tagao.


            “ Ada apa tuanku,


memanggil hamba kemari?”.


            “ Aku ingin


bicara denganmu, hanya berdua. Ikutlah denganku”.


            Kuikuti kemana


perginya Raja Felix membawaku ke sebuah ruangan dipenuhi banyak buku.


            “ Lihatlah semua


ini Elaresha, aku ingin kamu menjaga semua ini untukku”.


            “ Raja Felix


ingin aku menjaga semua buku ini? Tetapi….”, “ Panggil aku dengan nama Felix


saja”.


            “ Felix,


sebenarnya aku tidak bisa tetapi jika kamu memaksa baiklah”. Felix mendekatiku


dengan sangat dekat. Menatap diriku seolah-olah ada yang dia mau dariku.


            “ Felix, apa yang kau pikirakan? Jangan terlalu dekat denganku”.


            “ Aku berpikir kamu akan menjadi milikku!”.


            Kupegang tangan Felix, dan berucap “ Apa kau mencintaiku? Aku bisa menjadi milikmu”.


             Felix langsung memeluk erat diriku, “ Benarkah? Apa kau bisa menjadi Honey-ku?”.


            “ Kapan kau bisa sayang? Malam ini atau segerakah?”. Felix langsung menarik tanganku, membawaku


ke kamarnya. Bermain dengan sang raja, menghembuskan kenikmatan setiap saat


dengannya.

__ADS_1


__ADS_2